Memajang peta di kelas, merupakan salah satu cara yang biasa dipakai di tiap sekolah agar anak-anak didik mengenal tanahairnya. Sehingga bila anak-anak diminta untuk menunjukkan atau bahka menggambar bentuk-bentuk dan nama pulau di Indonesia mereka tidak kesulitan.
Bunda Meiske Memilikicara yang unik dan menyenangkan. Yaitu dengan sebuah permainan puzzle. Hanya bermodal pensil, pensil warna, dan kertas gambar, Bunda Meiske Natally mengajarkan pada anak-anak didiknya tentang peta Indonesia. Kegiatan ini sangat cocok diajarkan pada anak didik saat mereka mempelajari tema cinta tanah air, Indonesia. Silakan perhatikan gambar di bawah ini agar anda tahu cara membuat puzzle sederhana namun bermanfaat ini.
Bila anda ingin bertanya dan berdiskusi langsung dengan narasumbernya, silakan klik di SINI . (Jangan lupa aktifkan akun facebook anda terlebih dahulu, dan bila berkenan silakan bergabung di GROUP FORUM TK DAN PAUD )
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Punya botol plastik bekas, misalnya botol Yakult dan sejenisnya? Ups... Tunggu dulu. Jangan langsung dibuang. Mengapa? Karena kita bisa membuat kreasi menarik dari botol-botol bekas tersebut. Selain bermanfaat dalam dunia pendidikan, tentu saja dengan memanfaatkan botol-botol tersebut, kita bisa mengurangi pencemaran lingkungan. Dari botol-botol bekas, Bunda Meiske Natally akan memberikan tips kepada kita tentang cara membuat kumbang dan kupu-kupu. Kreasi ini bisa digunakan untuk mengajarkan anak-anak didik TK dan PAUD bertema alam, mahluk hidup, serangga, atau binatang / hewan. Kreasi ini juga bermanfaat sebagai media untuk melatih motorik halus anak, pengenalann warna, mencintai alam (dengan menjelaskan manfaat penggunaan barang-barang bekas), dan ketelitian.
Bahan-bahan yang digunakan adalah: 1. Botol Yakult 2. Kertas origami (kertas berwarna lainnya) 3. Isolasi dan Lem Fox 4. Gunting 5. Kertas manila (kertas agak tebal lainnya).
Dan berikut ini adalah cara membuatnya:
1. Botol dibungkus kertas hitam tempel pakai double tape. 2. Lalu kita gunting kertas berwarna kuning. 3. tempelkan kertas kuning. lalu tempel sayap dari mika 4. gunting bentuk sayap 5. tempelkan pakai isolasi 6. mukanya tempel pake lem fox. 7. kasih mata, mulut, dan antena.
Bagaimana? Mudah bukan? Kalau anda ingin tahu lebih lanjut tentang proses pembuatan serangga di atas, silakan tanya langsung pada Bunda Meiske Natally, dengan klik FORUM TK DAN PAUD. Jangan lupa, sebelum klik FORUM TK DAN PAUD, silakan aktifkan akun Facebook anda terlebih dahulu, dan bila berkenan silakan bergabung di FORUM TK DAN PAUD agar anda menemukan banyak teman kreatif lainnya baik yang berprofesi sebagai pendidik maupun orang tua dari seluruh pelosok tanah air.
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Mengenalkan bentuk dan warna pada benda merupakan hal yang sepele. Namun bukan berarti kita boleh menyepelekan. Karena pengenalan bentuk dan warna adalah salah satu ilmu dasar yang harus diketahui dan dikuasai anak. Bayangkan saja saat kita bertanya kepada anak, "Buah yang berwarna merah di atas meja itu namanya apa?" Lalu buah hati kita malah bertanya,"Warna merah itu apa Ma?" Sahabat Kak Zepe, dalam artikel ini, Kak Zepe akan memperkenalkan sebuah lagu yang bisa membantu anak mengenal bentuk / macam benda dan aneka warna. Lagu Anak Karya Kak Zepe kali ini berjudul: "Warna Benda". Tentu saja lagu ini masih berhubungan dengan lagu anak karya Kak Zepe lainnya yang bisa digunakan sebagai media mengajar aneka warna, "Warna Pelangi". Lagu berjudul "Warna Benda" ini memang sangat sederhana, namun besar manfaatnya. Mari kita simak....
