• PEMASANGAN INDIHOME TRIPLE PALY (3P)

    Telp: 0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • PEMASANGAN INDIHOME MEDAN (3P)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • FIBER TO THE HOME (FTTH)

    0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • INTERNET ON FIBER (INDIHOME MEDAN)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

Tampilkan postingan dengan label Metode Pengajaran Kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Pengajaran Kreatif. Tampilkan semua postingan

Membuat Es Lilin Tanpa Menggunakan Lemari Es (Kreatifitas Guru / Pendidik PAUD dan TK tema Air)



Kak Anita Tania
Anak-anak usia dini  biasanya  paling suka bermain  dan belajar sesuatu  yang  berhubungan dengan  air. Kak  Anita Tania, salah  satu pendidik anak usia dini  yang tinggal di kota malang, telah  mengajarkan kepada anak-anak didiknya untuk  belajar membuat es lilin tanpa menggunakan  lemari es. Wow…  Menari bukan?  Tentu anda menjadi penasaran,  bagaimana cara membuatnya?
Bahan-bahan  yang  digunakan sangat mudah  didapatkan, yaitu plastik  panjang (yang biasa  digunakan  sebagai  pembungkus  es  lilin, beberapa  bongkah  es, sebuah baskom, garam  kasar (1-2 bungkus), dan sebotol sirup. Dan inilah cara pembuatannya, yang  telah  dikutip dari  FORUM TK DAN PAUD:



1. Larutkan sirup dengan air matang kemudian air larutan tsb masukkan ke dlm kantong plastik   kecil (kantong plastik es lilin).

2. Siapkan baskom ukuran sedang

3. Siapkan bongkahan es batu

4. siapkan garam kasar 1-2 bungkus.

5. bongkohan es batu di dihancurkan sehingga menjadi bongkahan kecil2.

6. Kemudian bongkahann tersebut masukkan ke  dalam baskom (setengah baskom saja)

7. Lanjunkan dengan memasukkan garam ke dalam baskom (Setengah bungkus saja).

8. Kemudian larutan yang sudah di bungkus plastik kecil-kecil tadi diletakkan juga di dalam baskom (diatas es batu))

9. Lanjutkan dengan memasukkan sisa es batu yang belum di masukkan ke dalam baskom di atas larutan es lilin yang sudah di bungkus plastik.

10. Diteruskan dengan memasukkan garam lagi.

11. Putar dan goyang baskom sampai larutan sirup yg berada di dlm plastik mengeras kira-kira
10-15mnitan

12. Dan jadi deh….
Bila anda gagal dalam pembuatan dan ingin tanya secara langsung  kepada ahlinya, silakan klik Kak Anita Tania (jangan lupa aktifkan akun FB anda dulu ya…. ).




Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Boneka Jari Dari Cangkang Telur Ala Bunda Nisa - (Kreasi Telur Ayam )


Kegiatan  mendongeng  adalah kegiatan yang sangat digemari oleh  anak-anak TK dan PAUD. Selain  menyenangkan,  kegiatan mendongeng  dipercaya  sangat  bermanfaat bagi kecerdasan anak,  khususnya kecerdasan  bahasa. Namun  kegiatan  mendongeng  tidak  akan menarik bila tanpa menggunakan  alat  peraga. Alat  peraga yang  murah namun mudah dibuat dan digunakan tentu akan menjadi  pilihan bagi  pendidik  dimana  pun, termasuk  orang  tua. Bunda  Nisa,  salah  seorang  pendidik  PAUD,  membuat  alat  peraga kegiatan mendongeng  dengan  cangkang  telur. Bagaimana cara  membuatnya? Mari  kita ikuti TIPS di bawah  ini.



Bahan-bahan yang  digunakan tentu sangat  mudah  ditemukan. Bahan utamanya  adalah  cangkang telur. Kemudian  untuk  membuat  mata, kita  bisa memakai  mata boneka-bonekaan.  Untuk  mulutnya kta bisa  melukisnya dengan spidol. Untuk bagian rambut, kita bisa memakai  benang  wool untuk  membuat  rambut palsu. Nah…  setelah bagian wajah  dan rambut selesai,  kita bisa  melubangi bagian bawah  telur. Kita masukkan jari  kita  ke dalam  lubang,  sehingga bisa berfungsi sebagai leher.  Mau bertanya-tanya langsung  pada ahlinya? Aktifkan akun facebook anda, lalu klik Bunda Nisa.

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Bila Anak Sulit menghafal / Melatih Daya Ingat Anak (Pemanfaatan Lagu Anak "Nama HARI" dan "Nama-nama Bulan" Karya Kak Zepe Pencipta Lagu Anak)



Tidak semua anak pandai  menghafal. Ada banyak faktor yang  menyebabkan anak sulit untuk menghafal  sesuatu, bisa karena faktor keturunan, memang memiliki kemampuan mengingat  atau belajar yang  lemah, kondisinya sedang  dalam keadaan stress atau  tertekan atau bisa karena sulitnya berkonsentrasi (biasanya  terjadi  pada anak yang  aktif). 
Sebagai orang  tua, kita jangan hanya  diam saja dan menyerah pada nasib. Kita harus  membantu anak, meskipun bukan dengan cara memaksa mereka untuk bisa mengingat. Namuan kita  harus membimbingnya agar anak mengalami perkembangan yang  berarti.  Bagaimana caranya? Berikut tips-tips dari  Kak Zepe:

1. Melatih  Anak Untuk Fokus
Melatih anak untuk bisa  focus, bukan berarti  memaksa anak untuk memperhatikan apa yang kita jelaskan. Hal yang terpenting disini adalah memberikan sesuatu yang  menarik, sehingga anak bisa dengan senang  hati memperhatikan apa yang kita jelaskan.



2. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengulang pelajaran
Untuk tingkat  anak usia  dini, mungkin tidak banyak yang  harus diingat. Namun setidaknya kita bisa memancingnya dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana,”Tadi  bermain dengan siapa saja? Ada teman baru  tidak? Namanya siapa teman barunya? Tadi  belajar apa saja?“

3. Tidak Membanding-bandingkan
Hindari membanding-bandingkan dengan anak yang lain, apalagi saudaranya sendiri. Hal ini bisa melemahkan semangat  anak untuk belajar. Yang patut kita pahami disini adalah bahwa setiap  anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam hal mengingat  sesuatu, setiap  anak memiliki kemampuan yang  berbeda-beda, ada yang bisa mengingat  dengan cepat, ada juga yang  membutuhkan waktu lebih lama. Karena ada kemungkinan anak mengalami “low memorizing” karena kurang  perhatiannya kita sebagai orang tua, sehingga anak merasa terbebani disaat  harus menghadapi  segala masalahnya sendiri.

