Anak-anak usia dini biasanya paling suka bermain dan belajar sesuatu yang berhubungan dengan air. Kak Anita Tania, salah satu pendidik anak usia dini yang tinggal di kota malang, telah mengajarkan kepada anak-anak didiknya untuk belajar membuat es lilin tanpa menggunakan lemari es. Wow… Menari bukan? Tentu anda menjadi penasaran, bagaimana cara membuatnya? Bahan-bahan yang digunakan sangat mudah didapatkan, yaitu plastik panjang (yang biasa digunakan sebagai pembungkus es lilin, beberapa bongkah es, sebuah baskom, garam kasar (1-2 bungkus), dan sebotol sirup. Dan inilah cara pembuatannya, yang telah dikutip dari FORUM TK DAN PAUD:
1.Larutkan sirup dengan air matang kemudian air larutan tsb masukkan ke dlm kantong plastik kecil (kantong plastik es lilin).
2.Siapkan baskom ukuran sedang
3.Siapkan bongkahan es batu
4.siapkan garam kasar 1-2 bungkus.
5.bongkohan es batu di dihancurkan sehingga menjadi bongkahan kecil2.
6.Kemudian bongkahann tersebut masukkan ke dalam baskom (setengah baskom saja)
7. Lanjunkan dengan memasukkan garam ke dalam baskom (Setengah bungkus saja).
8.Kemudian larutan yang sudah di bungkus plastik kecil-kecil tadi diletakkan juga di dalam baskom (diatas es batu))
9.Lanjutkan dengan memasukkan sisa es batu yang belum di masukkan ke dalam baskom di atas larutan es lilin yang sudah di bungkus plastik.
10.Diteruskan dengan memasukkan garam lagi.
11.Putar dan goyang baskom sampai larutan sirup yg berada di dlm plastik mengeras kira-kira 10-15mnitan
12.Dan jadi deh…. Bila anda gagal dalam pembuatan dan ingin tanya secara langsung kepada ahlinya, silakan klik Kak Anita Tania (jangan lupa aktifkan akun FB anda dulu ya…. ).
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Kegiatan mendongeng adalah kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak TK dan PAUD. Selain menyenangkan, kegiatan mendongeng dipercaya sangat bermanfaat bagi kecerdasan anak, khususnya kecerdasan bahasa. Namun kegiatan mendongeng tidak akan menarik bila tanpa menggunakan alat peraga. Alat peraga yang murah namun mudah dibuat dan digunakan tentu akan menjadi pilihan bagi pendidik dimana pun, termasuk orang tua. Bunda Nisa, salah seorang pendidik PAUD, membuat alat peraga kegiatan mendongeng dengan cangkang telur. Bagaimana cara membuatnya? Mari kita ikuti TIPS di bawah ini.
Bahan-bahan yang digunakan tentu sangat mudah ditemukan. Bahan utamanya adalah cangkang telur. Kemudian untuk membuat mata, kita bisa memakai mata boneka-bonekaan. Untuk mulutnya kta bisa melukisnya dengan spidol. Untuk bagian rambut, kita bisa memakai benang wool untuk membuat rambut palsu. Nah… setelah bagian wajah dan rambut selesai, kita bisa melubangi bagian bawah telur. Kita masukkan jari kita ke dalam lubang, sehingga bisa berfungsi sebagai leher. Mau bertanya-tanya langsung pada ahlinya? Aktifkan akun facebook anda, lalu klik Bunda Nisa.
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Tidak semua anak pandai menghafal. Ada banyak faktor yang menyebabkan anaksulit untuk menghafal sesuatu, bisa karena faktor keturunan, memang memiliki kemampuan mengingat atau belajar yang lemah, kondisinya sedang dalam keadaan stress atau tertekanatau bisa karena sulitnya berkonsentrasi (biasanya terjadi pada anak yang aktif). Sebagai orang tua, kita jangan hanya diam saja dan menyerah pada nasib. Kita harus membantu anak, meskipun bukan dengan cara memaksa mereka untuk bisa mengingat. Namuan kita harus membimbingnya agar anak mengalami perkembangan yang berarti. Bagaimana caranya? Berikut tips-tips dari Kak Zepe:
1.Melatih Anak Untuk Fokus Melatih anak untuk bisa focus, bukan berarti memaksa anak untuk memperhatikan apa yang kita jelaskan. Hal yang terpenting disini adalah memberikan sesuatu yang menarik, sehingga anak bisa dengan senang hati memperhatikan apa yang kita jelaskan.