Di usia batita, menurut Drs. Hapidin, MPd . , anak memang harus dikenalkan pada bentuk dan warna. "Malah, pengenalan bentuk dan warnamerupakan salah satu komitmen pendidikan yang dilontarkan oleh pakar pendidikan dari Jerman, John Hendrick Pestalozzi. Dia mengatakan, pembelajaran pada anak batita harus menekankan pada AVM, yaitu Auditory, Visual dan Memory," tutur Ketua Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakutas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini.
Soalnya, pengenalan AVM sangat berpengaruh pada perkembangan intelektual anak. Hasil penelitian menunjukkan, pengetahuan yang kita miliki, 74 persennya diperoleh dari kemampuan visual, 12 persen dari pendengaran, dan sisanya dari sumber pengetahuan lain. Itulah mengapa, pengembangan auditori-visual (pendengaran-penglihatan) merupakan pintu gerbang untuk masuknya pengetahuan dan berkembangnya semua fungsi intelektual anak.
SEJAK USIA 40 HARI
Sebenarnya, ujar Hapidin, pengenalan ini sudah bisa dimulai saat bayi usia 40 hari atau malah 2 minggu, "karena saat itu bayi mulai 'melihat' dunia luar dengan jelas sehingga akan berpengaruh pada kemampuan mengingat atau memorinya." Tapi pengenalan di usia 40 hari ini bukan berarti an sich pada usia itu, lho. Maksudnya, inilah saat tepat bagi orang tua untuk menguji apakah kemampuan mengamati melalui matanya dan kemampuan auditori bayinya normal atau tidak. "Nah, ini, kan, enggak perlu harus ke dokter untuk serangkaian tes yang butuh waktu dan biaya tak sedikit."
Dengan pengenalan itu, lanjutnya, kita bisa memperoleh manfaat ganda, yakni mengecek pendengaran dan penglihatan bayi sekaligus mengasah kemampuannya. Misal, dengan menggunakan kerincingan warna-warni. "Perdengarkan dari sebelah kiri dan kanan. Kalau fungsi auditorinya berjalan bagus, pasti ia akan segera mencari-cari dan menoleh pada bunyi kerincingan itu. Nah, sewaktu ia melihat benda tersebut, bukankah ia 'belajar' mengenal warna dan bentuk sekaligus berorientasi pada bunyi?"
Namun dalam memperkenalkan warna pada bayi, hendaknya warna primer atau dasar dulu, yaitu merah, biru, dan kuning. Pengenalannya pun satu per satu, baru kemudian kombinasi dua warna, dan seterusnya kombinasi tiga warna. "Pengenalan ini akan terekam dalam ingatan anak."
Selanjutnya, proses pengenalan kembali atau recognizing mengenai warna akan didapat anak melalui interaksi sosial. Misal, "Sepatu Adek yang warna kuning mana, ya?" Hendaknya pengenalan kembali diaktifkan sejak anak usia 1 tahun, yaitu ketika ia mulai bersosialisasi dengan lingkungannya. Menurut Hapidin, jika orang tua telaten, hasilnya akan tampak kala anak usia 1-2 tahun. Ketika diminta mengambilkan/menunjukkan sebuah benda berwarna merah, misal, ia bisa melakukannya dengan benar. Jadi, tak perlu lagi kita berteriak mendiktenya, "Perhatikan, ya, ini warna merah!" Begitu pula dengan pengenalan bentuk, sebaiknya juga dikenalkan sedini mungkin. Meski saat itu anak pasti belum mengerti apa bentuk benda yang dipegangnya, biarkan ia meraba-raba bantal dan gulingnya, kerincingan, dan "radio" kesayangannya yang berbentuk boneka atau binatang lucu. Pengenalan sederhana inilah yang kelak akan menuntunnya untuk mengenal aneka bentuk benda.
KENALKAN SEMUA BENTUK
Hapidin yakin, kemampuan arsitek seni tata warna dan tata letak bisa sedemikian berkembanghingga menghasilkan karya yang bagus sekali bila sejak bayi sudah diberikan pengenalan. "Anak, kan, enggak mungkin bisa membedakan mana yang segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, atau setengah lingkaran, dan sebagainya kalau sebelumnya ia tak pernah mengenal bentuk-bentuk tersebut." Jadi, tegasnya, memang harus distimulasi karena kemampuan itu enggak datang tiba-tiba dengan sendirinya.