4. Mendampingi Anak Saat  Menonton TV
Sebelum anak menonton TV, pastikan kita tahu acara apa yang  akan dia tonton. Kita juga harus berusaha memilihkan tontonan-tontonan yang  mendidik pada anak. Bila di stasiun TV minim acara yang  mendidik, kita bisa membelikan VCD di toko-toko penjualan CD. Setalah anak menonton TV, kita bisa menanyakan beberapa hal yang  berhubungan dengan apa yang  telah anak-anak tonton. Hal yang terpenting dalam poin ini, kita jangan terlalu  lama membiarkan anak nonton sendirian. Sehingga  beberapa  hal yang  belum anak-anak tahu  tentang  apa yang  dia tonton bisa kita jelaskan. Dan bila anak bertanya sesuatu tentang  apa yang  dia tonton, kita bisa menjawabnya.

5. Mengenal  Potensi
Potensi setiap  anak berbeda-beda. Sebagai orang tua kita harus peka dalam hal ini. Kita  harus bisa memotivasi  anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya, sehingga anak merasa memiliki  sesuatu yang bisa dibanggakan di depan orang  tua, saudara, dan teman-temannya. Sehingga anak tidak merasa rendah  diri karena memiliki kemampuan yang  istimewa dan unik.

6. Memilihkan Sekolah Yang  Tidak Meminta  Anak Menghafal melulu
Menghafal memang  penting. Layaknya sebuah computer yang  terlalu  penuh  dengan file-file yang  terlalu banyak. Speed computer lama kelamaan akan menjadi semakin lemot. Demikian  juga buah hati kita  yang  terlalu banyak disuruh menghafal, bisa menjadi  stress dan memiliki  kemampuan mengingat  yang  lemah.

Dan berikut  ini adalah tips praktis penanganan bagi anak agar memiliki  kemampuan mengingat  yang  baik:

1. Memberikan Pola Rutinitas
Memberikan jadwal makan,  tidur, bermain, belajar, dan aktivitas-aktivitas lainnya juga bisa memacu  daya ingat  anak. Anak-anak lama kelamaan bisa belajar secara mandiri  apa yang  yang harus dilakukan setelah selesai  melakukan suatu aktivitas.

2. Memberikan Ruang  Yang  Tepat
Berikan suasana yang kondusif bagi anak. Misalnya dengan menyediakan ruang  perpustakaan dan ruang belajar yang  terpisah  dengan ruang tamu  atau  jauh dari  suara bising, misalnya suara radio dan TV. Hal ini bisa memacu anak untuk bisa berkonsentrasi  dengan baik.


3. Belajar menggunakan semua  indra
Guru yang mengajar secara konvensional (guru mengajar, anak didik memperhatikan) adalah suatu cara yang  sudah ketinggalan jaman. Semakin banyak indra yang  digunakan pada anak untuk belajar, maka anak akan semakin mudah mengingat  sesuatu. Misalnya saat belajar tentang  magnet. Kita bisa menjelaskan dahulu  apa itu  magnet, fungsinya, dan segala sesuatu  tentang  magnet. Setelah itu kita bisa menunjukkan magnet yang  sebenarnya, dan pengaruhnya bia berdekatan dengan bermacam-macam benda. Sehingga selain belajar tentang  magnet, anak-anak juga semakin banyak  mengenal benda-benda yang  lain.


4. Mengenal  gaya belajar anak
Anak memiliki gaya belajar yang  bermacam-macam. Sebagai guru saya mengenal betul anak-anak saya. Ada yang  merasa tertarik saat saya menjelaskan sesuatu dengan cara yang konvensional,, namun ada beberapa yang tidak tertarik. Namun saat saya menggunakan media berwarna atau menggunakan lagu, beberapa anak yang  tadinya  tidak  tertarik, menjadi  tertarik untuk memperhatikan.  Macam gaya  belajar anak antara lain: auditory (mendengar), visual (melihat), kinestetik (meraba), musical (mendengar music), action (bergerak), dan masih banyak lagi. Setelah kita memahami macam-macam metode belajar anak, kita jadi  tahu bagaimana cara mengajar buah hati kita dengan sekreatif mungkin dan memberikan media-media pendukung yang  memungkinkan semua metode belajar  itu bisa digunakan. Meskipun anak lebih suka belajar secara auditory, bukan berarti mereka tidak suka belajar dengan cara visual. Karena hal  yang  menarik  bagi anak adalah sesuatu  yang baru. Sehingga variasi  cara belajar sangat   penting kita berikan pada  sang  buah hati.



5. Menggunakan Mind Mapping
Mind Mapping adalah sebuah metode belajar modern yang  memungkinkan anak untuk lebih mudah  mengingat  sesuatu. Dengan mind mapping, tulisan yang  seharusnya  ditulis  menjadi 5 halaman, bisa diringkas menjadi  1 halaman dan bisa dihiasi dengan gambar-gambar yang menarik.




 Bagaimana tips-tips dari Kak Zepe? Keren bukan? Nah… Sebagai Pencipta lagu, Kak Zepe ingin memberikan satu buah contoh  lagu yang semoga bisa berguna buat  buah hati anda dalam mengingat  nama-nama hari dan bulan. Lagunya berjudul “Setiap  Hari Bahagia” dan Nama-Nama Bulan”









Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Senam Otak Menggunakan Jari Sambil Bernyanyi dan Belajar Mengenal Angka (Pemanfaatan Lagu Anak Karya Kak Zepe Untuk Pendidikan Anak USia Dini dan Taman Kanak-kanak)



Senam Otak dengan Jari  Sambil Bernyanyi dan Mengenal Angka




Senam Otak sangatlah penting dilakukan anak-anak usia dini. Senam otak dipercaya bisa mengurangi agresivitas, stress, dan hiperaktif yang sering dialami oleh anak-anak usia dini. Semakin dini kita mengajarkan senam otak, maka akan semakin baik dampaknya pada tahap perkembangan lebih tinggi lagi. Bila anak-anak belum bisa melakukannya dengan benar, kita sebagai orang tua jangan terlalu memaksanya. Biasanya anak-anak bisa melakukan senam otak dengan baik pada usia 4 hingga 5 tahun. Dengan melakukan senam otak, maka otak akan berfungsi dengan lebih maksimal. Karena senam ini melibatkan bagian tubuh kanan dan kiri, maka dengan melakukan senam ini otak kanan dan kiri anak bisa bekerjasama dengan baik.