2.Mengajarkan anak untuk terbiasa mengulang pelajaran Untuk tingkat anak usia dini, mungkin tidak banyak yang harus diingat. Namun setidaknya kita bisa memancingnya dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana,”Tadi bermain dengan siapa saja? Ada teman baru tidak? Namanya siapa teman barunya? Tadi belajar apa saja?“
3.Tidak Membanding-bandingkan Hindari membanding-bandingkan dengan anak yang lain, apalagi saudaranya sendiri. Hal ini bisa melemahkan semangat anak untuk belajar. Yang patut kita pahami disini adalah bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam hal mengingat sesuatu, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, ada yang bisa mengingat dengan cepat, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Karena ada kemungkinan anak mengalami “low memorizing” karena kurang perhatiannya kita sebagai orang tua, sehingga anak merasa terbebani disaat harus menghadapi segala masalahnya sendiri.
4.Mendampingi Anak Saat Menonton TV Sebelum anak menonton TV, pastikan kita tahu acara apa yang akan dia tonton. Kita juga harus berusaha memilihkan tontonan-tontonan yang mendidik pada anak. Bila di stasiun TV minim acara yang mendidik, kita bisa membelikan VCD di toko-toko penjualan CD. Setalah anak menonton TV, kita bisa menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan apa yang telah anak-anak tonton. Hal yang terpenting dalam poin ini, kita jangan terlalu lama membiarkan anak nonton sendirian. Sehingga beberapa hal yang belum anak-anak tahu tentang apa yang dia tonton bisa kita jelaskan. Dan bila anak bertanya sesuatu tentang apa yang dia tonton, kita bisa menjawabnya.
5.Mengenal Potensi Potensi setiap anak berbeda-beda. Sebagai orang tua kita harus peka dalam hal ini. Kita harus bisa memotivasi anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya, sehingga anak merasa memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan di depan orang tua, saudara, dan teman-temannya. Sehingga anak tidak merasa rendah diri karena memiliki kemampuan yang istimewa dan unik.
6.Memilihkan Sekolah Yang Tidak Meminta Anak Menghafal melulu Menghafal memang penting. Layaknya sebuah computer yang terlalu penuh dengan file-file yang terlalu banyak. Speed computer lama kelamaan akan menjadi semakin lemot. Demikian juga buah hati kita yang terlalu banyak disuruh menghafal, bisa menjadi stress dan memiliki kemampuan mengingat yang lemah.
Dan berikut ini adalah tips praktis penanganan bagi anak agar memiliki kemampuan mengingat yang baik:
1.Memberikan Pola Rutinitas Memberikan jadwal makan, tidur, bermain, belajar, dan aktivitas-aktivitas lainnya juga bisa memacu daya ingat anak. Anak-anak lama kelamaan bisa belajar secara mandiri apa yang yang harus dilakukan setelah selesai melakukan suatu aktivitas.
2.Memberikan Ruang Yang Tepat Berikan suasana yang kondusif bagi anak. Misalnya dengan menyediakan ruang perpustakaan dan ruang belajar yang terpisah dengan ruang tamu atau jauh dari suara bising, misalnya suara radio dan TV. Hal ini bisa memacu anak untuk bisa berkonsentrasi dengan baik.
3.Belajar menggunakan semua indra Guru yang mengajar secara konvensional (guru mengajar, anak didik memperhatikan) adalah suatu cara yang sudah ketinggalan jaman. Semakin banyak indra yang digunakan pada anak untuk belajar, maka anak akan semakin mudah mengingat sesuatu. Misalnya saat belajar tentang magnet. Kita bisa menjelaskan dahulu apa itu magnet, fungsinya, dan segala sesuatu tentang magnet. Setelah itu kita bisa menunjukkan magnet yang sebenarnya, dan pengaruhnya bia berdekatan dengan bermacam-macam benda. Sehingga selain belajar tentang magnet, anak-anak juga semakin banyak mengenal benda-benda yang lain.
4.Mengenal gaya belajar anak Anak memiliki gaya belajar yang bermacam-macam. Sebagai guru saya mengenal betul anak-anak saya. Ada yang merasa tertarik saat saya menjelaskan sesuatu dengan cara yang konvensional,, namun ada beberapa yang tidak tertarik. Namun saat saya menggunakan media berwarna atau menggunakan lagu, beberapa anak yang tadinya tidak tertarik, menjadi tertarik untuk memperhatikan. Macam gaya belajar anak antara lain: auditory (mendengar), visual (melihat), kinestetik (meraba), musical (mendengar music), action (bergerak), dan masih banyak lagi. Setelah kita memahami macam-macam metode belajar anak, kita jadi tahu bagaimana cara mengajar buah hati kita dengan sekreatif mungkin dan memberikan media-media pendukung yang memungkinkan semua metode belajar itu bisa digunakan. Meskipun anak lebih suka belajar secara auditory, bukan berarti mereka tidak suka belajar dengan cara visual. Karena hal yang menarik bagi anak adalah sesuatu yang baru. Sehingga variasi cara belajar sangat penting kita berikan pada sang buah hati.
5.Menggunakan Mind Mapping Mind Mapping adalah sebuah metode belajar modern yang memungkinkan anak untuk lebih mudah mengingat sesuatu. Dengan mind mapping, tulisan yang seharusnya ditulis menjadi 5 halaman, bisa diringkas menjadi 1 halaman dan bisa dihiasi dengan gambar-gambar yang menarik.
