• PEMASANGAN INDIHOME TRIPLE PALY (3P)

    Telp: 0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • PEMASANGAN INDIHOME MEDAN (3P)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • FIBER TO THE HOME (FTTH)

    0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • INTERNET ON FIBER (INDIHOME MEDAN)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

Tampilkan postingan dengan label Metode Pengajaran Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Pengajaran Matematika. Tampilkan semua postingan

Jumlah BUah (Lagu Belajar Penjumlahan), Lagu Anak Karya Kak Zepe

Jumlah BUah (Lagu Belajar Penjumlahan), Lagu  Anak Karya Kak Zepe 
 
Yuk... belajar lagu penjumlahan dengan lagu ini!
C G
Dua buah apel ku beli di pasar
Dm C
Tiga buah apel ku beli di toko
F C
Kini aku punya …. Kini aku punya
Dm F G C
lima buah apel kusimpan di kulkas
Tiga buah jeruk kupetik di kebun
Empat buah jeruk kupetik di taman
Kini aku punya…. Kini aku punya….
Tujuh buah jeruk kusimpan di kulkas





Cara mendownload lagu anak Karya kak Zepe ada di SINI... SINI..atau SINI...

Info Tambahan:
1. Dapatkan lagu Anak KArya Kak Zepe lainnya dengan Download Gratis di SINI
2. Butuh Lirik dan Lagu Anak Islam? Silakan Klik di SINI
3. Macam-Macam Tepuk Anak Yang Mencerdaskan? Silakan klik di SINI

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Mengajar Matematika Kreatif Materi: Lebih dari ( > ) dan kurang dari ( < )

Metode Mengajar Matematika
Materi: Lebih dari ( > ) dan kurang dari ( < )

Mengajarkan bidang studi Matematika kepada anak-anak itu gampang-gampang susah. “Gampang” karena materi yang diajarkan masih sangt sederhana dan tentu saja kita sudah tahu caranya.
“susah” bila kita belum mengetahui metode yang efektif dan menyenangkan yang bisa kita gunakan untuk mengajar anak-anak. Mungkin ada sebagian dari kita bingung saat mengajarkan tanda “lebih dari”( dan “kurang dar
i ”. Dalam artikel ini saya akan mengajarkan sebuah metode kreatif dalam mengajarkan “lebih dari” dan “kurang dari” kepada anak-anak.

1. Memperkenalkan kata “lebih” kepada anak-anak
Anda bisa menggunakan proses ini dengan mengklik lagu yang telah saya ciptakan, yaitu BIG BIG BIG. Lirik lagu ini adalah demikian:

Nah… Setelah mengajak anak menyanyikan dan mempelajari lagu ini, anda bisa mengatakan bahwa gajah lebih besar daripada seekor semut. Kemudian anda ceritakan kepada anak didik bahwa ular lebih panjang daripada seekor cacing.

Setelah itu anda ceritakan bahwa ada seekor buaya yang suka memakan binatang yang ukurannya besar dan panjang. Pada saat itu dia melihat gajah dan semut. Lalu silakan anda bertanya kepada siswa,”Kira-kira…. Siapa yang akan dia makan?” Tentu saja siswa akan menjawab “Gajah”.

Lalu sang buaya melihat dua ekor binatang, yaitu ular dan cacing. Lalu bertanyalah kepada siswa,”Siapa yang akan dia makan?” Tentu saja siswa akan menjawab.”Ular!”

Nah… Di dalam pelajaran di atas anda bisa menggambarkan mulut buaya yang menganga dan siap memakan seekor gajah. Pada saat itu pula, anda bisa mengajarkan tanda “ > ” yang mewakili mulut buaya yang sedang menganga dan siap menerkam sang gajah. Lakukan hal yang sama kepada ular dan cacing.
Setelah siswa bisa membayangkan bahwa sang buaya yang rakus suka memakan binatang yang ukurannya lebih besar dan panjang, kita ikuti langkah selanjutnya.

