• PEMASANGAN INDIHOME TRIPLE PALY (3P)

    Telp: 0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • PEMASANGAN INDIHOME MEDAN (3P)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • FIBER TO THE HOME (FTTH)

    0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • INTERNET ON FIBER (INDIHOME MEDAN)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

Tampilkan postingan dengan label Review Lagu Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Lagu Anak. Tampilkan semua postingan

Senam Otak Menggunakan Jari Sambil Bernyanyi dan Belajar Mengenal Angka (Pemanfaatan Lagu Anak Karya Kak Zepe Untuk Pendidikan Anak USia Dini dan Taman Kanak-kanak)



Senam Otak dengan Jari  Sambil Bernyanyi dan Mengenal Angka




Senam Otak sangatlah penting dilakukan anak-anak usia dini. Senam otak dipercaya bisa mengurangi agresivitas, stress, dan hiperaktif yang sering dialami oleh anak-anak usia dini. Semakin dini kita mengajarkan senam otak, maka akan semakin baik dampaknya pada tahap perkembangan lebih tinggi lagi. Bila anak-anak belum bisa melakukannya dengan benar, kita sebagai orang tua jangan terlalu memaksanya. Biasanya anak-anak bisa melakukan senam otak dengan baik pada usia 4 hingga 5 tahun. Dengan melakukan senam otak, maka otak akan berfungsi dengan lebih maksimal. Karena senam ini melibatkan bagian tubuh kanan dan kiri, maka dengan melakukan senam ini otak kanan dan kiri anak bisa bekerjasama dengan baik.



Kak Zepe mencoba menggunakan senam otak dengan iringan lagu. Mengapa? Supaya anak-anak bisa lebih fun dan pelajaran senam otak pun akan terasa lebih menari bagi anak-anak. Lagu yang biasa dipakai Kak Zepe adalah lagu “Senam Jari Angka”. Gerakan jari yang dilakukan sama dengan saat kita menghitung angka satu sampai sepuluh menggunakan jari. Mari kita perhatikan liriknya di bawah ini:


Satu dua, satu dua tiga
Dua tiga, dua tiga empat
Tiga empat, tiga empat lima
Goyangkan tangan

Enam, tujuh, enam tujuh delapan
Tujuh delapan, tujuh dlapan Sembilan
Delapan Sembilan, delapan Sembilan sepuluh
Goyangkan tangan


Bagaimana?  Mudah bukan?
Mari kita ajarkan kepada buah hati dan anak-anak didik kita. Oh iya, dengan malakukan senam otak atau senam jari ini, anak juga bisa berlatih pengenalan angka lho.
Salam cinta  lagu2anak



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Keterpurukan dan Kebangkitan Musik Anak, Tanggung Jawab Kita



Di hari pertama mengajar anak-anak TK, saya melihat seorang guru musik mengajar sebuah lagu anak. Lagu tersebut berjudul “Naik Kereta Api”. Pada saat menyanyikan lagu “Naik Kereta Api”, anak-anak terlihat sangat gembira. Saya melihat anak-anak berbaris seakan
membentuk sebuah kereta yang panjang bersama teman-teman mereka. Anak-anak menjadi lebih  akrab satu sama lain karena lagu ini. Dengan bahasa yang lebih keren, kecerdasan sosial anak bisa menjadi terlatih berkat lagu “Naik Kereta Api”.



Menghafal dan Belajar Sesuatu Jadi Lebih Mudah
Dengan Media Lagu Anak
  Namun setelah mendengar lagu-lagu anak yang lain, ada satu hal yang  mengganjal di hati saya. Mengapa? Karena semua lagu-lagu anak yang diajarkan oleh sang guru adalah lagu-lagu anak yang biasa saya nyanyikan pada saat saya masih duduk di bangku TK. Sebut saja lagu-lagu yang berjudul  “Naik Ke Puncak Gunung”, “Hujan”, “Aku Seorang Kapiten”, "Pelangi" dan lainya. Dengan kata lain, dari jaman dulu sampai sekarang, lagu-lagu anak yang beken ya "itu-itu aja".