Bagaimana tips-tips dari Kak Zepe? Keren bukan? Nah… Sebagai Pencipta lagu, Kak Zepe ingin memberikan satu buah contoh lagu yang semoga bisa berguna buat buah hati anda dalam mengingat nama-nama hari dan bulan. Lagunya berjudul “Setiap Hari Bahagia”dan “Nama-Nama Bulan”
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Senam Otak dengan Jari Sambil Bernyanyi dan Mengenal Angka
Senam Otak sangatlah penting dilakukan anak-anak usia dini. Senam otak dipercaya bisa mengurangi agresivitas, stress, dan hiperaktifyang sering dialami oleh anak-anak usia dini. Semakin dini kita mengajarkan senam otak, maka akan semakin baik dampaknya pada tahap perkembangan lebih tinggi lagi. Bila anak-anak belum bisa melakukannya dengan benar, kita sebagai orang tua jangan terlalu memaksanya. Biasanya anak-anak bisa melakukan senam otak dengan baik pada usia 4 hingga 5 tahun. Dengan melakukan senam otak, maka otak akan berfungsi dengan lebih maksimal. Karena senam ini melibatkan bagian tubuh kanan dan kiri, maka dengan melakukan senam ini otak kanan dan kiri anak bisa bekerjasama dengan baik.
Kak Zepe mencoba menggunakan senam otak dengan iringan lagu. Mengapa? Supaya anak-anak bisa lebih fun dan pelajaran senam otak pun akan terasa lebih menari bagi anak-anak. Lagu yang biasa dipakai Kak Zepe adalah lagu “Senam Jari Angka”. Gerakan jari yang dilakukan sama dengan saat kita menghitung angka satu sampai sepuluh menggunakan jari. Mari kita perhatikan liriknya di bawah ini:
Satu dua, satu dua tiga Dua tiga, dua tiga empat Tiga empat, tiga empat lima Goyangkan tangan
Enam, tujuh, enam tujuh delapan Tujuh delapan, tujuh dlapan Sembilan Delapan Sembilan, delapan Sembilan sepuluh Goyangkan tangan
Bagaimana? Mudah bukan? Mari kita ajarkan kepada buah hati dan anak-anak didik kita. Oh iya, dengan malakukan senam otak atau senam jari ini, anak juga bisa berlatih pengenalan angka lho. Salam cinta lagu2anak
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Di dalamFORUM TK DAN PAUD Bunda Dwiana Pandanwangi menceritakan pengalaman beberapa anak didiknya yang tidak mau “berkotor-kotor.” Mereka selalu menghindari kegiatan yang bersifat “menjijikkan”, misalnya menggunakan lem, bermain tanah liat, bermain pasir, dll. Mereka tidak mau tangan mereka menjadi kotor. Hidup bersih dan sehat, sangat disarankan buat anak-anak. Namun bila terlalu bersih, sebenarnya itu juga tidak sehat. Mari kita simak sebuah artikel yang saya ambil di kaskus.us yang berjudul JANGAN BIARKAN ANAK TERLALU BERSIH di bawah ini:
Hasil penelitian tim peneliti School of Medicine di University of California, AS, seperti diberitakan Nature Medicine, Senin (23/11), menyebutkan, bakteri bernama Staphylococci yang hidup di kulit membentuk semacam jaringan yang mencegah peradangan ketika kita terluka. Bakteri itu juga mengurangi reaksi ketahanan tubuh yang berlebihan. Para pakar medis mengatakan, temuan tim peneliti itu memberikan penjelasan atas ”hipotesis kesehatan” yang menyebutkan jika tubuh dibiasakan menghadapi kuman sejak usia dini, maka kemungkinan besar tubuh akan menciptakan jaringan pelindung dari berbagai macam alergi.Selama ini ada pandangan bahwa obsesi masyarakat pada kebersihan sebenarnya mulai muncul ketika alergi merebak di negara-negara berkembang. ”Temuan ini bisa membantu kita untuk menemukan pendekatan yang baru untuk menangani penyakit-penyakit kulit yang menular,” kata pemimpin tim peneliti Richard Gallo.Juru bicara untuk lembaga Allergy UK mengatakan, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa tubuh sebenarnya akan menjadi lebih kebal jika kerap terekspos dengan kuman.