2. Membandingkan jumlah suatu benda
Dalam poin ini, kita masih menggunakan tokoh si buaya yang rakus. Namun katakana kepada siswa bahwa kini sang buaya ingin memakan binatang dalam jumlah yang banyak. Gambarlah 3 ekor bebek dan 2 ekor tikus. Mintalah siswa untuk menghitung jumlah kedua binatang dan tuliskan angka yang menyebutkan jumlah binatang di bawah masing-masing binatang. Lalu katakan kepada siswa, “Kira-kira… Mana yang akan dimakan oleh sang buaya?” Biarkan siswa yang menjawab sendiri hingga siswa benar-benar mengerti bila buaya lebih suka memakan binatang dengan jumlah yang paling besar.

Anda bisa memvariasi jumlah binatang dan jenis binatang yang akan menjadi mangsa si buaya rakus, supaya pelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Setelah siswa benar-benar megerti, anda bisa menggunakan angka dan tanda matematika > dan <
3. Supaya anak bisa lebih mudah mengingat bahwa tanda < artinya adalah “ kurang dari”, saya akan memberikan sebuah tips .

Coba anda perhatikan langbang “<” yang mirp dengan huruf “k” bila kita menghapus garis vertical pada huruf tersebut. Dan huruf “k” inilah yang mewakili kata “kurang. Sehingga siswa bisa lebih mudah mengingat bahwa tanda “<” artinya adalah “kurang dari".

Bagaimana dengan tanda ">;" yang artinya lebih dari? Hmm..... Bila siswa sudah mengerti dan hafal kalau tanda "<" artinya kurang dari, tentu bukan hal yang sulit untuk mengingat tanda ">" yang artinya lebih dari. (Kak Zepe).

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Mengajar Angka Nol Bagi Anak-anak (Tips Mengajarkan Anak Angka Nol Dengan Cara Menyenangkan dan FUN)


Metode Mengajar Angka Nol



Angka nol adalah angka yang unik. Angka yang berada diantara bilangan positif dan bilangan negative. Angka nol melambangkan ketiadaan, atau kekosongan. Mungkin itulah kenapa kata “kosong” memiliki dua huruf “o”, sebuah huruf yang bentuknya bulat seperti angka “nol”. Berbicara mengenai angka “nol” saya akan mencoba memberikan beberapa metode pengajaran tentang bagaimana mengajar kan tentang angka “nol” atau “0” ini.

1. Belajar dari lingkungan sekitar

Di dunia ini banyak sekali benda yang bentuknya bulat. Maka ajaklah anak didik anda untuk sejenak berjalan keliling sekolah, tentang benda apa saja yang bentuknya bulat. Kegiatan ini bisa dimulai dari dalam kelas atau di dalam sekolah. Mungkin ada beberapa benda yang bentuknya bulat. Misalnya jam dinding, kaca mata, bola, hula-hop, tempat makanan, dan lain-lain. Untuk memastikan agar di dalam kelas ada beberapa benda yang bentuknya bulat, anda bisa mempersiapkan terlebih dahulu beberapa benda yang bentuknya bulat sebelum kelas dimulai.

2. Belajar dari alam
Mengapa saya memisahkan belajar dari alam dan belajar dari lingkungan? Karena saya hanya ingin membuatnya menjadi lebih spesifik. Dalam materi ini, belajar dari lingkungan adalah pada saat anak didik secara sepontan menunjuk benda yang berbentuk bulat di lingkungan mereka (di dalam sekolah / di dalam kelas). Di dalam belajar dari alam, kita bisa mengajak anak didik kita untuk pergi ke luar sekolah sambil mengamati alam. Kita bisa mengajak mereka berjalan-jalan di perkampungan yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Pada saat mereka berjalan-jalan, kita bisa meminta mereka untuk menemukan benda-benda yang bentuknya bulat, seperti matahari, tempat sampah, buah jeruk, ban sepeda, dan lain-lain.

3. Pemahaman visual grafis
Maksud dari pemahaman visual grafis adalah kita menjelaskan kepada anak didik kita tentang angka nol melalui media gambar. Dengan media gambar yang menarik, maka seorang anak akan lebih mudah menerima apa yang kita ajarkan. Saya memiliki sebuah ide untuk menggambar beberapa macam mahluk atau benda yang berbentuk bulat. Misalnya dengan menggambar seorang anak gundul sedang bermain bola di bawah sinar matahari. Ada seorang anak wanita yang sedang memegang donat dan permen lollipop berukuran besar. Anak wanita itu berada di dekat sebuah mobil yang memiliki roda yang bentuknya bulat. Setelah selesai menggambar, mintalah anak didik anda untuk meniru gambar yang telah anda buat, dan mewarnai benda-benda yang bentuknya mirip angka “nol” atau berbentuk bulat.

