• PEMASANGAN INDIHOME TRIPLE PALY (3P)

    Telp: 0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • PEMASANGAN INDIHOME MEDAN (3P)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • FIBER TO THE HOME (FTTH)

    0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • INTERNET ON FIBER (INDIHOME MEDAN)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

Tampilkan postingan dengan label Metode Pengajaran Matematika Dengan Permainan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Pengajaran Matematika Dengan Permainan. Tampilkan semua postingan

Boneka Jari Dari Cangkang Telur Ala Bunda Nisa - (Kreasi Telur Ayam )


Kegiatan  mendongeng  adalah kegiatan yang sangat digemari oleh  anak-anak TK dan PAUD. Selain  menyenangkan,  kegiatan mendongeng  dipercaya  sangat  bermanfaat bagi kecerdasan anak,  khususnya kecerdasan  bahasa. Namun  kegiatan  mendongeng  tidak  akan menarik bila tanpa menggunakan  alat  peraga. Alat  peraga yang  murah namun mudah dibuat dan digunakan tentu akan menjadi  pilihan bagi  pendidik  dimana  pun, termasuk  orang  tua. Bunda  Nisa,  salah  seorang  pendidik  PAUD,  membuat  alat  peraga kegiatan mendongeng  dengan  cangkang  telur. Bagaimana cara  membuatnya? Mari  kita ikuti TIPS di bawah  ini.



Bahan-bahan yang  digunakan tentu sangat  mudah  ditemukan. Bahan utamanya  adalah  cangkang telur. Kemudian  untuk  membuat  mata, kita  bisa memakai  mata boneka-bonekaan.  Untuk  mulutnya kta bisa  melukisnya dengan spidol. Untuk bagian rambut, kita bisa memakai  benang  wool untuk  membuat  rambut palsu. Nah…  setelah bagian wajah  dan rambut selesai,  kita bisa  melubangi bagian bawah  telur. Kita masukkan jari  kita  ke dalam  lubang,  sehingga bisa berfungsi sebagai leher.  Mau bertanya-tanya langsung  pada ahlinya? Aktifkan akun facebook anda, lalu klik Bunda Nisa.

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Mengajar Matematika Kreatif Materi: Lebih dari ( > ) dan kurang dari ( < )

Metode Mengajar Matematika
Materi: Lebih dari ( > ) dan kurang dari ( < )

Mengajarkan bidang studi Matematika kepada anak-anak itu gampang-gampang susah. “Gampang” karena materi yang diajarkan masih sangt sederhana dan tentu saja kita sudah tahu caranya.
“susah” bila kita belum mengetahui metode yang efektif dan menyenangkan yang bisa kita gunakan untuk mengajar anak-anak. Mungkin ada sebagian dari kita bingung saat mengajarkan tanda “lebih dari”( dan “kurang dar
i ”. Dalam artikel ini saya akan mengajarkan sebuah metode kreatif dalam mengajarkan “lebih dari” dan “kurang dari” kepada anak-anak.

1. Memperkenalkan kata “lebih” kepada anak-anak
Anda bisa menggunakan proses ini dengan mengklik lagu yang telah saya ciptakan, yaitu BIG BIG BIG. Lirik lagu ini adalah demikian:

Nah… Setelah mengajak anak menyanyikan dan mempelajari lagu ini, anda bisa mengatakan bahwa gajah lebih besar daripada seekor semut. Kemudian anda ceritakan kepada anak didik bahwa ular lebih panjang daripada seekor cacing.

Setelah itu anda ceritakan bahwa ada seekor buaya yang suka memakan binatang yang ukurannya besar dan panjang. Pada saat itu dia melihat gajah dan semut. Lalu silakan anda bertanya kepada siswa,”Kira-kira…. Siapa yang akan dia makan?” Tentu saja siswa akan menjawab “Gajah”.

Lalu sang buaya melihat dua ekor binatang, yaitu ular dan cacing. Lalu bertanyalah kepada siswa,”Siapa yang akan dia makan?” Tentu saja siswa akan menjawab.”Ular!”