Nah… Lalu bagaimana caranya agar buah hati kita bisa hidup “agak kotor” namun tetap sehat? Saya akan memberikan sebuah pengalaman menarik dari Bunda Sufeini Setia, seorang Ibu yang berprofesi sebagai guru TK dan Pra TK. Kesaksian ini adalah sebuah kisah nyata yang pernah dialami buah hatinya. Dulu buah hati Bunda Sufeini juga tidak mau berkotor-kotor ria. Ide yang terlintas di dalam benak Bunda Sufeini adalah dengan cara membuat lem bersama. Bunda Sufeini mengajak anaknya untuk membuat lem yang berbahan tepung tapioka dan pewarna makanan. Beliau membiarkan anaknya untuk terlibat penuh dalam proses memasak lem tersebut. Setelah matang, sang anak sempat berkata,”Kok kayak makanan?” Lalu Bunda Sufeini mengatakan bahwa yang mereka masak bukanlah makanan, namun sebuah mainan. Setelah dingin, Bunda Sufeini memberikan kertas karton kepada buah hatinya, lalu membiarkan berkreasi sesukanya dengan lem tersebut. Pada saat bermain, sang anak sempet berkata “jijik”. Namun Bunda Sufeini menjelaskan,”Kalau sudah dimasak kenapa harus jiijk? Kalaupun tangan kita jadi kotor, nanti kan bisa cuci tangan supaya bersih.”
Hasilnya sangat positif, di sekolah, buah hati dari Bunda Sufeini ini sudah mau bermain menggunakan lem, pewarna, dll yang dulu menurutnya kotor dan jijik.
Itu hanyalah salah satu cara agar buah hati kita tidak “terlalu bersih”. Namun setiap anak tentu membutuhkan pendekatan dan metode yang berbeda-beda. Jadi tidak ada salahnya bila sekali-sekali kita bertanya kepada guru yang mengajak anak kita di sekolah tentang mau tidaknya anak kita melakukan permainan yang “berkotor-kotor”. Bila buah hati kita ternyata belum mau, mungkin kita bisa mencoba metode yang digunakan oleh Bunda Sufeini di atas, tentang bagaimana cara menanamkan di dalam pikiran anak bila kita tidak perlu takut “kotor”. Hmm… Saya jadi teringat sama anak-anak yang hidup di kampong nenek saya, banyak anak-anak yang dibiarkan tanpa celana merangkak di rumah yang lantainya adalah tanah (tanpa ubin), namun tetap terlihat sehat dan katanya jarang sakit. Ups… Tapi saya tidak menyarankan untuk ikut-ikutan mereka lho… Karena lingkungan tempat tinggal kita mungkin berbeda dengan mereka. Yang terpenting adalah jangan biarkan buah hati kita takut berkotor-kotor. (Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com)
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
“A part of speech that denotes existence, action or occurrence, verbs are more simply explained as “doing words”. Examples: the verb to be, rise, jump, have, carry, sing, run, lift. (Susan Whelan)”
shutterstock.com
Beberapa kata yang terpenting dalam pengertian kata “verb” atau“kata kerja” di atas adalah “action” atau gerakan dan “doing words” atau kata-kata yang bermakna melakukan. "Verb" dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai kata kerja, atau kata yang memiliki arti “melakukan sesuatu”.
Dalam bahasa Inggris, kata-kata yang biasa muncul sebagai kata kerja adalah “do” (melakukan / mengerjakan), “write” (menulis), “draw” (menggambar), “sing” (bernyanyi), “eat” (makan), “jump” (melompat), dan masih banyak lagi.Kata - kata tersebut adalah kata-kata yang biasa dilakukan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemilihan kata pun kita tidak boleh memilih kata-kata yang terlalu sulit, atau yang tidak biasa dilakukan atau dikatakan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Kali ini, saya tidak hanya mengajarkan arti dan contoh “verb” namun “verb + ing” (misalnya: doing, writing, drawing, singing, dll). Kata kerja ini biasanya terdapat setelah kata kerja bantu atau “linking verb”.
Misalnya:
He is walking.
She is walking.
It is walking.
I am walking.
We are walking.
You are walking.
They are walking.
Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang manfaat lagu “Chasing A Butterfly” dalam mempelajari kata kerja “verb – ing”.
Lirik Lagu “Chasing A Butterly” adalah sebagai berikut:
Variasi dari lagu ini adalah dengan mengubah lirik yang menggunakan kata pronoun + to be (yang sudah berkontraksi), yaitu “I’m” (berasal dari kata “I am”), menjadi “she’s”, “he’s”, “we’re”, “they,re”, “we’re”, “you’re”.
Variasi yang lain adalah dengan mengubah kata kerjanya (verb + ing), dengan kata kerja yang lain. Misalnya: “walking”, “flying”, “jumping”, “swimming”, “climbing”, “crawling”, dan kata-kata kerja sehari-hari / sederhana yang lain, dan yang bisa menggunakan gerakan. (Kak Zepe, Penulis Lagu2Anak).