Dengan demikian, saat masuk usia sekolah bukan tak mungkin anak sudah pandai membuat rancang bangun sederhana dari berbagai bentuk dan bidang. Kemampuan imajinasinya pun semakin "hidup", hingga ia bisa berteriak bangga, "Eh, lihat, ini rumahku!" Atau tak sedikit pula yang mampu mendisain bangunan istana dengan konsep warna yang betul-betul cemerlang. Dengan kata lain, kemampuannya memilih dan menempatkan bentuk-bentuk seperti lingkaran, segitiga, persegi panjang, bujur sangkar dan sebagainya sungguh mengagumkan. "Saya sampai nyaris setengah percaya kalau itu karya seorang murid TK, lho," komentar Hapidin penuh kekaguman.
Itulah mengapa, tekan Hapidin lagi, seyogyanya sejak usia bayi, anak sudah diperkenalkan pada bentukdan warna. "Orang tua tak perlu bingung untuk menentukan bentuk apa saja yang perlu diperkenalkan dan mana yang harus diprioritaskan. Tak cuma terbatas pada bentuk yang beraturan seperti segi tiga, segi empat, dan seterusnya, tapi semua bentuk."
Di dalam susunan IQ, tambah Hapidin, ada satu subpotensi intelektual yang namanya spacial ability atau pemahaman ruang. Nah, mereka yang kemampuan spasialnya rendah, saat melihat sebuah ruangan mungkin akan mengatakan "Ah, biasa-biasa saja, kok, nggak ada yang istimewa." Tak demikian halnya dengan mereka yang kemampuan spasialnya bagus; hanya dengan melihat sekilas ia langsung bisa tahu, "Ini miring, lho. Segi panjangnya nggak imbang antara yang kiri dan kanan." Kalau pengenalan semacam ini tak distimulasi, tak dipekakan sejak dini, tak akan sedemikian terasah saat anak besar.
Tapi belum terlambat, lho, Bu-Pak, bila si kecil baru diperkenalkan di usia batita. Bukankah yang namanya pendidikan tak kenal kata terlambat? Nah, perkenalkan anak pada berbagai bentuk lewat mainan dan benda-benda yang ada di sekitarnya. Biarkan ia sibuk dengan panci, ember plastik, terompet, bahkan sapu dan kursi. "Lewat pengalaman bermainnya ini, minimal ia bisa menangkap makna aneka warna dan bentuk," kata Hapidin. Semakin orang tua mendorong atau memancing anak secara kreatif memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitarnya, semakin positif pula dampaknya bagi anak. "Keterampilan kognitifnya akan semakin terasah."
Namun Hapidin mengingatkan agar orang tua tak terjebak dalam pengenalan yang terkotak-kotak untuk masing-masing kelompok anak usia 1, 2 atau 3 tahun. Soalnya, mengenalkan konsep bentuk dan warna harus dilakukan secara terpadu dan bertahap karena kemampuan ini akan mengalami peningkatan sesuai pertambahan usia anak. Misal, bayi "hanya" bisa mengenal warna-warna dasar, sementara anak yang lebih besar, kemampuannya lebih terasah hingga bisa mengenali warna-warna yang lebih kompleks.
Seiring dengan pengenalan tersebut, berilah kesempatan pada anak untuk bersosialisasiagar ia tak "ketinggalan kereta". Hapidin lantas mengambil contoh seorang anak yang orang tuanya berasal dari pendidikan dan ekonomi sangat bawah, namun survive dan memiliki interaksi sosial sangat tinggi. "Meski di rumahnya nggak punya mainan, ia bisa pinjam mainan di tempat teman-temannya, termasuk mengoperasikan mainan secanggih play station. Akhirnya, ia punya bekal tentang konsep tata warna, tata letak, dan bentuk bangunan hingga bisa merangkai dan menuangkannya dalam lukisan yang luar biasa bagus."
Artinya, jelas Hapidin, orang tua boleh saja punya keterbatasan, namun dengan tak mengkungkung anak dalam keterbatasannya tadi, anak akan tetap mengalami proses tumbuh kembang yang maksimal. "Dengan memberikan kebebasan yang terkontrol, anak akan memperoleh pengalaman-pengalaman baru yang menakjubkan melalui interaksi sosialnya." Jadi, tandasnya, pengaruh lingkungan bisa mengoptimalkan potensi yang ada pada anak.
MENGEMBANGKAN BERPIKIR ALTERNATIF
Penting diketahui, pengenalan warna erat kaitannya dengan pengasahankemampuan imajinatif dan artistik anak. Dalam bahasa lain, lebih mengasah bakat dan kemampuan di bidang seni. Soalnya, salah satu faktor pembangun imajinasi dan kreativitas adalah aspek warna. Bukankah orang seni biasanya paling kreatif? "Nah, anak yang memperoleh stimulasi mengenai tata warna, tentu akan dengan cepat memadukan warna yang serasi antara benda yang satu dengan benda lainnya hingga betul-betul enak dilihat. Sementara yang tak distimulasi, boleh jadi dalam memilih warna baju pun akan 'tabrakan' dan terkesan norak," tutur Hapidin.