Kak Zepe mencoba menggunakan senam otak dengan iringan lagu. Mengapa? Supaya anak-anak bisa lebih fun dan pelajaran senam otak pun akan terasa lebih menari bagi anak-anak. Lagu yang biasa dipakai Kak Zepe adalah lagu “Senam Jari Angka”. Gerakan jari yang dilakukan sama dengan saat kita menghitung angka satu sampai sepuluh menggunakan jari. Mari kita perhatikan liriknya di bawah ini:


Satu dua, satu dua tiga
Dua tiga, dua tiga empat
Tiga empat, tiga empat lima
Goyangkan tangan

Enam, tujuh, enam tujuh delapan
Tujuh delapan, tujuh dlapan Sembilan
Delapan Sembilan, delapan Sembilan sepuluh
Goyangkan tangan


Bagaimana?  Mudah bukan?
Mari kita ajarkan kepada buah hati dan anak-anak didik kita. Oh iya, dengan malakukan senam otak atau senam jari ini, anak juga bisa berlatih pengenalan angka lho.
Salam cinta  lagu2anak



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Kumpulan Info Dan Tips Pendidikan Kreatif (Pendidikan Anak Usia Dini, Psikologi Pendidikan Anak, Mengajar dan Mendidik Anak, TK dan PAUD)


98 Info Dan Tips Pendidikan Kreatif
(Kumpulan Tips Mendidik Anak Usia Dini)


1. Belajar Bahasa Inggris Sambil bernyanyi (Materi: Kata sifat)

2. Kumpulan Info dan Tips Parenting

3. Tips Menstimulasi Kecerdasan Anak

4. Agar Anak Tidak Mudah Cemas Saat Pelajaran

5. Tips Agar Anak DIdik Pandai dan Berani Bicara



6. Tehnik Dasar Bernyanyi

7. Tehnik Dasar Mendongeng



8. Tips Mencerdaskan Anak Dengan Bermain

9. Tanda-tanda Anak Didik Depresi / Stress

10. Belajar Dari Ki HAJAR DEWANTARA

11. Praktek Program HOME VISITING

12. Pentingnya HOME VISITING di Sekolah

13. Mengatasi ANak Didik Yang Suka Bohong

14. Mengatasi Anak Didik Yang Imajinatif

15. Mengolah Anak Aktif Menjadi Kreatif

16. Menasihati Anak Agar Mandiri dengan LAgu

17. Pengaruh Nada Bicara Guru dengan Penerimaan Anak

28. Guru dan Pendidikan Parenting

29. Kebiasaan Yang Harus Dihindari Anak

30. Aktivitas Yang mencerdaskan Anak

31. Perlunya Sikap Disiplin Pada Anak

32. Membentuk Anak Menjadi Kreatif

33. Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Anak

34. Daftar TK dan PAUD se-Indonesia

35.Anak Didik Mengalami Rasa Takut Berlebihan? Gimana Mengatasinya?

36. Anak Didik Masih Mau Ditemeni Orang Tua? Gimana Mengatasinya?

37. Memperlakukan Anak Penakut

38. Mengajarkan Perkalian Lewat Lagu JARI PERKALIAN

39. Metode Mengajar Matematika Kreatif

40. Metode Mengajar Angka Nol

41. Lagu Anak Tempo Dulu Yang Diplesetin, tapi Bermanfaat

42. Mengajar Anak-Anak Lewat Permainan Tradisional

43. Belajar Matematika Sambil Bermain 1

44. Ketebatasan Finansial Bukan Jadi Penghambat Sekolah Untuk Maju

45. Lagu Anak TK yang cocok dinyanyikan pada Hari Pertama Masuk Sekolah

46. Tips Terbaru Belajar Bahasa Inggris Lewat LAgu

47. Belajar, Bernyanyi, dan Menari (KOMPLIT DEH!)

48. Lagu BERDOA di awal pelajaran

49. Mengajar Moralitas Lewat LAgu Anak

50. Belajar Panca Indra Berbahasa Inggris Lewat LAgu

51. Belajar Kata Kerja dalam BAhasa Inggris Lewat lAgu

52. Yuk..Ingetin Anak Didik Kita tentang Pentingnya Sikat Gigi Dengan lAgu

53. Indahnya Kebunku, Indahnya Negeriku, Mari Bersatu

54. Mengajarkan Pentingnya Kebersihan Pada Anak Didik Dengan lAgu

55. I AM READY TO STUDY...lagu yang cocok dinyanyikan saat Awal Pelajaran

56. Lagu Anak tentang betapa senangnya punya banyak Teman

57. Tips Meniungkatkan Konsentrasi Anak Saat Belajar

58. Lagu Anak GAYA HIDUP SEHAT

59. Lagu Buat Belajar Penjumlahan

60. Cara Efektif Bermain Sambil Belajar

61. Link Situs Lagu Anak JADUL

61. Membukan PAUD di Rumah, Kenapa Tidak?

62. Manfaat Origami Bagi Anak TK dan PAUD

63..CaLisTung BUat Anak TK dan PAUD, Perlukah?

64. Forum Komuninasi TK dan PAUD se-Indonesia

65. Dana bantuan Diknas, Adakah?

66. Melatih Anak Menulis dan menggambar dengan "FUN"

67. Mau Buka Paud Di Rumah? Gampang....

68. Lirik Lagu Anak dan Lirik Lagu Dewasa

69. Daftar Lagu Anak KArya Kak Zepe terlengkap

70.Mengapa Guru Tk dan PAUD harus kretif?

71. Kumpulan Lirik Lagu Anak Jaman Dulu

72. Contoh Jingle Sekolah Karya Kak Zepe

73. Manfaat  gerak dan Lagu untuk Anak Usia Dini

74. 10 Kiat menjadi Guru Yang Kreatif

75. Pengaruh Lingkungan dan Selera Musik Anak

76. Arti / Makna Logo Paud

77. Gasing, Permainan Tradisional Yang Eksis di Jaman Moderen

78. Melatih Emosi Anak dengan media Gambar

79. Cara Menasihati dan Memperlakukan Anak yang Keras Kepala

80. Tips Mengajarkan Lagu Pendidikan Anak Usia Dini dan TK

 81. Lagu Anak Plesetan dari HUJAN  sebagai lagu Pendidikan

82. Lagu Dolanan Tradisional Bahasa Jawa dan Manfaatnya Kini

83. Tips Memberikan Materi Pelajaran Bahasa Inggris Anak

84. Manfaat Lagu Anak dan Permainan Anak

85. Belajar Metamorfosa (tema Alam) dengan Lagu Anak

86. 10 Tips Meningkatkan Kreatifitas Anak

87. Hafalan Buat Anak Usia Dini

88. 5 Penghambat   Kreatifitas Anak

89. Mengajar 3 Kata Ajaib (tolong, Maaf, Terima Kasih) dengan Lagu Anak

90. 10 Kesalahan Ortu Dalam Mendidik Anak

91. Sebab Perilaku Agrasif Anak dan Penanganannya

92. Pentingnya Lagu Anak di TK dan PAUD

93. Mengatasi Anak Cengeng yang Aktif

94. Mengajar Bahasa Inggris PRONOUN dengan Lagu  Anak

95. Saat  Anak Didik Merasa Jenuh Belajar


96. Pentingnya  Pelajaran Menulis Tanpa Menulis

96. Tips Guru Mengajar di Hari Pertama

97. Tips Mencegah Penculikan Di Sekolah

98. Cara Download Lagu Pendidikan PAUD dan TK



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Perlunya "Permainan Kotor" Buat Anak, (Alasan Anak Tidak Boleh terlalu Bersih, Pentingnya Bermain Dengan Pasir, Gaya Hidup Sehat Buat Anak, Macam Permainan Anak, Melatih Kekebalan Tubuh Pada Buah Buah Hati Di TK (Taman Kanak) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