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Pada waktu saya masih duduk di kelas 1 SD, saya pernah diminta oleh Ibu guru saya untuk membawa biji-bijian. Biji-bijian tersebut digunakan sebagai alat peraga pada saat ibu guru saya mengajarkan materi penjumlahan. Kami semua sangat senang karena dengan biji-bijian tersebut, saya menjadi lebih mudah dalam memahami materi pelajaran penjumlahan. Pada saat proses pengajaran, ibu guru saya berkata,”Sekarang ambil dua buah biji kacang merah kalian, dan pisahkan dari yang lain. Setelah itu, ambil tiga buah biji kacang merah lagi, dan satukan dengan dua buah biji kacang merah yang baru saja kalian ambil. Lali hitunglah berapa jumlahnya… .” Kami semua dengan bersemangat menghitung jumlah biji kacang merah yang baru saja kami pisahkan tersebut. Tentu saja hampir semua siswa menjawab dengan benar , karena kita semua tinggal menghitung jumlah biji satu persatu. Itulah sepenggal kisah yang menginspirasi saya untuk menciptakan lagu penjumlahan ini. Namun kali ini saya tidak menggunakan kacang merah, melainkan buah-buahan. Lagu ini berjudul “JUMLAH BUAH”. Lagunya bisa didengerin di SINI (Denger lagu JUMLAH BUAH) Lirik lagu tersebut seperti ini:
DUA BUAH JERUK KU BELI DI PASAR LIMA BUAH JERUK KU BELI DI TOKO KINI AKU PUNYA KINI AKU PUNYA TUJUH BUAH JERUK KU SIMPAN DI KULKAS Lagu ini akan sangat membantu anak dalam memahami penjumlahan. Bagi anak-anak yang terpenting adalah hafal terlebih dahulu. Dan yang terpenting di sini adalah cara menghafalkannya, yaitu menghindari PEMAKSAAN. Media lagu akan sangat membantu anak untuk memahami materi penjumlahan dengan langkah menghafalkan terlebih dahulu melalui media lagu anak-anak.
Lirik lagu di atas hanyalah contoh. Bila anda ingin menggunakan media lagu ini, anda bisa memulainya dengan angka yang lebih kecil. Misalnya:
SATU BUAH JERUK KU BELI DI PASAR DUA BUAH JERUK KU BELI DI TOKO KINI AKU PUNYA KINI AKU PUNYA TIGA BUAH JERUK KU SIMPAN DI KULKAS Agar anak-anak paham, biasanya anak-anak perlu hafal terlebih dahulu. Dan dengan media lagu, mereka bisa menghafalkan dengan cara menyanyikan lagu ini secara berulang-ulang, kapanpun dan dimanapun. Setelah anak-anak memahami kenapa satu buah jeruk ditambah dua buah jeruk jumlahnya adalah tiga buah jeruk, anda bisa mengubah angkanya menjadi angka yang lebih besar, bahkan sampai angka puluhan. Saran saya yang lain, saat menggunakan lagu ini dengan jumlah angka yang kurang dari 10 akan lebih baik bila kita juga mengajak anak-anak menggunakan jari mereka. Dan bila anda sudah menguasaiilmu jarimatika, tentu akan menjadi lebih mudah lagi. Karena angka puluhan pun kita bisa menggunakan jari kita. Menggunakan jari dalam memahami materi penjumlahan adalah hal yang menyenangkan dan memudahkan bagi anak-anak, apalagi sambil bernyanyi.
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Mengajar Bahasa Inggris, Materi Synonym (persamaan kata), dengan Lagu Anak
laughparty.com
Synonym merupakan salah satu materi pelajaran dalam bahasa Inggris yang penting. Synonym dalam bahasa Indonesia biasa disebut sinonim yang artinya persamaan kata. Kata-kata yang memiliki persamaan kata dalam bahasa Indonesia adalah besar dan agung, siswa dan murid, buku dan kitab, serta masih banyak ratusan kata yang lain.Dalam bahasa Inggris, kita tentu juga mengenal “synonym”, karena kata sinonim dalam bahasa kita, memang diserap dari kata Bahasa Inggris tersebut. Untuk memperkenalkan “synonym “ kepada anak-anak, akan lebih baik bila kita sudah mengajarkan “adjective” atau kata sifat kepada anak-anak (dengan lagu BIG BIG BIG). Karena di dalam bahasa Inggris, sebagian besar kata-kata bersinonim adalah kata-kata sifat, misalnya big dan large, small dan tiny, serta glad dan happy. Agar anak-anak lebih mudah memahami apa itu synonym, akan lebih baik bila kita meminta mereka untuk menyanyikan lagu CAT AND MOUSE. Untuk dengerin lagu ini, bisa klik di SINI (Denger lagu CAT dan MOUSE). Demikian liriknya:
Bagi anak-anak, tidak mudah mengetahui apa itu kata sifat (adjective). Mereka biasanya merasa rancu untuk memahami kata sifat, saat mereka berhadapan dengan kata keterangan (adverb). Namun dengan media lagu, saya berharapa anak-anak bisa menjadi lubah dalam memahami makna kata sifat dan kegunaanya. Lagu yang akan saya bahas pada saat ini adalah lagu BIG BIG BIG. Untuk mendengarkan lagu ini, anda bisa mengklik di SINI (Denger Lagu BIG BIG BIG). Lirik dari lagu tersebut adalah seperti ini: BIG BIG BIG, THE ELEPHANT IS BIG SMALL SMALL SMALL, THE ANTS ARE VERY SMALL LONG LONG LONG, THE SNAKE IS SO LONG. LOOK, THIS IS A WORM. THIS IS VERY SHORT. Pertama-tama, kita harus memperkenalkan kepada anak-anak bahwa lagu ini adalah ADJECTIVE SONG. Karena dari judul lagu ini menggunakan kata sifat, BIG (yang artinya besar). Kemudia dengan lagu ini, kita juga bisa mengingatkan anak-anak untuk mengingat beberapa kata sifat yang terdapat di dalam lagu BIG BIG BIG. Kata-kata tersebut adalah SMALL, LONG, SHORT. Dengan mengingat 4 kata sifat tersebut, maka anak-anak akan menjadi lebih mudah dalam memahami makna kata sifat dan bisa menyebutkan beberapa kata sifat yang lain di luar lagu ini. Variasi dari lagu ini adalah dengan menggambar seekor gajah atau binatang lain yang terdapat di dalam lagu ini, lalu meminta menyebutkan ciri-ciri dari binatang tersebut. Misalnya, gajah (elephant). Kita bisa meminta anak menyebutkan ciri-ciri dari bagian tubuh yang lain, dengan mencantumkan kata sifat sebelum bagian tubuh tersebut. Misalnya: It has SHARP tusk. It has ONE nose. It has CIRCLE eyes. Its has WIDE ears. It has BLACK fur. It has STRONG body.