Selain mengasah bakat dan kemampuan di bidang seni, pengenalan warna juga berkaitan erat dengan pola berpikir alternatif.Misal, anak memilih hijau untuk warna genting. Mungkin ia pernah melihat genteng hijau. Bukankah sekarang banyak perumahan yang gentengnya hijau? Tapi boleh jadi karena ia memang punya pemikiran lain. Misal, seandainya suatu saat terjadi perang, maka genteng yang hijau akan dilihat pesawat pengintai bukan sebagai perumahan hingga terlepas dari sasaran pengeboman. "Nah, kita harus memuji anak atas kemampuannya 'berpikir panjang'. Kita saja enggak berpikir sejauh itu, mereka malah bisa, lho."
Jadi, Bu-Pak, kalau si kecil kedapatan menggambar ayam dan diberi warna hijau, misal, jangan dilarang atau disalahkan, ya. Yang perlu dilakukan adalah menggali alasannya memberi warna tersebut. "Karena waktu ke Kebun Binatang, aku melihat ayam warnanya hijau," mungkin begitu jawabannya. Padahal yang dimaksud adalah ayam merak. "Selama anak punya reasoning atau alasan,kita tak berhak melarang anakmenggunakan warna tertentu yang jadi pilihannya. Biarkan ia memilih warna sesuai pengalamannya. Ingat, pengetahuan dan pengalamannya masih terbatas. Jadi, biarkan ia belajar dari pengalamannya." Menurut Hapidin, kita hanya perlu mengarahkan karena anak yang asal mewarnai tentu berbeda dengan anak yang punya reasoning.
Pola berpikir alternatif juga akan berkembang melalui "permainan" mencampur beberapa warna untuk menghasilkan suatu warna baru. Bukankah dalam menentukan suatu warna yang hendak digunakan tak harus 100 persen merah, misal, atau kuning, tapi juga bisa warna hasil campuran merah dan kuning, yaitu jingga? Untungnya, kini banyak kelompok bermain yang sudah memperkenalkan program eksperimen mencampur warna. "Dalam program ini, anak bebas berekspresi mencampur warna apa saja. Saat mencampur, ia melihat sendiri apa hasil percampuran warna-warna tertentu; merah dengan kuning, merah dengan biru, biru dengan kuning, dan seterusnya."
Selain mengembangkan pola berpikir kreatif,"permainan" ini juga akan menggugah rasa ingin tahu anak untuk mendalami ilmu pengetahuan. "Ada proses pengembangan visual dan science, meski baru taraf paling sederhana, karena mau tak mau, anak tertantang untuk tahu lebih banyak tentang kejadian-kejadian alam di sekitarnya." Misal, mencampur air dan gula hingga terhidang segelas air manis atau air dan sirup menjadi larutan berwarna tertentu yang menarik dan menggugah selera.
Ternyata manfaatnya luar biasa, ya, Bu-Pak, dari pengenalan warna dan bentuk. Nah, tunggu apa lagi? Buruan, deh, kenalkan si kecil pada aneka warna dan bentuk. (Ditulis oleh: Julie/nakita, Tabloid Nova).
Setelah kita baca artikel di atas, tentu kita telah semakin mengenal dan mengerti manfaat mengenal warna bagi anak-anak usia dini. Sebagai bentuk aktivitas edukatifnya, Kak Zepe akan memperkenalkan lagu anak berjdul "Warna Benda" di bawah ini. semoga bisa menjadi media yang menyenangkan dalam mengajar buah hati anda. Salam cinta lagu2anak
Kumakan apel yang berwarna merah
Kududuk di atas batu hitam
Di bawah pohon yang bedaun hijau
Dahan rantingnya berwarna cok’lat
Langit berwarna biru
Awan berwarna putih
Awan jadi kelabu
Hujan se’gra datang
Kubergegas pulang
Jangan lupa dengerin lagu anak berjudul WARNA PELANGI juga ya... :)
Info Tambahan: 1. Dapatkan lagu Anak KArya Kak Zepe lainnya dengan Download Gratis di SINI 2. Butuh Lirik dan Lagu Anak Islam? Silakan Klik di SINI 3. Macam-Macam Tepuk Anak Yang Mencerdaskan? Silakan klik di SINI Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Lagu-lagu anak di bawah ini adalah lagu-lagu anak tentang atau bertema diri sendiri. Kak Zepe ingin berbagi lagu-lagu bertema diri sendiri ini agar anak-anak Indonesia semakin bangga pada diri sendiri, dan tentunya makin percaya diri.