Perlunya "Permainan Kotor"  Buat  Anak                


Di  dalam FORUM TK DAN PAUD Bunda Dwiana  Pandanwangi  menceritakan  pengalaman beberapa anak  didiknya yang  tidak  mau  “berkotor-kotor.” Mereka selalu  menghindari  kegiatan yang bersifat  “menjijikkan”,  misalnya menggunakan lem,  bermain tanah liat, bermain pasir, dll. Mereka tidak  mau  tangan mereka menjadi kotor. Hidup bersih  dan sehat,  sangat  disarankan buat anak-anak. Namun bila terlalu  bersih, sebenarnya itu   juga tidak  sehat. Mari  kita simak sebuah  artikel yang  saya  ambil  di kaskus.us yang  berjudul JANGAN BIARKAN ANAK  TERLALU  BERSIH  di bawah  ini:


  Hasil penelitian tim peneliti School of Medicine di University of California, AS, seperti diberitakan Nature Medicine, Senin (23/11), menyebutkan, bakteri bernama Staphylococci yang hidup di kulit membentuk semacam jaringan yang mencegah peradangan ketika kita terluka.
 Bakteri itu juga mengurangi reaksi ketahanan tubuh yang berlebihan. Para pakar medis mengatakan, temuan tim peneliti itu memberikan penjelasan atas ”hipotesis kesehatan” yang menyebutkan jika tubuh dibiasakan menghadapi kuman sejak usia dini, maka kemungkinan besar tubuh akan menciptakan jaringan pelindung dari berbagai macam alergi. Selama ini ada pandangan bahwa obsesi masyarakat pada kebersihan sebenarnya mulai muncul ketika alergi merebak di negara-negara berkembang. ”Temuan ini bisa membantu kita untuk menemukan pendekatan yang baru untuk menangani penyakit-penyakit kulit yang menular,” kata pemimpin tim peneliti Richard Gallo. Juru bicara untuk lembaga Allergy UK mengatakan, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa tubuh sebenarnya akan menjadi lebih kebal jika kerap terekspos dengan kuman.  
                Nah… Lalu bagaimana  caranya agar  buah  hati  kita  bisa  hidup  “agak  kotor”  namun tetap  sehat? Saya  akan memberikan sebuah  pengalaman menarik  dari Bunda Sufeini  Setia,  seorang  Ibu yang berprofesi  sebagai  guru  TK  dan Pra  TK. Kesaksian  ini  adalah  sebuah  kisah  nyata yang pernah dialami  buah hatinya. Dulu  buah  hati  Bunda  Sufeini  juga tidak  mau  berkotor-kotor  ria. Ide yang  terlintas di dalam benak  Bunda Sufeini  adalah  dengan cara membuat  lem bersama. Bunda Sufeini  mengajak anaknya  untuk  membuat  lem yang berbahan tepung tapioka dan pewarna makanan.  Beliau  membiarkan anaknya  untuk terlibat   penuh  dalam  proses memasak  lem tersebut.  Setelah  matang, sang anak sempat  berkata,”Kok kayak  makanan?” Lalu Bunda  Sufeini mengatakan bahwa yang mereka masak  bukanlah  makanan,  namun  sebuah  mainan. Setelah  dingin, Bunda Sufeini  memberikan kertas  karton  kepada buah  hatinya, lalu  membiarkan berkreasi  sesukanya dengan lem  tersebut. Pada saat  bermain,  sang anak sempet  berkata “jijik”. Namun Bunda Sufeini  menjelaskan,”Kalau sudah  dimasak kenapa  harus  jiijk? Kalaupun tangan kita jadi  kotor, nanti  kan bisa  cuci  tangan supaya bersih.”
Hasilnya  sangat  positif,  di sekolah, buah  hati  dari Bunda Sufeini ini  sudah  mau bermain  menggunakan lem,  pewarna, dll yang dulu  menurutnya  kotor dan jijik.

                Itu  hanyalah salah  satu  cara agar  buah  hati  kita  tidak  “terlalu  bersih”. Namun  setiap  anak tentu  membutuhkan pendekatan  dan  metode yang  berbeda-beda.  Jadi tidak ada salahnya bila sekali-sekali  kita  bertanya kepada guru  yang  mengajak  anak  kita  di sekolah tentang  mau tidaknya anak  kita  melakukan permainan yang “berkotor-kotor”. Bila buah hati kita ternyata  belum  mau,  mungkin  kita  bisa mencoba metode yang digunakan oleh  Bunda Sufeini  di  atas, tentang  bagaimana cara menanamkan di dalam  pikiran  anak  bila kita  tidak perlu  takut  “kotor”. Hmm… Saya  jadi  teringat  sama anak-anak   yang hidup  di  kampong  nenek  saya,  banyak  anak-anak  yang  dibiarkan  tanpa celana  merangkak  di  rumah  yang lantainya  adalah tanah (tanpa ubin),  namun tetap  terlihat sehat   dan katanya jarang  sakit. Ups… Tapi  saya tidak  menyarankan untuk ikut-ikutan mereka lho…  Karena lingkungan tempat  tinggal  kita mungkin berbeda  dengan mereka. Yang terpenting  adalah  jangan biarkan buah hati  kita takut  berkotor-kotor. (Kak Zepe,  lagu2anak.blogspot.com)


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Mengajar Bahasa Inggris Dengan Lagu Anak, Materi Kata Kerja "Verb - Ing" (English Is Fun By Children Song) - Kak Zepe


                
“A part of speech that denotes existence, action or occurrence, verbs are more simply explained as “doing words”. Examples: the verb to be, rise, jump, have, carry, sing, run, lift. (Susan Whelan)”



shutterstock.com


          Beberapa kata  yang  terpenting  dalam pengertian kata  “verb” atau“kata kerja” di  atas adalah  “action” atau gerakan dan  “doing  words” atau  kata-kata  yang bermakna  melakukan. "Verb" dalam bahasa  Indonesia  biasa  disebut  sebagai  kata  kerja, atau kata yang  memiliki arti  “melakukan sesuatu”.