Jawaban dari saya pribadi adalah iya, karena tanpa menghapal anak-anak tidak akan bisa mengembangkan ilmunya. Karena kata-kata bagi seorang anak adalah hal yang sangat penting. Semakin banyak kata yang dipahami oleh seorang anak, maka dia akan lebih mudah dalam memahami berbagai mata pelajaran. Misalnya anak tidak tahu / hapal nama binatang “gajah”, maka dia tidak akan tahu gading gajah itu apa, belalai itu apa, manfaat organ-organ tersebut apa, dan lain-lain. Namun bila anak sudah hapal kata “gajah” dan hapal bentuknya seperti apa, tentu akan lebih mudah untuk mengetahui hal-hal yang lain tentang binatang gajah. Memang benar, bila otak buah hati kita tidak seperti disket, CD, atau memory card, yang bisa digunakan untuk menyimpan apa saja yang kita kehendaki. Perbedaan antara peralatan tersebut dengan otak anak adalah dari proses atau cara menyimpan. Otak seorang anak memang tidak mungkin kita paksakan untuk menghafalkan sesuatu yang berat. Karena otak anak-anak akan bekerja lebih optimal saat mereka menggunakan otak bawah sadar mereka. Jadi alangkah lebih baik, pada saat anak kita menginjak usia di bawah 6 tahun, kita jangan terlalu memaksakan mereka untuk menghafalkan sesuatu. Kita harus mengenal metode tentang bagaimana anak-anak bisa lebih cepat menghafal.
Mengapa pada pelajaran Bahasa asing, kita sering menggunakan media flashcard sebagai media pembelajaran? Tidak lain karena anak-anak merasa senang saat mereka bisa belajar sambil bermain. Mereka juga bisa melihat gambar berwarna secara visual, sehingga mengoptimalkan kerja otak bawah sadar anak. Jangan sampai kita meminta anak usia dini untuk menghafal seperti anak-anak SD tingkat atas, SMP, SMU, dan jenjang pendidikan di atasnya. Karena anak usia dini masih membutuhkan sarana belajar sambil bermain pada saat mereka menuntut ilmu.
Permaianan kata (misalnya scramble), buku-buku cerita, dan berbagai permainan lain sebenarnya akan sangat menunjang anak untuk bisa mengenal dan hafal lebih banyak kata. Jangan lupa untuk selalu mendampingi mereka pada saat mereka menggunakan media-media belajar tersebut, supaya mereka lebih terpacu untuk mau belajar lebih banyak kata. Dan karena buah hati anda pasti akan banyak bertanya,”Ayah… gajah itu apa sih? Belalai itu apa? Gunanya apa? Dan pertanyaan-pertanyaan yang lain. Bila bukan kita yang menjawabnya, siapa lagi? Kecuali kalau buah hati anda sudah mengenal Mbah Google…. Hehehehe…
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
Permaian yang biasa dimainkan oleh anak-anak jaman dahulu, termasuk saya, dimana anak-anak bisa memutar sebuah tabung yang runcing pada bagian bawahnya, kemudian diputar dengan seutas tali. Untuk lebih lengkapnya, saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang permainan ini, yang bersumber di kumpulan.info. Gasing menggunakan mainan yang terbuat dari kayu berbentuk kerucut dan tali.