Berjalan adalah salah satu tahap perkembangan anak yang paling dinanti orang tua. Namun hal yang terpenting, tahapnya harus dimulai dari merangkak, duduk, melangkah, berjalan, lalu berlari. Beberapa orang tua terkadang kurang memahami akan pentingnya tahap-tahap anak sebelum berjalan. Alasannya pun beragam, bisa karena faktor kesibukan, kurang pengetahuan, kurang perhatian kepada anak, dan mungkin semuanya. Beberapa orang tua, memberikan anak kursi pembantu berjalan buat buah hatinya, dan berharap anaknya bisa cepat bisa berjalan. Upss… Tunggu dulu, menurut penelitian proses merangkak juga sangat penting. Terutama untuk melatih motorik anak dan keseimbangan antara otak kiri dan kanan. Jangan pula membiarkan anak terlalu lama berada di dalam gendongan anda. Biarkan anak belajar merangkak, dan membimbingnya agar bisa merangkak dengan benar. Bagaimana melatih anak untuk berjalan dengan benar? Berikut adalah tips-tips yang saya kutip dari berbagai sumber.
1.Berdiri tegak. Bantu anak berdiri sehingga dia tegak berdiri dan menjejakkan kedua telapak kakinya dengan mantap tanpa bantuan selama setengah menit. Bila anak jatuh duduk, rangsanglah untuk mulai belajar bangkit berdiri sendiri. Bila tahap ini sudah dilewati dan balita mau mencoba melangkah sendiri, maka dia siap untuk berjalan dengan berpegang pada kedua tangan Anda.
2.Pegang tangan. Beri anak kesempatan untuk berjalan dengan salah satu atau kedua tangannya sambil memegang tangan Anda dalam jarak dekat. Kegiatan ini mungkin saja melelahkan, tapi kuatkan diri untuk melakukannya.
3.Berdiri di boks. Biarkan balita berdiri di salah satu sudut boksnya yang diberi pelindung (bumper) di sekeliling bagian dalamnya. Ajarkan dia berpegangan pada pagar boks, lalu biarkan dia berjalan menyusurinya. Cara ini cukup aman karena bila bayi jatuh, tubuhnya akan membentur kasur boks atau bantal. Biarkan balita jatuh-bangun dalam usahanya untuk berjalan. Waktu 30 menit latihan jalan ini lebih dari cukup untuknya.
4.Berenang. Biarkan anak berlatih berjalan dengan pengawasan Anda di dalam kolam plastik berisi air atau bola-bola kecil. Dia akan merasa lebih ringan berjalan dan tidak sakit bila jatuh.
5.Naik-turun. Berikan anak kesempatan naik-turun kursi sendiri dalam pengawasan Anda. Aktivitas ini bisa membantu memupuk rasa percaya dirinya. Anda juga dapat meminta balita berjalan dengan berpegangan pada sisi meja atau kursi, lalu berpindah dari kursi ke kursi. Pastikan benda-benda yang dijadikan pegangan oleh anak itu berdiri cukup kokoh dan tidak mudah bergeser, serta tidak bersudut tajam.
6.Ambil mainan. Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tertentu, jangan terlalu jauh. Iming-imingi anak agar mau berjalan walau sambil berpegangan untuk meraih mainannya itu. Bila memungkinkan dan aman, biarkan si kecil berjalan di lantai yang tidak rata. Cara ini akan menguatkan otot-otot kaki dan tungkai.
7.Mendorong. Beri anak mainan yang dapat didorong sebagai alat bantu si kecil belajar berjalan. Anak di rentang usia ini memang senang mendorong-dorong benda, bukan? Jangan lupa menyemangatinya agar ia merasa fun.
8.Pindah barang. Beri anak mainan truk atau gerobak yang dapat ditarik dengan tali. Ajak dia memindah-mindahkan mainan dari satu tempat ke tempat lain.
9.Tanpa alas kaki. Biarkan kaki anak tanpa alas kaki, seperti kaus kaki atau sepatu, saat belajar berjalan. Selain lebih leluasa mencari keseimbangan, ia juga sangat memerlukan indera peraba di kakinya.
10.Bye..bye.. baby walker. Tidak disarankan melatih anak belajar berjalan menggunakan baby walker. Alat ini dapat menganggu perkembangan otot-otot kaki, misalnya karena telapak kaki anak tidak menapak dengan baik, cenderung jinjit. Selain itu, alat ini bisa memunculkan bahaya, anak terjungkal misalnya. Kecelakaan seperti ini bisa serius akibatnya.