          Dalam bahasa Inggris,  kata-kata yang biasa  muncul  sebagai kata  kerja adalah “do”  (melakukan  / mengerjakan),  “write” (menulis), “draw” (menggambar),  “sing” (bernyanyi),  “eat”  (makan),  “jump” (melompat),  dan  masih  banyak  lagi. Kata - kata tersebut  adalah kata-kata yang biasa dilakukan oleh anak-anak  dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemilihan kata  pun kita tidak boleh memilih kata-kata  yang terlalu sulit, atau  yang tidak biasa   dilakukan   atau  dikatakan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. 


          Kali ini, saya  tidak  hanya mengajarkan arti dan  contoh  “verb” namun “verb + ing” (misalnya: doing, writing, drawing, singing, dll). Kata kerja  ini biasanya terdapat  setelah  kata kerja bantu  atau “linking verb”.

Misalnya:

He  is  walking.
She  is walking.
It  is walking.
I  am walking.
We  are walking.
You are walking.
They are  walking.

Dalam  artikel  ini,  saya akan  membahas  tentang  manfaat lagu  “Chasing  A Butterfly”  dalam  mempelajari kata  kerja  “verb – ing”. 

Lirik Lagu “Chasing  A Butterly” adalah  sebagai   berikut:

I’m chasing  a butterfly.
I’m  chasing  in many ways.
I’m  running… Running…  running….  (Bisa  disertai  gerakan)
I’m  running… Running…  running…
To catch  the  butterfly

Lagu  di  atas  bisa  didengerin di  SINI (Lihat  Video  “CHASING  A BUTTERFLY”)

          Variasi  dari  lagu ini adalah dengan mengubah lirik  yang  menggunakan kata   pronoun  +  to be  (yang  sudah  berkontraksi),  yaitu   “I’m”  (berasal dari  kata  “I am”),  menjadi  “she’s”,  “he’s”,  “we’re”,  “they,re”, “we’re”,  “you’re”.  

          Variasi  yang lain adalah dengan mengubah  kata  kerjanya (verb +  ing),  dengan  kata  kerja  yang lain. Misalnya:  “walking”,  “flying”, “jumping”, “swimming”,  “climbing”, “crawling”,  dan kata-kata  kerja  sehari-hari  /  sederhana  yang  lain,  dan yang bisa  menggunakan gerakan. (Kak Zepe,  Penulis  Lagu2Anak).



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Mengajar Materi Penjumlahan Dengan Lagu Anak,JUMLAH BUAH, Untuk Anak Usia DINI dan Taman Kanak (PAUD dan TK) By Kak Zepe


         Pada waktu  saya   masih duduk di kelas  1  SD,  saya pernah  diminta oleh Ibu  guru  saya  untuk membawa  biji-bijian. Biji-bijian tersebut  digunakan sebagai  alat   peraga   pada saat  ibu  guru saya  mengajarkan materi  penjumlahan. Kami semua sangat senang karena dengan biji-bijian tersebut, saya  menjadi  lebih mudah dalam memahami materi pelajaran penjumlahan.

Pada  saat  proses  pengajaran,  ibu guru  saya berkata,”Sekarang  ambil  dua buah biji  kacang merah kalian,   dan pisahkan dari  yang lain. Setelah itu,  ambil  tiga buah biji kacang  merah  lagi,  dan satukan dengan dua buah biji  kacang merah yang baru  saja  kalian ambil.  Lali  hitunglah  berapa jumlahnya…  .” Kami  semua dengan bersemangat menghitung jumlah biji kacang merah yang baru saja kami pisahkan tersebut. Tentu  saja hampir semua siswa  menjawab dengan benar , karena  kita semua  tinggal menghitung jumlah biji satu  persatu.
Itulah sepenggal kisah  yang menginspirasi  saya  untuk menciptakan lagu penjumlahan ini. Namun kali ini saya  tidak menggunakan kacang merah, melainkan buah-buahan.  Lagu  ini berjudul  “JUMLAH BUAH”. Lagunya bisa  didengerin di SINI (Denger  lagu JUMLAH  BUAH) Lirik lagu tersebut seperti ini:

DUA BUAH  JERUK KU BELI DI  PASAR
LIMA BUAH JERUK  KU  BELI DI TOKO
KINI AKU PUNYA KINI  AKU PUNYA
TUJUH  BUAH  JERUK  KU SIMPAN DI KULKAS

Lagu ini akan sangat  membantu anak dalam memahami  penjumlahan. Bagi anak-anak yang terpenting  adalah hafal  terlebih dahulu. Dan yang terpenting di sini  adalah cara menghafalkannya,  yaitu  menghindari  PEMAKSAAN. Media  lagu akan sangat membantu  anak untuk memahami  materi  penjumlahan dengan langkah menghafalkan terlebih  dahulu melalui media lagu anak-anak.

Lirik  lagu di atas hanyalah contoh. Bila anda ingin menggunakan media lagu ini,  anda bisa memulainya dengan angka yang lebih kecil. Misalnya:

SATU BUAH  JERUK KU BELI DI  PASAR
DUA BUAH JERUK  KU  BELI DI TOKO
KINI AKU PUNYA KINI  AKU PUNYA
TIGA  BUAH  JERUK  KU SIMPAN DI KULKAS

Agar anak-anak paham,  biasanya  anak-anak perlu  hafal  terlebih  dahulu. Dan dengan media  lagu, mereka bisa menghafalkan  dengan cara menyanyikan lagu  ini  secara berulang-ulang, kapanpun dan dimanapun. Setelah  anak-anak  memahami kenapa satu  buah  jeruk  ditambah  dua buah jeruk jumlahnya adalah tiga buah  jeruk,  anda bisa mengubah  angkanya menjadi  angka yang  lebih  besar,  bahkan sampai  angka puluhan. Saran saya  yang lain,  saat  menggunakan lagu  ini  dengan jumlah  angka  yang kurang dari  10 akan lebih baik bila  kita juga mengajak anak-anak  menggunakan jari  mereka.  Dan bila anda sudah  menguasai  ilmu jarimatika, tentu akan menjadi lebih mudah lagi. Karena angka puluhan pun kita bisa menggunakan jari  kita. Menggunakan jari  dalam memahami materi penjumlahan adalah hal yang menyenangkan dan memudahkan bagi anak-anak, apalagi sambil bernyanyi.