4. Pemahaman visual grafis plus berhitung
Dengan cara ini, saya akan menggambar lima ekor katak yang berada di dalam sebuah kolam berbentuk bulat. Lalu katak-katak itu pergi satu persatu (anda bisa mengajarkan pelajaran pengurangan). Bila anda ingin juga mengajarkan penjumlahan, anda bisa menambahkan jumlah katak dengan mengatakan bahwa ada beberapa kata lagi yang mencebur ke kolam. Nah… Setelah katak-katak di dalam kolah habis karena meninggalkan kolam, anda bisa bertanya, “Berapa ekor yang tersisa?” Tidak ada…. “Apa yang tersisa?” Sebuah kolam…. . “Bentuknya apa?” Bulat…. “Seperti apa?” Angka nol…. .

5. Media Alat Peraga
Dengan media alat peraga ini, anda bisa menyiapkan 5 buah gelas. Tulislah di atas gelas angka 0 sampai 4. Lalu isilah gelas-gelas tersebut dengan kelereng. Jumlah kelereng sesuai dengan angka yang tertera di atas gelas. Dalam hal ini, tentu saja di dalam gelas yang berangka “nol” tidak diisi dengan satu buah kelerengpun. Setelah itu mintalah salah seorang siswa untuk menghitung jumlah kelereng yang berada di dalam gelas. Anda bisa menuliskan data yang didapat dari kegiatan menghitung tersebut demikian:
Gelas 4 : ada 4 kelereng.
Gelas 3: ada 3 kelereng.
Gelas 2: ada 2 kelereng
Gelas 1: ada 1 kelereng.
Gelas 0: tidak ada kelereng.
Setelah itu, anda bisa menjelaskan kepada anak didik anda bila angka “nol” melambangkan ketiadaan atau sesuatu yang tidak ada / kosong / habis. (Kak Zepe)


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Pengajaran Kepada Anak-anak Melalui Permainan Tradisional (Manfaat Game Jaman Dulu Buat Sarana Mendidik Anak)

Metode Pengajaran Kepada Anak-anak Melalui Permainan Tradisional 
(Manfaat  Game Jaman Dulu Buat  Sarana Mendidik Anak)
Negara kita memiliki banyak sekali permainan tradisional. Namun banyak dianatara kita, apalagi generasi muda kita melupakan permainan tersebut. Padahal ada banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari permainan tersebut, yaitu bisa terutama bisa meningkatkan:


1. Kemampuan sosialisasi

2. Ketangkasan
3. Kecintaan terhadap budaya bangsa.
Sebenarnya masih banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh oleh anak-anak saat mempermainkan beberapa permainan tradisional tersebut. Namun memang membutuhkan sebuah kreatifitas kita sebagai pengajar anak bangsa (guru dan orang tua), untuk bisa membuat variasinya. Sehingga anak-anak tidak memandang permainan tersebut, hanya untuk kesenangan dan mendapatkan ketiga manfaat di atas. Bila dilihat dari kesenangan, mungkin anak-anak lebih senang bermain viedo game daripada bermain beberapa permainan tradisional yang pernah kita kenal dan kita mainkan.
Nah…. Untuk itu, saya akan memperkenalkan kepada anda, beberapa viariasi permainan tradisional yang bisa memberikan manfaat bagi anak-anak, terutama dalam hal pendidikan. Permainan tersebut antara lain:

1. Engkling / Gedrik
Persiapan:
Permainan ini dilakukan oleh satu orang anak, atau banyak anak (dengan system kompetisi). Yang perlu disiapkan adalah satu buah ruangan (atau bisa dilakukan di luar rumah) dan kapur tulis. Gambarlah beberapa kotak dengan susunan seperti di bawah ini”