• Cara bermain: Memainkannya adalah dengan memutarnya, dengan cara melilitkan tali pada ujung kerucut, kemudian dilemparkan ke bawah sampai tali tertarik dan gasing berputar. Lemparan juga boleh diarahkan ke gasing lain agar terjatuh. Dibuat lingkaran untuk arena melemparkan gasing. Gasing yang berputar tidak boleh keluar dari lingkaran tersebut. Gasing yang berputar paling lama adalah pemenangnya.
Gasing merupakanpermaian tradisionalyang sudah dimainkan oleh anak-anak sejak jaman dahulu. Permaian ini biasanya dijual di tempat-tempat wisata atau di dalam sebuah acara pasar raya. Saya pribadi sangat menyukai permainan ini. Bagi kita mungkin permainan ini sangatkuno dan tidak menarik buat anak-anak. Namun jangan salah, anak-anak jaman sekarang justru sangat menggemari permainan ini. Pada jaman sekarang jarang sekali ditemukan permainan aktivitasyang bisa menarik perhatian anak-anak. Mereka lebih suka bermain Play Station atau Dream Cast, dan mesin game lainnya.
Namun seorang komikus yang berasal dari negeri sakura berhasil menarik kembali perhatian anak-anak untuk memainkan permainan ini. Bila anda mengikuti serial kartun “Bay Blade” tentu anda mengetahui alasan kenapaanak-anak menggemari permainanini. Lewat tokoh-tokoh kartun yang memainkan permainan gasing ini, seorang kartunis Jepang berhasil mengembalikan minat anak-anak pada permainan tradisional ini. Namun tentu saja permainan ini bentuknya mentah seperti gasing-gasing pada jaman dahulu. Permainan ini telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi “eye catching” bagi anak-anak. Anak-anak menjadi tertarik untuk memainkan permainan ini. Saya sendiri pernah melihat anak-anak dengan antusias memainkan permainan gasing ini pada sebuah papan, dan banyak anak-anak berkumpul mengitari papan tersebut.
Pada jaman dahulu mungkin kita juga pernah melakukannya. Biasanya kita berkompetisi dengan cara memutarkan sebuah kerucut, lalu menunggu gasing siapa yang paling lama berputar. Namun pada permainan “Bay Blade” ini, anak-anak bisa mengadu gasing mereka. Bagian paling menarik pada permaian gasing jaman sekarang ini adalah pada saat dua gasing saling berbenturan. Biasanya pada saat berbenturan, ada sebuah gasing yang tiba-tiba berhenti beputar, atau keluar dari arena. Kegemaran anak-anak pada permainan“Bay Blade” ini tentu saja juga sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokoh film kartun di dalam serial “Bay Blade” ini.
(Artikel Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak, Oleh kak Zepe, Pencpta Lagu Anak-anak)
Bulan Juni adalah bulan-bulan terakhir untuk tahun ajaran. Di bulan-bulan antara Mei sampai Juli, biasanya banyak sekali lowongan buat TK dan PAUD,khususnya lowongan buat guru atau pendidik PAUD. Hmm… Sebagai kepala sekolah atau pengelola PAUD, tentu anda punya tips-tips tersendiri dalam memilih calon guru bagi anak-anak didiknya.Apa saja ya? Selain persyaratan secara akademis dan pengalaman, ada salah satu syarat yang tidak tertulis, namun harus dimiliki oleh setiap pendidik atau guru TK dan PAUD. Seorang guru TK dan PAUD harus kreatif. Kenapa?
1. Tidak membosankan Guru yang kreatif biasanyatidak membosankan.Tidak membosankan bagi anak didik, dan tentu saja bagi sesame rekan kerja. Karena guru yang kreatif biasanya kaya akan ide. Dia tidak hanya mengajar berdasarkan kurikulum atau materi yang sudah ditetapkan oleh sekolah, namun bisa pula mengembangkannya. Sehingga proses transfer ilmu tidak melulu dengan cara yang sama, namun bisa bervariasi. Hal ini biasanya membuat anak didik menjadi tidak bosan dan tidak terbebani dengan materi pelajaran yang mereka terima, selalin itu bisa menjadi inspirasi bagi guru lain untuk berpikir kreatif juga.
2. Membentuk cirri khas sekolah Penemuan metode-metode pengajaran yang biasanya banyak dihasilkan oleh guru kreatif, akan membantu sekolah dalam menemukan ciri khasnya. Misalnya, ada seorang guru yang ahli dalam bidang menari, dan bisa menemukan sebuah metode menari sambil belajar membaca. Hal ini bisa menjadi salah satu kelebihan sekolah, dan bila terus dikembangkan dan dipertahankan bisa menjadi sebuah ciri khas sekolah. Ciri khas sekolah bisa menjadi kebanggaan dan kelebihan tersendiri, karena dengan adanya ciri khas yang ada di sebuah sekolah, maka sekolah tersebut menjadi mudah dikenal.