Nah… Di dalam pelajaran di atas anda bisa menggambarkan mulut buaya yang menganga dan siap memakan seekor gajah. Pada saat itu pula, anda bisa mengajarkan tanda “ > ” yang mewakili mulut buaya yang sedang menganga dan siap menerkam sang gajah. Lakukan hal yang sama kepada ular dan cacing.
Setelah siswa bisa membayangkan bahwa sang buaya yang rakus suka memakan binatang yang ukurannya lebih besar dan panjang, kita ikuti langkah selanjutnya.

2. Membandingkan jumlah suatu benda
Dalam poin ini, kita masih menggunakan tokoh si buaya yang rakus. Namun katakana kepada siswa bahwa kini sang buaya ingin memakan binatang dalam jumlah yang banyak. Gambarlah 3 ekor bebek dan 2 ekor tikus. Mintalah siswa untuk menghitung jumlah kedua binatang dan tuliskan angka yang menyebutkan jumlah binatang di bawah masing-masing binatang. Lalu katakan kepada siswa, “Kira-kira… Mana yang akan dimakan oleh sang buaya?” Biarkan siswa yang menjawab sendiri hingga siswa benar-benar mengerti bila buaya lebih suka memakan binatang dengan jumlah yang paling besar.

Anda bisa memvariasi jumlah binatang dan jenis binatang yang akan menjadi mangsa si buaya rakus, supaya pelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Setelah siswa benar-benar megerti, anda bisa menggunakan angka dan tanda matematika > dan <
3. Supaya anak bisa lebih mudah mengingat bahwa tanda < artinya adalah “ kurang dari”, saya akan memberikan sebuah tips .

Coba anda perhatikan langbang “<” yang mirp dengan huruf “k” bila kita menghapus garis vertical pada huruf tersebut. Dan huruf “k” inilah yang mewakili kata “kurang. Sehingga siswa bisa lebih mudah mengingat bahwa tanda “<” artinya adalah “kurang dari".

Bagaimana dengan tanda ">;" yang artinya lebih dari? Hmm..... Bila siswa sudah mengerti dan hafal kalau tanda "<" artinya kurang dari, tentu bukan hal yang sulit untuk mengingat tanda ">" yang artinya lebih dari. (Kak Zepe).

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Mengajar Angka Nol Bagi Anak-anak (Tips Mengajarkan Anak Angka Nol Dengan Cara Menyenangkan dan FUN)


Metode Mengajar Angka Nol



Angka nol adalah angka yang unik. Angka yang berada diantara bilangan positif dan bilangan negative. Angka nol melambangkan ketiadaan, atau kekosongan. Mungkin itulah kenapa kata “kosong” memiliki dua huruf “o”, sebuah huruf yang bentuknya bulat seperti angka “nol”. Berbicara mengenai angka “nol” saya akan mencoba memberikan beberapa metode pengajaran tentang bagaimana mengajar kan tentang angka “nol” atau “0” ini.

1. Belajar dari lingkungan sekitar

Di dunia ini banyak sekali benda yang bentuknya bulat. Maka ajaklah anak didik anda untuk sejenak berjalan keliling sekolah, tentang benda apa saja yang bentuknya bulat. Kegiatan ini bisa dimulai dari dalam kelas atau di dalam sekolah. Mungkin ada beberapa benda yang bentuknya bulat. Misalnya jam dinding, kaca mata, bola, hula-hop, tempat makanan, dan lain-lain. Untuk memastikan agar di dalam kelas ada beberapa benda yang bentuknya bulat, anda bisa mempersiapkan terlebih dahulu beberapa benda yang bentuknya bulat sebelum kelas dimulai.