Permainan:
Mintalah anak untuk melompat (satu kaki) dengan angka berurutan. Dari 1-2-3-4-5 hingga 6 (finish). Bila siswa salah memilih angka dalam melompatkan kakinya, berarti dia kalah.
Variasi:
Variasi dari permainan ini adalah dengan mengubah jumlah kotak (menjadi 20 atau lebih), mengganti nomor urutan (tidak hanya 1 sampai enam, bisa juga 1 sampai 10 atau bahkan 20), atau bisa juga mengganti nomor dengan huruf (a, b, c, hingga z).
Manfaat:
_ketangkasan
_mengenal bentuk angka dan huruf
_keceriaan
_kecepatan dan ketepatan (bila permaian dilakukan dengan cepat dan menggunakan stop - watch)
2. Gundu
Persiapan:
Permainan ini akan lebih cocok dilakukan di luar ruangan (pekarangan tanah / tidak berlantai). Siapkan 10 buah gundu. Gambarlah di atas tanah seperti di bawah ini:


Permainan:
_Mintalah siswa untuk melemparkan 5 buah gundu secara bersamaan ke dalam lingkarang.
_Mintalah siswa untuk menghitung jumlah gundu yang masuk ke dalam lingkarang dan mengambilnya.
_Mintalah siswa untuk melemparkan 5 buah gundu yang lain dengan cara yang sama.
_Mintalah siswa menghitung dengan jumlah gundu yang masuk ke dalam lingkarang dan mengambilnya.
_Mintalah siswa menjumlahkan berapa total jumlah gundu yang berhasil masuk di dalam lingkarang,
Variasi:
_Jumlah gundu bisa diubah (tidak hanya 10, namun bisa kurang atau lebih).
_Jumlah lemparan juga bisa diubah.
_Jarak pelempar dan lingkaran bisa bervariasi (tergantung usia anak).
_Warna gundu bisa divariasi pula (misalnya hanya menggunakan gundu berwarna hijau dan merah), sehingga siswa bisa belajar menghitung jumlah gundu berwarna merah dan hijau yang berhasil dimasukkan ke dalam lengkaran.
Manfaat:
_Ketangkasan
_mengenal angka
_Keceriaan
_ketepatan

3. Kasti
Persiapan:
Permainan ini dilakukan di luar ruangan. Siapkan 10 buah bola (5 buah bola berwarna hijau, dan 5 buah bola berwarna merah). Siapkan pula 1 buah tongkat pemukul bola kasti (stik kasti). Masukkan bola ke dalam ember (agar tidak terlihat oleh sang pemukul). Gambarlah pekarangan anda seperti ini:
Lingkaran biru adalah posisi pemukul, dan lingkaran kuning adalah posisi pelempar. Jarak antara pemukul dan pelempar kira-kira 3 meter.
Permainan:
Lemparkan bola kepada anak secara acak (warna merah dan hijau), dan mintalah anak untuk memukul dengan ketentuan:
1. Siswa berhasil memukul bola hijau akan mendapat nilai 3
2. Siswa memukul bola hijau, tapi tidak kena, akan mendapat nilai 1
3. Siswa berhasil memukul bola merah, maka akan game over (permainan selesai).
4. Siswa memukul bola merah tapi tidak kena, akan mendapatkan pengurangan nilai 1.
Bila semua bola sudah dilemparkan, hitunglah jumlah skor siswa.
Variasi:
Tidak banyak variasi dari permainan ini, namun jumlah bola bisa diubah-ubah.
Manfaat:
_ketangkasan
_mengenal warna
_mengenal angka
_keceriaan
_kecepatan dan ketepatan.
_malatih gerak reflex.