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Mengajar Bahasa Inggris, Materi Synonym (persamaan kata), dengan Lagu Anak


Mengajar Bahasa  Inggris, Materi  Synonym (persamaan kata), 
dengan Lagu  Anak


laughparty.com



Synonym merupakan salah satu materi  pelajaran dalam bahasa  Inggris yang  penting. Synonym  dalam  bahasa  Indonesia biasa  disebut  sinonim  yang artinya persamaan kata. Kata-kata yang  memiliki persamaan kata dalam bahasa  Indonesia  adalah  besar  dan agung,  siswa dan murid,  buku  dan kitab,  serta  masih banyak  ratusan kata yang lain. Dalam  bahasa Inggris,  kita  tentu  juga  mengenal  “synonym”,  karena  kata  sinonim  dalam  bahasa kita, memang  diserap  dari  kata  Bahasa  Inggris  tersebut.  Untuk  memperkenalkan “synonym “ kepada anak-anak,  akan lebih  baik bila kita  sudah  mengajarkan
“adjective” atau kata  sifat kepada  anak-anak (dengan lagu BIG  BIG BIG). Karena di dalam  bahasa Inggris, sebagian besar  kata-kata bersinonim  adalah kata-kata sifat, misalnya big  dan large,  small  dan tiny,  serta glad  dan happy.
Agar anak-anak  lebih mudah memahami  apa  itu   synonym, akan lebih baik bila kita meminta   mereka untuk menyanyikan lagu CAT AND MOUSE. Untuk  dengerin lagu ini,  bisa klik  di  SINI (Denger lagu  CAT  dan MOUSE). 
Demikian liriknya:

A BIG cat eats a LARGE cake
A TINY mouse eats a SMALL cheese
And then they play together in the field
The cat feel so HAPPY
The mouse feels so GLAD

Mari  kita simak  kata-kata yang  berhuruf kapital. Kata – kata tersebut  ber-sinonim  atau memiliki persamaan kata. Setelah  meminta  anak-anak  menyanyikan lagu ini,  kita bisa memuai  pengajaran  kita dengan meminta  anak-anak menyebutkan kata-kata bersinonim yang lain.  Saya yakin,  anak-anak akan lebih mudah  dalam memahami materi  pelajaran ini, setelah mereka  beberapa kali  menyanyikan dan memberikan sedikit  pengajaran.\ (Kak Zepe,  Penulis Lagu Anak)
 


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Mengajarkan Bahasa Inggris Anak, Materi “Adjective” Atau “Kata Sifat Dengan Lagu TK dan PAUD (Untuk Taman Kanak dan Pendidikan Usia Dini) - by Kak Zepe


Mengajarkan Bahasa Inggris Materi “Adjective” Atau “Kata Sifat Dengan Lagu


animal.discovery.com


Bagi  anak-anak, tidak mudah mengetahui  apa itu kata  sifat (adjective). Mereka biasanya merasa rancu untuk  memahami kata sifat, saat  mereka berhadapan dengan kata keterangan (adverb). Namun dengan media lagu, saya berharapa anak-anak  bisa menjadi  lubah dalam memahami  makna kata sifat  dan kegunaanya. Lagu yang akan saya bahas pada saat  ini adalah lagu BIG BIG BIG. Untuk mendengarkan lagu ini, anda bisa mengklik di SINI (Denger Lagu BIG BIG BIG).  Lirik dari  lagu tersebut adalah seperti ini:

BIG BIG  BIG, THE ELEPHANT   IS BIG
SMALL SMALL SMALL, THE  ANTS ARE VERY SMALL
LONG  LONG LONG, THE SNAKE IS SO LONG.
LOOK, THIS IS A WORM. THIS IS VERY  SHORT.
Pertama-tama, kita harus memperkenalkan kepada anak-anak bahwa lagu ini adalah ADJECTIVE SONG. Karena dari  judul  lagu ini menggunakan kata sifat, BIG  (yang  artinya besar). Kemudia dengan lagu ini, kita juga bisa mengingatkan anak-anak untuk mengingat beberapa kata sifat  yang terdapat di dalam lagu BIG BIG BIG. Kata-kata tersebut  adalah SMALL, LONG, SHORT. Dengan mengingat 4 kata sifat tersebut, maka anak-anak akan menjadi  lebih mudah dalam memahami makna kata sifat dan bisa menyebutkan beberapa kata sifat yang lain di luar lagu ini.
Variasi dari lagu ini adalah dengan menggambar seekor gajah atau binatang lain yang terdapat di dalam lagu ini, lalu  meminta menyebutkan ciri-ciri dari binatang tersebut. Misalnya,  gajah (elephant).
Kita bisa meminta  anak menyebutkan ciri-ciri dari bagian tubuh yang lain, dengan mencantumkan kata sifat sebelum bagian tubuh tersebut.
Misalnya:
It  has SHARP tusk.
It  has ONE nose.
It has CIRCLE eyes.
Its  has WIDE ears.
It has BLACK fur.
It has STRONG body.

Nah… mudah bukan? Dengan sebuah lagu, kita bisa mengembangkan materi yang kita ajarkan namun tetap konsisten  pada suatu topik. Selamat  berkreasi. Salam cinta lagu2anak!! (Kak Zepe, Pencipta Lagu Anak).


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Hafalan Buat Anak Usia Dini? Pentingkah? (Manfaat menghapal kata-kata untuk anak usia dini)

 Hafalan Buat Anak Usia Dini? Pentingkah?



reflexstock.com
Jawaban dari saya pribadi adalah iya, karena tanpa menghapal anak-anak tidak akan bisa mengembangkan ilmunya. Karena kata-kata bagi seorang anak adalah hal yang sangat  penting. Semakin banyak kata yang  dipahami oleh seorang anak, maka dia akan lebih mudah dalam memahami berbagai mata pelajaran. Misalnya anak tidak tahu /  hapal nama binatang “gajah”, maka dia tidak akan tahu gading gajah itu apa, belalai itu apa, manfaat organ-organ tersebut  apa, dan lain-lain. Namun bila anak sudah hapal kata “gajah” dan hapal bentuknya seperti apa, tentu akan lebih mudah untuk mengetahui hal-hal yang lain tentang binatang gajah.

Memang benar, bila otak buah hati kita tidak seperti disket, CD, atau memory card, yang bisa digunakan untuk menyimpan apa saja yang kita kehendaki. Perbedaan antara peralatan tersebut dengan otak anak adalah dari proses atau cara menyimpan. Otak seorang anak memang tidak mungkin kita paksakan untuk menghafalkan sesuatu yang berat. Karena otak anak-anak akan bekerja lebih optimal saat mereka menggunakan otak bawah sadar mereka. Jadi alangkah lebih baik, pada saat  anak kita menginjak usia di bawah 6  tahun, kita  jangan terlalu memaksakan mereka untuk menghafalkan sesuatu. Kita harus mengenal metode tentang bagaimana anak-anak bisa lebih cepat menghafal.
   
Mengapa pada pelajaran Bahasa asing, kita  sering  menggunakan media  flashcard sebagai media pembelajaran? Tidak lain karena anak-anak merasa senang  saat mereka bisa belajar sambil bermain. Mereka juga bisa melihat  gambar berwarna secara visual, sehingga mengoptimalkan kerja otak  bawah sadar anak.  Jangan sampai kita meminta anak usia dini untuk menghafal seperti anak-anak SD tingkat  atas, SMP, SMU, dan jenjang pendidikan di atasnya. Karena anak usia dini masih membutuhkan sarana belajar sambil bermain pada saat mereka menuntut ilmu.