Melatih bayi berjalan memang bertahap dan membutuhkan kesabaran dari orangtua. Proses latihan tersebut bisa berlangsung berbulan-bulan. Untuk mendukungnya, orangtua harus menciptakan lingkungan yang aman dimana bayi bebas berjalan. Jauhkan perabotan yang memungkinkan jatuh mengenai bayi. Selain itu, persiapkan sepatu bayi yang nyaman untuk membantunya berlatih berjalan.
Latihan berjalan untuk bayi bisa dilakukan selama 30 menit sehari. Lakukan secara rutin maka lama kelamaan bayi akan bisa berjalan. Orangtua tidak boleh memaksa terlalu keras jika anak sulit berjalan. Seiring dengan waktu dan proses, anak pasti bisa berjalan sendiri. Tidak perlu khawatir jika anak jatuh dan bangun, hal ini adalah bagian dari proses belajar berjalan. Untuk keamanan, orangtua bisa memberikan landasan lantai yang empuk seperti karpet supaya bayi tidak sakit tatkala jatuh.
Berikut adalah obrolan +Kak Zepe LaguAnak dengan Mama Christa, manajer sekaligus orang tua dari penyanyi cilik segudang prestasi, dengan didampingi Papa Christa. Ada juga video-video penampilan Christa.
Christa Ruby bersama Tasya Kamila (Mantan Penyanyi Cilik)
+Kak Zepe LaguAnak: Apakah nama lengkap dari Christa? Mama Christa: Nama lengkap Christa adalah Maria Christa Ruby Budisantosa.
+Kak Zepe LaguAnak Kapan Christa Ruby lahir? Mama Christa: Christa lahir pada tanggal 14 Maret 2008, jadi usianya sekarang 4 tahunan.
Crista Ruby Penyanyi Cilik Diasuh Oleh Kak Zepe
+Kak Zepe LaguAnak : Wow… masih imut sekali. Boleh saya tahu prestasi dari Christa Ruby? Mama Christa: Hmm… Sebentar… (sambil mengeluarkan catatan, karena saking banyaknya). Christa pernah Juara 3 lomba foto Bebebola 2010, Juara Mingguan lomba foto keluarga sangobion 2011, Juara harapan 1 lomba foto “Kasih Bunda Bebelac”, Juara 1 Bebestar Kota Solo 2011, Juara 2 Lomba Nyanyi TK se-yogyakarta 2012, Finalis Fligo’s Got Talent 2012, 100 nominator Dunia Morinaga Platinum 2012, kemudian yang terakhir Juara harapan 1 lomba jingle Bebelac 2012
+Kak Zepe LaguAnak : Wow… banyak sekali. Bener-bener anak belia segudang prestasi. Memangnya kapan Christa Ruby mulai mengenal dan menyukai musik? Mama Christa: Sejak dalam kandungan.
+Kak Zepe LaguAnak : Luar biasa. Bisa dijelaskan? Mama Christa: Sejak masih dalam kandungan, Christa Sudah sering saya perdengarkan lagu-lagu anak. Saat Christa bayi, saya sering memperdengarkan Christa dengan lagu-lagu anak, saat makan, sebelum dan sesudah tidur, dan saat Christa sedang bermain.
+Kak Zepe LaguAnak : Apa sisi positif memperdengarkan music kepada Christa saat usianya masih belia? Mama Christa: Christa jadi lancar ngomong, sudah bisa mengenal angka dan huruf, tahu warna-warna dasar. Yang pasti lagu-lagu anak membawa manfaat yang sangat besar bagi perkembangan kecerdasan Christa.
+Kak Zepe LaguAnak : Selain manfaat-manfaat yang diperoleh saat Christa menyanyikan lagu-lagu anak, apa yang membuat Mama Christa mengenal bakat dan minat Christa pada musik, khususnya dalam bidang tarik suara? Mama Christa: Talenta Christa dalam bernyanyi sudah kelihatan dari usia 2th. Walaupun bicaranya belum lancar, tapi sudah bisa mendendangkan lagu sesuai nada dan irama/ketukan alias tidak fals. Dia juga cepat dalam menghafal nada dan lirik sebuah lagu. Kepercayaan dirinya juga tinggi, disuruh nyanyi dihadapan siapapun mau, tanpa malu-malu. Akhirnya iseng-iseng saya ikutkan dalam semacam talent show yang disponsori salah satu produk susu terkemuka di Indonesia. Niat awal hanya iseng, dan asal eksis deh pokoknya. Sayang sekali kalau narsis tapi tidak eksis. Tak tahunya terpilih jadi nominator, finalis, bahkan juara 1. Padahal saat itu usianya baru 3,8 tahun.