4.Petak Umpet
Persiapan:
Permainan ini bisa dilakukan di dalam ruangan. Karena petak umpet ini tidak untuk mencari seseorang, malinkan mengenal bentuk benda dengan mata tertutup. Yang perlu disiapkan dalam permaian ini adalah beberapa bangun ruang (bola, kubus, balok, kerucut, dan limas) dan penutup mata (sapu tangan yang besar).
Permainan:
Perkenalkan kepada siswa bentuk-bentuk bangun ruang dan namanya. Lalu letakkan bangun ruang di suatu tempat (bisa disembunyikan). Di dalam permainan ini dibutuhkan 2 orang siswa. Siswa 1 sebagai penunjuk, dan siswa 2 sebagai pencari. Tutuplah mata siswa 2 dengan sapu tangan. Mintalah siswa 2 mencari dimana bangun ruang-bangun ruang tersebut dengan bantuan penunjuk (siswa 1). Penunjuk hanya diperbolehkan berkata kiri, kanan, atas, bawah). Saat siswa 2 berhasil menemukan 1 buah benda, mintalah ia mengatakan nama benda tersebut tanpa membuka penutup mata. Bila berhasil menyebutkan dengan benar, maka akan mendapatkan nilai 1.
Variasi:
Variasi dalam game ini bisa dilakukan dengan mengubah bangun ruang menjadi bangun datar, bentuk-bentuk angka dan huruf, dan bentuk-bentuk benda yang lain. Selain itu, penunjuk arah bisa menggunakan bahasa Inggris (left, right, up, down).
Manfaat:
_ketangkasan
_keceriaan
_mengenal bentuk-bentuk benda (bangun ruang dan datar)
_menambah kosakata bahasa Inggris (left, right, up, down).
_melatih kepekaan indera peraba.

Hmmm…. Sebenarnya masih banyak permainan tradisional lagi yang bisa saya bagikan dengan segala manfaatnya. Namun, biar tidak terlalu panjang, untuk saat ini cukup sekian dulu aja… Tenkyuuuuuu…. .
Dikembangkan dari forum diskusi Kak Zepe, 19 November 2010


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan
:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Pengajaran Matematika Dengan Media Permainan 1


Metode Pengajaran Matematika Dengan Media Permainan 1

Pelajaran Matematika bisa menjadi momok bagi anak-anak bila diajarkan secara serius dan secara terus menerus. Namun Matematika bisa menjadi mata pelajaran yang menyenangkan bila dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Di dalam artikel ini, saya akan menuliskan bagaimana pelajaran Matematika bisa menjadi pelajaran yang FUN dengan metode pengajaran belajar sambil bermain. Di dalam sebuah forum yang saya buka, saya mendapatkan banyak masukan dari beberapa guru dan ibu-ibu rumah tangga yang biasa mengajarkan Matematika kepada siswa atau buah hatinya. Macam-macam game atau permainan tersebut antara lain:

1. Menangkap ikan

Sebuah permainan yang sangat sederhana, dan bisa dilakukan di mana saja. Prosesnya demikian:
Alat: 3 ember (2 ember kecil, 1 ember kecil)
Bahan: 2 macam ikan (berukuran besar dan kecil) dan air secukupnya.
Persiapan:
1. Masukkan air dan ikan ke dalam ember besar.
2. Masukkan air ke dalam 2 ember kecil.
Permainan:
_Mintalah siswa anda untuk menangkap ikan di dalam ember.
_Bila siswa mendapatkan ikan besar, mintalah siswa memasukkan ke dalam ember kecil 1.
_Bila siswa mendapatkan ikan kecil, mintalah siswa memasukkan ke dalam ember kecil 2.
_Pada akhir permainan, mintalah siswa untuk menghitung jumlah ikan besar dan kecil, lalu menjumlahkkannya.
2. Lagu Anak-anak (Lagu “Buat Lingkaran”)
saya pake lagu saya aja yah... yang judulnya BUAT LINGKARAN...(ada di : http://lagu2anak.blogspot.com/2010/11/buat-lingkaran-lagu-anak-karya-kak-zepe.html )

Lirik:
Mari berjalan di dalam lingkaran,
...jalan ke belakang, kembali ke depan...
Jalan ke kiri, lalu ke kanan,
buatlah lingkaran dengan LIMA teman.....

Variasi:
Nah... waktu menyebut LIMA, bisa diubah dengan kata/angka yang lain (ENAM, TUJUH, dst) ...
Nah... Variasi yang lain... liriknya bisa ditambah (sebagai Coda) "DAN DITAMBAH DUA TEMAN". dengan nada yang sama dengan "DENGAN LIMA TEMAN"...
Kalau ditulis secara lengkap, liriknya menjadi seperti ini:

Mari berjalan di dalam lingkaran,
jalan ke belakang, kembali ke depan...
Jalan ke kiri, lalu ke kanan,
buatlah lingkaran dengan LIMA teman.....