4. Banyak Relasi Guru yang kreatif biasanya tidak pernah menyerah dalam belajar sesuatu. Meskipun dia ahli dalam bidang kerajinan tangan, biasanya dia juga memiliki keinginan untuk belajar sesuatu yang baru. Hal ini memungkinkan guru kreatif untuk bergaul dengan banyak orang.Untuk apa? Tentu saja untuk bisa “berguru” dengan banyak orang, dan memperoleh ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang baru.
5. Tidak “melulu” Berorientasi Pada Uang Dalam Berkarya Bagi seorang guru yang kreatif, uang bukanlah tujuan utamanya. Yang menjadi tujuan utamanya dalam mengajar adalah mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Dari segala tugas yang dia terima dan dia laksanakan dia akan lebih berorientasi pada uang yang akan dia dapat, melainkan pengalaman yang dia dapatkan. Dia tidak akan bertanya,”Dengan melakukan ini, aku dapet uang berapa?” Namun dia akan berkata,”Aku sangat bersyukur karena bisa mendapatkan pengetahuan yang baru dengan melakukan tugas ini.”
Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menjadi guru yang kreatif? Bila anda adalah sebuah pengelola TK dan PAUD, sudahkah anda memiliki pendidik yang kreatif?
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com
(Tips Pendidikan Kretaif, Tips Melukis, Metode Pengajaran Anak, Cara Melatih Anak, Langkah Anak Nulis,TK dan PAUD)
Mengajar anak-anak menulis dan menggambar itu gampang-gampang susah. Akan menjadi susah bila kita tidak tahu prosesnya. Kemampuan motorik anak-anak, tentu saja tidaklah sama dengan orang dewasa. Sebelum mereka diberikan pelajaran menulis atau menggambar, akan lebih baik bila mereka dilatih kemampuan motoriknya. Kemampuan motorik seorang anak akan lebih cepat terbentuk bila mereka kita latih untuk melakukan sesuatu yang mereka suka. Coba kita bayangkan pada diri kita, pada saat kita melakukan sesuatu yang tidak kita suka. Terkadang jari-jari kita malah menjadi lemas dan seakan-akan tidak mempunyai kekuatan. Bak seorang Superman yang sedang menggenggam sebuah Cryptonite. Namun bila kita melakukan sesuatu yang kita suka, kita terkadang menjadi lupa, dan bahkan bisa jadi lupa makan.
1.Mewarnai Melatih anak mewarnai bisa dimulai dengan mengajak anak-anak mewarnai gambar-gambar bentuk, agar tidak terlalu rumit. Konsentrasi anak bukan pada ketebalan atau kecepatan mewarnai, melainkan pada keindahan. Selalu ingatkan pada anak didik anda agar warna jangan sampai keluar dari garis batas.
2.Menebalkan Gambar Menebalkan gambar ini bisa bermacam-macam. Bentuk gambarnya harus bergaris-garis, atau bertitik-titik. Tugas anak adalah menghubungkan tiap titik atau garis ke titik atau garis berikutnya sehingga membentuk gambar yang jelas. Kalau bisa gambar yang dipilih adalah gambar yang sesuai dengan kesukaan anak. Misalnya, anak yang suka tokoh kartun doraemon, berikanlah gambar Doraemon. Hal ini akan memacu anak untuk menghasilkan karya yang indah.
3.Merobek Kertas Tujuan dari kegiatan ini adalah untukmelatih motorik halus anak.Anda bisa melatih anak untuk merobek-robek kertas menjadi serpihan yang paling kecil. Cara merobek kertas bisa dengan gunting atau dengan peralatan yang lain. Yang perlu diingat adalah, bila anda kita meminta anak untuk menyobek-nyobek kertas dengan benda tajam, kita harus memberikan perhatian yang lebih ekstra.
4.Mencat Tembok Untuk bisa melakukan aktivitas ini, kita harus memiliki sebuah tembok khusus untuk corat-coret anak. Peralatan yang lain adalah cat putih (harganya yang murah saja), yang akan digunakan untuk mengecat ulang, bila tembok tempat anak-anak mencorat-coret sudah penuh atau ingin diganti dengan gambar yang baru.
5.Mengecat Barang-barang Bekas Kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas sebagai sarana melatih motorik anak. Kita bisa meminta anak untuk mewarnai barang-barang bekas. Usahakan barang-barang bekas tersebut sudah dibersihkan dan tahu asal-usul dari barang-barang bekas yang digunakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari anak-anak terserang bibit penyakit.
Sebelum seseorang dilatih untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang handal, tentu dia harus dilatih cara berlari, melompat, atau melakukan hal-hal diluar permainan sepak bola, misalnya push up, sit up, dan lain-lain. Hal itu dilakukan agar otot-otot mereka terlatih dahulu sebelum bermain sepak bola yang sesungguhnya. Begitu juga dengan melatih anak untuk menulis dan menggambar. Kita juga harus tahu cara melatih motorik mereka, agaranak tidak hanya bisa menulis dan menggambar, namun juga bisa menulis dan menggambar dengan indah.
Silakan mempublikasikan Artikel Ini dengan mencantumkan "Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com"