+Kak Zepe LaguAnak : Lalu? Mama Christa: Sejak saat itu kami sebagai orangtua mulai serius mengembangkan talenta yang dimiliki putri kami. Mulai dari selektif dalam memilih lagu-lagu yang sesuai dengan usia anak, mencari info-info dan mengikuti lomba-lomba nyanyi, sampai mencari pencipta lagu khusus anak-anak. Nah… Akhirnya ketemu deh sama +Kak Zepe LaguAnak . Dan untuk kedepannyam dengan dukungan dan pembinaan dari Kak Zepe, kami berharap putri kami dapat menggunakan talentanya untuk menghibur dan mendidik, dan berguna bagi Tuhan dan sesama.
Itulah sedikit wawancara antara +Kak Zepe LaguAnak dengan Christa Ruby (Chrisby), yang berlangsung di rumah Christa. Saat ini, Christa sedang sibuk berlatih menyanyikan lagu-lagu anak karya Kak Zepe, dan manggung-manggung di kisaran kota Jogja. Semoga album album lagu-lagu anak yang sedang dalam proses pengerjaan akan cepat terselesaikan. Mohon doa restu buat semua temen-temen pecinta lagu2anak.
Pada tanggal 4 Januari, Kak Zepe bersilaturahmi dengan kakak-kakak dari Komunitas Marinyanyi. Dalam pertemuan itu, Kak Zepe bersama Kak Utie, Kak Julius, dkk membicarakan banyak hal seputar lagu anak di Indonesia.
Marinyanyi.com (Bukan mari bernyanyi.com lho ya… ) adalah sebuah sekelompok pejuang muda yang ingin memiliki visi membangkitkan lagu anak-anak di Indonesia. Komunitas ini beranggotakan orang-orang muda (yang kebanyakan adalah mahasiswa). Mereka adalah volunteer muda yang secara giat mengadakan perjuangan di dalam dunia maya dan dunia nyata. Di dalam dunia maya, mereka memiliki sebuah website yang beralamatkan di “marinyanyi.com”. Web marinyanyi.com adalah sebuah website yang menyediakan konten lagu-lagu anak dan bisa didownload secara gratis.
Di satu sisi, kebutuhan lagu anak di dunia pendidikan anak usia dini sangatlah tinggi, di sisi yang lain, menjamurnya lagu dewasa di dunia hiburan dan pertelevisian membuat anak-anak lebih cenderung menyukai lagu-lagu dewasa daripada anak-anak. Tentu saja hal ini akan membawa pengaruh buruk bagi anak-anak, sebagai generasi penerus bangsa, karena banyak lagu-lagu dewasa yang tidak pantas dinyanyikan oleh anak-anak, terutama lagu-lagu yang bertema cinta, kekerasan, dendam, selingkuh, dan lainnya.
Di dunia nyata, kakak-kakak dari Tim Marinyanyi, sering mengadakan beberapa event anak-anak dan kunjungan ke sekolah-sekolah dalam rangka sosialisasi lagu-lagu anak di dalam web marinyanyi.com. Ayah Djito adalah pencipta lagu tunggal di tim marinyanyi. Beliau sudah menciptakan ratusan lagu, dan langsung direlease di marinyanyi.com sehingga bisa didownload oleh semua pengunjung website.
Sebagai sesama pencipta dan pejuang lagu anak, saya berharap, akan hadir pula komunitas-komunitas orang muda lainnya, khususnya yang bergerak di bidang pendidikan anak dan dunia anak, agar anak-anak Indonesia semakin sehat (lahir dan batin), cerdas, dan ceria, seperti slogan PAUD Indonesia. Sehingga untuk ke depannya, komunitas-komunitas tersebut bisa bersinergi untuk membuat sesuatu, dan memberikan sesuatu bagi anak-anak Indonesia yang sangat membutuhkan hiburan-hiburan yang mendidik. Saya percaya, dengan bersatunya beberapa insan lalu membentuk sebuah komunitas, kita bisa menciptakan kekuatan yang besar untuk merubah dunia. Dan dengan bersatunya beberapa komunitas, lalu membentuk sebuah kumpulan komunitas, kita bisa menciptakan kekuatan yang lebih besar lagi.