Permaianan kata (misalnya scramble), buku-buku cerita, dan berbagai permainan lain sebenarnya  akan sangat  menunjang anak untuk bisa mengenal  dan hafal lebih banyak kata. Jangan lupa untuk selalu mendampingi mereka pada saat mereka menggunakan media-media belajar tersebut, supaya mereka lebih terpacu untuk mau belajar lebih banyak kata. Dan karena buah hati anda pasti akan banyak bertanya,”Ayah… gajah itu apa sih? Belalai itu apa? Gunanya apa? Dan pertanyaan-pertanyaan yang lain. Bila bukan kita yang  menjawabnya, siapa lagi? Kecuali  kalau buah hati anda sudah mengenal  Mbah Google…. Hehehehe…



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Gasing, Permainan Anak Tradisional Di Era Modern (Tips Pendidikan Kratif Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak / TK)

Gasing, Permainan Anak Tradisional Di  Era  Modern

Tahukah anda permainan gasing? Ternyata permainan ini masih menjadi favorit bagi anak-anak jaman sekarang lho… Kok bisa ya? Sebelum berbicara lebih jauh, saya akan memperkenalkan permainan ini atau sekedar mereview kembali seluk beluk permainan gasing ini kepada anda.

Permaian yang biasa dimainkan oleh anak-anak jaman dahulu, termasuk saya, dimana anak-anak bisa memutar sebuah tabung yang runcing pada bagian bawahnya, kemudian diputar dengan seutas tali. Untuk lebih lengkapnya, saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang permainan ini, yang bersumber di kumpulan.info. Gasing menggunakan mainan yang terbuat dari kayu berbentuk kerucut dan tali.



• Cara bermain:
Memainkannya adalah dengan memutarnya, dengan cara melilitkan tali pada ujung kerucut, kemudian dilemparkan ke bawah sampai tali tertarik dan gasing berputar. Lemparan juga boleh diarahkan ke gasing lain agar terjatuh. Dibuat lingkaran untuk arena melemparkan gasing. Gasing yang berputar tidak boleh keluar dari lingkaran tersebut. Gasing yang berputar paling lama adalah pemenangnya.

Gasing merupakan permaian tradisional yang sudah dimainkan oleh anak-anak sejak jaman dahulu. Permaian ini biasanya dijual di tempat-tempat wisata atau di dalam sebuah acara pasar raya. Saya pribadi sangat menyukai permainan ini. Bagi kita mungkin permainan ini sangat kuno dan tidak menarik buat anak-anak. Namun jangan salah, anak-anak jaman sekarang justru sangat menggemari permainan ini. Pada jaman sekarang jarang sekali ditemukan permainan aktivitas yang bisa menarik perhatian anak-anak. Mereka lebih suka bermain Play Station atau Dream Cast, dan mesin game lainnya. 


Namun seorang komikus yang berasal dari negeri sakura berhasil menarik kembali perhatian anak-anak untuk memainkan permainan ini. Bila anda mengikuti serial kartun “Bay Blade” tentu anda mengetahui alasan kenapa anak-anak menggemari permainan ini. Lewat tokoh-tokoh kartun yang memainkan permainan gasing ini, seorang kartunis Jepang berhasil mengembalikan minat anak-anak pada permainan tradisional ini. Namun tentu saja permainan ini bentuknya mentah seperti gasing-gasing pada jaman dahulu. Permainan ini telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi “eye catching” bagi anak-anak. Anak-anak menjadi tertarik untuk memainkan permainan ini. Saya sendiri pernah melihat anak-anak dengan antusias memainkan permainan gasing ini pada sebuah papan, dan banyak anak-anak berkumpul mengitari papan tersebut. 


Pada jaman dahulu mungkin kita juga pernah melakukannya. Biasanya kita berkompetisi dengan cara memutarkan sebuah kerucut, lalu menunggu gasing siapa yang paling lama berputar. Namun pada permainan “Bay Blade” ini, anak-anak bisa mengadu gasing mereka. Bagian paling menarik pada permaian gasing jaman sekarang ini adalah pada saat dua gasing saling berbenturan. Biasanya pada saat berbenturan, ada sebuah gasing yang tiba-tiba berhenti beputar, atau keluar dari arena. Kegemaran anak-anak pada permainan “Bay Blade” ini tentu saja juga sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokoh film kartun di dalam serial “Bay Blade” ini.



Dengan kreatifitas kita, bukanlah hal yang tidak mungkin bagi kita untuk bisa menemukan sebuah model permainan baru yang diadopsi dari permainan tradisional. Negara kita banyak sekali memyimpan permainan tradisional yang kini jarang dan bahkan hampir tidak pernah dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang. Semoga dengan terinspirasi dari permaian “Bay Blade” atau gasing modern ini, kita satu saat bisa menemukan sebuah permainan modern yang menarik dan merupakan modifikasi dari sebuah permainan tradisional.



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Guru TK dan PAUD Harus Kreatif, Kenapa? (Artikel Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak, Oleh kak Zepe, Pencpta Lagu Anak-anak)

Guru TK dan PAUD Harus Kreatif, Kenapa? 
(Artikel Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak, Oleh kak Zepe, Pencpta Lagu Anak-anak)



Bulan Juni adalah bulan-bulan terakhir untuk tahun ajaran. Di bulan-bulan antara Mei sampai Juli, biasanya banyak sekali lowongan buat TK dan PAUD, khususnya lowongan buat guru atau pendidik PAUD. Hmm… Sebagai kepala sekolah atau pengelola PAUD, tentu anda punya tips-tips tersendiri dalam memilih calon guru bagi anak-anak didiknya. Apa saja ya? Selain persyaratan secara akademis dan pengalaman, ada salah satu syarat yang tidak tertulis, namun harus dimiliki oleh setiap pendidik atau guru TK dan PAUD. Seorang guru TK dan PAUD harus kreatif. Kenapa?


1. Tidak membosankan

Guru yang kreatif biasanya tidak membosankan. Tidak membosankan bagi anak didik, dan tentu saja bagi sesame rekan kerja. Karena guru yang kreatif biasanya kaya akan ide. Dia tidak hanya mengajar berdasarkan kurikulum atau materi yang sudah ditetapkan oleh sekolah, namun bisa pula mengembangkannya. Sehingga proses transfer ilmu tidak melulu dengan cara yang sama, namun bisa bervariasi. Hal ini biasanya membuat anak didik menjadi tidak bosan dan tidak terbebani dengan materi pelajaran yang mereka terima, selalin itu bisa menjadi inspirasi bagi guru lain untuk berpikir kreatif juga.