Coda: dan ditambah TIGA teman.....

Manfaat: Selain belajar berhitung, siswa juga akan diajak untuk berlatih kekompakan!
3. Game Komputer
Akhir-akhir ini banyak diterbitkan game-game computer yang berisikan pengajaran tentang Matematika dengan berbagai macam topic. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko buku kesayangan di kota anda.
4. Jarimatika
Jarinatika berasal dari kata jari – Matematika. Jarimatika adalah salah satu metode berhitung kabataku (kali,bagi, tambah,kurang) menggunakan jari dan ruas-ruas jari tangan. Metode ini banyak memberikan manfaat untuk anak-anak dalam proses pembelajaran Matematika.
5. Maze Game
Adalah sebuah metode pembelajaran matematika dengan menggunakan media peta tiruan. Contoh metode pengajarannya adalah seperti ini:
1. Mintalah anak untuk menggambarkan peta sederhana dari rumah menuju ke minimarket (letaknya tidak begitu jatuh dari rumah anda).
2. Ajak anak untuk fokus belajar pada 1 topik. Misalnya: Bangun ruang.
3. Mintalah dan bantulah anak untuk menggambar peta sederhana, dari rumah menuju ke mini market.
4. Ajak anak untuk berjalan kaki dari rumah menuju ke mini market.
5. Mintalah anak untuk menghitung bangun ruang yang mereka temui. Contoh: Bak sampah (yang berbentuk kubus / balok ), box mobil pick-up, pot bunga. Kemudian mintalah anak untuk menghitung jumlah dari tiap bangun ruang dari benda-benda yang telah dia temukan.
Manfaat: Selain belajar menghitung, anak juga belajar menggambar peta, arah mata angin, dan bentuk-bentuk bangun.
Variasi topic : Warna, ukuran benda, dan masih banyak lagi.
Nah.. Ada banyak sekali bukan? Mungkin masih banyak permainan menarik dan menyenangkan yang lain. Saya akan bagi kepada teman-teman, lain waktu. (ZP)

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Buku "Seabrek Games Asyik-Edukatif Untuk Mengajar PAUD / TK


Buku "Seabrek Games Asyik-Edukatif  
Untuk Mengajar PAUD / TK 

Buku "Seabrek Games Asyik-Edukatif  Untuk Mengajar PAUD / TK - Raisatun Nisak

Kode Buku SGAEU
Ukuran Buku: 14 x 21 cm
Halaman: 225 Hal



Dunia Anak, terutama anak  usia dini dan taman kanak-kanak, memang  identik dengan dunia  permainan. Bahkan, saat  mengikuti pelajaran sekolah, ,mereka tidak pernah lepas dari  permainan. Lantas, permainan jenis apakah yang seharusnya  diberikan oleh para pendidik anak  usia dini, sehingga  anak-anak tidak hanya bermain, tetapi  juga memperoleh unsur atau  manfaat dari permainan itu?

Buku inilah jawabnya.
Dalam buku ini, ada banyak sekali  permainan yang  sekaligus mengajarkan nilai-nilai pendidkan yang sangat  berguna bagi perkembangan anak. Permainan-permainan yang  terdapat  di dalam buku ini mengandung  berbagai trik jitu untuk menyenangkan hati anak, sekaligus membuatnya  lebih mudah menguasai materi-materi  yang ada di dalam pelajaran.
Dengan mengikuti permainan-permainan yang disajikan dalam buku ini, niscaya  anak didik akan tetap bisa bermain tanpa melupakan pelajarannya di sekolah.

Buku ini dilengkapi tujuan permainan, durasi  permainan, sifat  permainan (individu / berkelompok), bahan-bahan, dan peraturan permainan, sehingga para pendidik bisa dengan mudah mempelajari, mempersiapkan, dan mengajarkan permainan ini pada anak-anak didiknya. 

Jadi tunggu apa lagi? Bersama buku ini, jadilah guru yang mencerdaskan sekaligus menyenangkan bagi anak-anak  didik anda.

Dapatkan buku ini seharga Rp 35.000


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com