Namun untuk mencapai semua itu memang tidak mudah. Kita semua, baik atas nama pribadi, maupun atas nama komunitas, harus bisa menanggalkan ego dan ambisi diri. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara memberikan sumbang asih pada anak-anak yang masih banyak membutuhkan modal hidup di masa depan dan demi melawan hiburan-hiburan yang tidak pantas bagi anak-anak. Tentu saja, membutuhkan rasa persaudaraan yang kuat agar itu semua bisa tercipta. Rasa persaudaraan yang kuat harus dipupuk dengan saling bersilaturahmi, saling berbagi, saling bekerjsama, dan saling membutuhkan. Di dalam setiap individu dan komunitas, pasti memiliki ciri khas dan kelebihan unik (seperti di dalam tim marinyanyi, yang beranggotakan orang-orang muda dengan kelebihan dan tanggungjawab masing-masing) yang bisa disatukan untuk bisa membuat sebuah gerakan bersama dengan kekuatan yang besar. Bisakah itu terjadi? Keputusan ada di tangan kita.
Besar harapan saya, Semoga kakak-kakak Marinyanyi bisa menjadi api-api kecil yang bisa mengobarkan semangat orang muda yang lain untuk lebih peduli pada anak-anak Indonesia. Salam cinta lagu2anak
Kak Zepe
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
The swan and the duck are good friends. They are very happy and fun. They live on a farm. They talk about many things. They talk about the snake. They think the snake is tricky. They think the snake is dangerous. The snake looks at them a lot. They do not trust the snake. The snake likes to eat others. “We must always keep our eyes open when the snake is around,” they both agree. They talk about the turtle. The turtle is very friendly. The turtle wants to play. The turtle has lots of energy. It likes swimming. It is very patient. It does not like to hurt the others. They both like the turtle. They talk about Jenny. Jenny is a nice child. Jenny lives in the village. Jenny likes to play in the farm. Jenny brings them food. Jenny takes care of them. Jenny takes care of all the animals. She feeds the cow. She feeds the pig. She feeds the goat. She feeds the sheep. She feeds the rabbit. The swan and the duck love Jenny. She takes good care of everyone. The swan says, “Jenny is good.” The duck says, “We need Jenny.”
Terjemahan (Translation):
Mereka berbicara tentang kura-kura. Kura-kura sangat ramah. Kura-kura ingin bermain. Kura-kura punya banyak tenaga. Kura-kura gemar berenang. Kura-kura sangat sabar. Kura-kura tidak suka menyakiti sesama. Mereka berdua suka kura-kura.
Mereka berbicara tentang Jenny. Jenny adalah anak yang baik. Jenny tinggal di sebuah desa. Jenny suka bermain ke lading. Jenny membawakan mereka makanan. Jenny menjaga mereka. Jenny menjaga semua binatang. Dia memberi makan sapi. Dia member makan kambing. DIa member makan domba. Dia member makan kelinci. Angsa dan bebek menyayangi Jenny. Jenny menjaga mereka dengan baik. Angsa berkata,”Jenny baik hati.” Bebek bilang,”Kita butuh Jenny.”
Angsa dan bebbek adalah sahabat. Mereka sangat bahagia dan senang. Mereka tinggal di sebuah lading. Mereka berbicara tentang banyak hal.
Mereka berbicara tentang ular. Mereka berpikir ular sangat licik. Mereka pikir ular sangat berbahaya. Ular suka menatap mereka. Mereka tidak percaya kepada ular. Ular suka memakan binatang lain. “Kita harus selalu waspada ketika ular disekitar kita,” Mereka berdua sependapat.
Mereka berbicara tentang kura-kura. Kura-kura sangat ramah. Kura-kura ingin bermain. Kura-kura punya banyak tenaga. Kura-kura gemar berenang. Kura-kura sangat sabar. Kura-kura tidak suka menyakiti sesama. Mereka berdua suka kura-kura. Mereka berbicara tentang Jenny. Jenny adalah anak yang baik. Jenny tinggal di sebuah desa. Jenny suka bermain ke lading. Jenny membawakan mereka makanan. Jenny menjaga mereka. Jenny menjaga semua binatang. Dia memberi makan sapi. Dia member makan kambing. DIa member makan domba. Dia member makan kelinci. Angsa dan bebek menyayangi Jenny. Jenny menjaga mereka dengan baik. Angsa berkata,”Jenny baik hati.” Bebek bilang,”Kita butuh Jenny.”
Vocavularies (Kosa Kata):
swan
duck
snake
turtle
animals
feeds
cow
pig
rabbit
sheep
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com