2. Membentuk cirri khas sekolah

Penemuan metode-metode pengajaran yang biasanya banyak dihasilkan oleh guru kreatif, akan membantu sekolah dalam menemukan ciri khasnya. Misalnya, ada seorang guru yang ahli dalam bidang menari, dan bisa menemukan sebuah metode menari sambil belajar membaca. Hal ini bisa menjadi salah satu kelebihan sekolah, dan bila terus dikembangkan dan dipertahankan bisa menjadi sebuah ciri khas sekolah. Ciri khas sekolah bisa menjadi kebanggaan dan kelebihan tersendiri, karena dengan adanya ciri khas yang ada di sebuah sekolah, maka sekolah tersebut menjadi mudah dikenal.

3. Menghemat Biaya / Pengeluaran Sekolah

Karena idenya dalam menemukan sesuatu, seorang guru yang kreatif ternyata juga bisa menghemat pengeluaran sekolah lho… . Kenapa? Karena dengan kreatifitas yang dia miliki, guru yang kreatif biasanya tahu cara memanfaatkan sesuatu yang “kurang bermanfaat.” Misalnya, tahu bagaimana cara mendaur ulang kertas untuk menjadi sebuah kerajinan tangan yang menarik.

4. Banyak Relasi

Guru yang kreatif biasanya tidak pernah menyerah dalam belajar sesuatu. Meskipun dia ahli dalam bidang kerajinan tangan, biasanya dia juga memiliki keinginan untuk belajar sesuatu yang baru. Hal ini memungkinkan guru kreatif untuk bergaul dengan banyak orang. Untuk apa? Tentu saja untuk bisa “berguru” dengan banyak orang, dan memperoleh ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang baru.

5. Tidak “melulu” Berorientasi Pada Uang Dalam Berkarya

Bagi seorang guru yang kreatif, uang bukanlah tujuan utamanya. Yang menjadi tujuan utamanya dalam mengajar adalah mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Dari segala tugas yang dia terima dan dia laksanakan dia akan lebih berorientasi pada uang yang akan dia dapat, melainkan pengalaman yang dia dapatkan. Dia tidak akan bertanya,”Dengan melakukan ini, aku dapet uang berapa?” Namun dia akan berkata,”Aku sangat bersyukur karena bisa mendapatkan pengetahuan yang baru dengan melakukan tugas ini.”

Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menjadi guru yang kreatif? Bila anda adalah sebuah pengelola TK dan PAUD, sudahkah anda memiliki pendidik yang kreatif?

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com


Melatih Anak Menulis dan Menggambar (Tips Pendidikan Kretaif, Tips Melukis, Metode Pengajaran Anak, Cara Melatih Anak, Langkah Anak Nulis,TK dan PAUD

Melatih Anak Menulis dan Menggambar 
(Tips Pendidikan Kretaif, Tips Melukis, Metode Pengajaran Anak, Cara Melatih Anak, Langkah Anak Nulis,TK dan PAUD)


Mengajar anak-anak menulis dan menggambar itu gampang-gampang susah. Akan menjadi susah bila kita tidak tahu prosesnya. Kemampuan motorik anak-anak, tentu saja tidaklah sama dengan orang dewasa. Sebelum mereka diberikan pelajaran menulis atau menggambar, akan lebih baik bila mereka dilatih kemampuan motoriknya.
Kemampuan motorik seorang anak akan lebih cepat terbentuk bila mereka kita latih untuk melakukan sesuatu yang mereka suka. Coba kita bayangkan pada diri kita, pada saat kita melakukan sesuatu yang tidak kita suka. Terkadang jari-jari kita malah menjadi lemas dan seakan-akan tidak mempunyai kekuatan. Bak seorang Superman yang sedang menggenggam sebuah Cryptonite. Namun bila kita melakukan sesuatu yang kita suka, kita terkadang menjadi lupa, dan bahkan bisa jadi lupa makan.

Begitu juga anak-anak. Anak-anak yang seharusnya masih diisi dengan dunia yang penuh keceriaan, jangan sampai mereka kehilangan dunia mereka karena “paksaan” dalam belajar. Ada beberapa hal yang bisa anda pilih untuk menguatkan motorik anak ini, yaitu:

1.Mewarnai
Melatih anak mewarnai bisa dimulai dengan mengajak anak-anak mewarnai gambar-gambar bentuk, agar tidak terlalu rumit. Konsentrasi anak bukan pada ketebalan atau kecepatan mewarnai, melainkan pada keindahan. Selalu ingatkan pada anak didik anda agar warna jangan sampai keluar dari garis batas.


2.Menebalkan Gambar

Menebalkan gambar ini bisa bermacam-macam. Bentuk gambarnya harus bergaris-garis, atau bertitik-titik. Tugas anak adalah menghubungkan tiap titik atau garis ke titik atau garis berikutnya sehingga membentuk gambar yang jelas. Kalau bisa gambar yang dipilih adalah gambar yang sesuai dengan kesukaan anak. Misalnya, anak yang suka tokoh kartun doraemon, berikanlah gambar Doraemon. Hal ini akan memacu anak untuk menghasilkan karya yang indah.

3.Merobek Kertas

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih motorik halus anak. Anda bisa melatih anak untuk merobek-robek kertas menjadi serpihan yang paling kecil. Cara merobek kertas bisa dengan gunting atau dengan peralatan yang lain. Yang perlu diingat adalah, bila anda kita meminta anak untuk menyobek-nyobek kertas dengan benda tajam, kita harus memberikan perhatian yang lebih ekstra.

4.Mencat Tembok

Untuk bisa melakukan aktivitas ini, kita harus memiliki sebuah tembok khusus untuk corat-coret anak. Peralatan yang lain adalah cat putih (harganya yang murah saja), yang akan digunakan untuk mengecat ulang, bila tembok tempat anak-anak mencorat-coret sudah penuh atau ingin diganti dengan gambar yang baru.

5.Mengecat Barang-barang Bekas

Kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas sebagai sarana melatih motorik anak. Kita bisa meminta anak untuk mewarnai barang-barang bekas. Usahakan barang-barang bekas tersebut sudah dibersihkan dan tahu asal-usul dari barang-barang bekas yang digunakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari anak-anak terserang bibit penyakit.

Sebelum seseorang dilatih untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang handal, tentu dia harus dilatih cara berlari, melompat, atau melakukan hal-hal diluar permainan sepak bola, misalnya push up, sit up, dan lain-lain. Hal itu dilakukan agar otot-otot mereka terlatih dahulu sebelum bermain sepak bola yang sesungguhnya. Begitu juga dengan melatih anak untuk menulis dan menggambar. Kita juga harus tahu cara melatih motorik mereka, agar anak tidak hanya bisa menulis dan menggambar, namun juga bisa menulis dan menggambar dengan indah.

Silakan mempublikasikan Artikel Ini dengan mencantumkan "Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com"