2. Belajar dari alam
Mengapa saya memisahkan belajar dari alam dan belajar dari lingkungan? Karena saya hanya ingin membuatnya menjadi lebih spesifik. Dalam materi ini, belajar dari lingkungan adalah pada saat anak didik secara sepontan menunjuk benda yang berbentuk bulat di lingkungan mereka (di dalam sekolah / di dalam kelas). Di dalam belajar dari alam, kita bisa mengajak anak didik kita untuk pergi ke luar sekolah sambil mengamati alam. Kita bisa mengajak mereka berjalan-jalan di perkampungan yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Pada saat mereka berjalan-jalan, kita bisa meminta mereka untuk menemukan benda-benda yang bentuknya bulat, seperti matahari, tempat sampah, buah jeruk, ban sepeda, dan lain-lain.

3. Pemahaman visual grafis
Maksud dari pemahaman visual grafis adalah kita menjelaskan kepada anak didik kita tentang angka nol melalui media gambar. Dengan media gambar yang menarik, maka seorang anak akan lebih mudah menerima apa yang kita ajarkan. Saya memiliki sebuah ide untuk menggambar beberapa macam mahluk atau benda yang berbentuk bulat. Misalnya dengan menggambar seorang anak gundul sedang bermain bola di bawah sinar matahari. Ada seorang anak wanita yang sedang memegang donat dan permen lollipop berukuran besar. Anak wanita itu berada di dekat sebuah mobil yang memiliki roda yang bentuknya bulat. Setelah selesai menggambar, mintalah anak didik anda untuk meniru gambar yang telah anda buat, dan mewarnai benda-benda yang bentuknya mirip angka “nol” atau berbentuk bulat.

4. Pemahaman visual grafis plus berhitung
Dengan cara ini, saya akan menggambar lima ekor katak yang berada di dalam sebuah kolam berbentuk bulat. Lalu katak-katak itu pergi satu persatu (anda bisa mengajarkan pelajaran pengurangan). Bila anda ingin juga mengajarkan penjumlahan, anda bisa menambahkan jumlah katak dengan mengatakan bahwa ada beberapa kata lagi yang mencebur ke kolam. Nah… Setelah katak-katak di dalam kolah habis karena meninggalkan kolam, anda bisa bertanya, “Berapa ekor yang tersisa?” Tidak ada…. “Apa yang tersisa?” Sebuah kolam…. . “Bentuknya apa?” Bulat…. “Seperti apa?” Angka nol…. .

5. Media Alat Peraga
Dengan media alat peraga ini, anda bisa menyiapkan 5 buah gelas. Tulislah di atas gelas angka 0 sampai 4. Lalu isilah gelas-gelas tersebut dengan kelereng. Jumlah kelereng sesuai dengan angka yang tertera di atas gelas. Dalam hal ini, tentu saja di dalam gelas yang berangka “nol” tidak diisi dengan satu buah kelerengpun. Setelah itu mintalah salah seorang siswa untuk menghitung jumlah kelereng yang berada di dalam gelas. Anda bisa menuliskan data yang didapat dari kegiatan menghitung tersebut demikian:
Gelas 4 : ada 4 kelereng.
Gelas 3: ada 3 kelereng.
Gelas 2: ada 2 kelereng
Gelas 1: ada 1 kelereng.
Gelas 0: tidak ada kelereng.
Setelah itu, anda bisa menjelaskan kepada anak didik anda bila angka “nol” melambangkan ketiadaan atau sesuatu yang tidak ada / kosong / habis. (Kak Zepe)


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Pengajaran Matematika Dengan Media Permainan 1


Metode Pengajaran Matematika Dengan Media Permainan 1

Pelajaran Matematika bisa menjadi momok bagi anak-anak bila diajarkan secara serius dan secara terus menerus. Namun Matematika bisa menjadi mata pelajaran yang menyenangkan bila dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Di dalam artikel ini, saya akan menuliskan bagaimana pelajaran Matematika bisa menjadi pelajaran yang FUN dengan metode pengajaran belajar sambil bermain. Di dalam sebuah forum yang saya buka, saya mendapatkan banyak masukan dari beberapa guru dan ibu-ibu rumah tangga yang biasa mengajarkan Matematika kepada siswa atau buah hatinya. Macam-macam game atau permainan tersebut antara lain:

1. Menangkap ikan

Sebuah permainan yang sangat sederhana, dan bisa dilakukan di mana saja. Prosesnya demikian:
Alat: 3 ember (2 ember kecil, 1 ember kecil)
Bahan: 2 macam ikan (berukuran besar dan kecil) dan air secukupnya.
Persiapan:
1. Masukkan air dan ikan ke dalam ember besar.
2. Masukkan air ke dalam 2 ember kecil.
Permainan:
_Mintalah siswa anda untuk menangkap ikan di dalam ember.
_Bila siswa mendapatkan ikan besar, mintalah siswa memasukkan ke dalam ember kecil 1.
_Bila siswa mendapatkan ikan kecil, mintalah siswa memasukkan ke dalam ember kecil 2.
_Pada akhir permainan, mintalah siswa untuk menghitung jumlah ikan besar dan kecil, lalu menjumlahkkannya.
2. Lagu Anak-anak (Lagu “Buat Lingkaran”)
saya pake lagu saya aja yah... yang judulnya BUAT LINGKARAN...(ada di : http://lagu2anak.blogspot.com/2010/11/buat-lingkaran-lagu-anak-karya-kak-zepe.html )

Lirik:
Mari berjalan di dalam lingkaran,
...jalan ke belakang, kembali ke depan...
Jalan ke kiri, lalu ke kanan,
buatlah lingkaran dengan LIMA teman.....

Variasi:
Nah... waktu menyebut LIMA, bisa diubah dengan kata/angka yang lain (ENAM, TUJUH, dst) ...
Nah... Variasi yang lain... liriknya bisa ditambah (sebagai Coda) "DAN DITAMBAH DUA TEMAN". dengan nada yang sama dengan "DENGAN LIMA TEMAN"...
Kalau ditulis secara lengkap, liriknya menjadi seperti ini:

Mari berjalan di dalam lingkaran,
jalan ke belakang, kembali ke depan...
Jalan ke kiri, lalu ke kanan,
buatlah lingkaran dengan LIMA teman.....

Coda: dan ditambah TIGA teman.....

Manfaat: Selain belajar berhitung, siswa juga akan diajak untuk berlatih kekompakan!
3. Game Komputer
Akhir-akhir ini banyak diterbitkan game-game computer yang berisikan pengajaran tentang Matematika dengan berbagai macam topic. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko buku kesayangan di kota anda.
4. Jarimatika
Jarinatika berasal dari kata jari – Matematika. Jarimatika adalah salah satu metode berhitung kabataku (kali,bagi, tambah,kurang) menggunakan jari dan ruas-ruas jari tangan. Metode ini banyak memberikan manfaat untuk anak-anak dalam proses pembelajaran Matematika.
5. Maze Game
Adalah sebuah metode pembelajaran matematika dengan menggunakan media peta tiruan. Contoh metode pengajarannya adalah seperti ini:
1. Mintalah anak untuk menggambarkan peta sederhana dari rumah menuju ke minimarket (letaknya tidak begitu jatuh dari rumah anda).
2. Ajak anak untuk fokus belajar pada 1 topik. Misalnya: Bangun ruang.
3. Mintalah dan bantulah anak untuk menggambar peta sederhana, dari rumah menuju ke mini market.
4. Ajak anak untuk berjalan kaki dari rumah menuju ke mini market.
5. Mintalah anak untuk menghitung bangun ruang yang mereka temui. Contoh: Bak sampah (yang berbentuk kubus / balok ), box mobil pick-up, pot bunga. Kemudian mintalah anak untuk menghitung jumlah dari tiap bangun ruang dari benda-benda yang telah dia temukan.
Manfaat: Selain belajar menghitung, anak juga belajar menggambar peta, arah mata angin, dan bentuk-bentuk bangun.
Variasi topic : Warna, ukuran benda, dan masih banyak lagi.
Nah.. Ada banyak sekali bukan? Mungkin masih banyak permainan menarik dan menyenangkan yang lain. Saya akan bagi kepada teman-teman, lain waktu. (ZP)

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com