         Lalu saya juga teringat akan beberapa judul lagu-lagu anak yang saya gemari di saat saya masih Sekolah Dasar, kira-kira tahun 90-an. Lagu-lagu pada jaman saya SD tersebut memang sangat keren. Penyanyinya  terkenal, aransemennya oke, video klikpnya menarik, apalagi lagunya. Saya pribadi  hingga saat ini masih lumayan hafal lagu-lagu anak era 90-an tersebut. Beberapa artis cilik pada jaman saya masih SD tersebut hingga saat ini pun masih cukup terkenal, meski sudah tidak menyanyikan lagu-lagu anak lagi.  Namun mengapa lagu-lagu anak di era 90-an tersebut sudah tidak terdengar lagi (mungkin hanya terdengar saat ada tukang odong-odong lewat). 

         Di situlah awal keprihatinan saya. Keprihatinan terhadap realita musik anak di negara kita. yang sekaligus  membuat saya menemukan  sebuah jawaban. Sebuah jawaban tentang sebuah pertanyaan yang banyak diajukan oleh beberapa insan dan pihak yang merindukan kebangkitan lagu-lagu anak. Dua kata kunci jawaban dari pertanyaan tersebut adalah
“pendidikan” dan “kesederhanaan”.

Pendidikan Adalah ROH Lagu Anak

Kesederhanaan lagu anak membuat anak-anak lebih mudah mempelajari, menyanyikan, dan menghafalkannya. Sedangkan unsur pendidikan di dalam lagu anak membuat anak-anak mendapatkan suatu nilai dan pengetahuan yang bisa berguna bagi pendidikan anak, sehingga nantinya juga bisa digunakan oleh para pendidik anak bangsa, termasuk orang tua, untuk mendidik siswa-siswi dan anak-anaknya.

Nyanyian, Gerakan, dan Nilai Pendidikan Dalam Lagu Anak
Adalah Paduan yang Sempurna 
 
Kesederhanaan dan nilai pendidikan telah membuat banyak lagu-lagu anak menjadi abadi, sehingga masih sering dinyanyikan hingga sekarang, terutama di dalam dunia pendidikan, seperti halnya lagu-lagu Bapak Alm. AT Mahmud.  Kesederhanaan dan nilai pendidikan yang telah membuat saya seorang seniman dan guru, tertarik menjadi pendidik anak  dan seniman lagu anak.

Kita Semua Adalah Pendidik dan Pemerhati Anak Bangsa
Mari Menjadi Teladan Cinta Lagu Anak

(Foto  Kiri dan Kanan Atas: Kak Seto, Pemerhati Anak, beraksi dengan gerak dan Lagunya)

Lalu mungkinkah lagu anak bangkit seperti sedia kala dimana sebagian besar orang pada jaman sekarang lebih menyukai band, boyband, girlband, penyanyi yang menyanyikan lagu dewasa dan bertema cinta-cintaan?  Jawabannya adalah,”YA”. Meskipun tidak mudah. Tingkah laku seorang anak akan selalu mengikuti tingkah laku orang dewasa.  Melihat kenyataan bahwa saat ini sebagian besar orang menyukai lagu-lagu dewasa, maka jalan yang terbaik adalah merubah diri kita sendiri.


Anak-Anak Adalah Peniru Yang Ulung,
Maka Marilah Kita Menjadi Teladan Cinta Lagu Anak

  Dan oleh karena itulah saya juga akan terus berjuang demi bangkitnya musik anak. Bagimu Indonesia, bagimu anak-anak Indonesia, aku dedikasikan segala apa yang "titipan-Nya" akan ku tumbuh-kembangkan dan segala buahnya aku kembalikan melalui karya cipta lagu-lagu anak.

                 Tidak hanya guru dan tokoh-tokoh tertentu yang dikenal sebagai pendidik dan pemerhati anak. Orang tua adalah pendidik dan pemerhati anak juga. Dan kita semua tentu akan menjadi orang tua bukan? Maka  lewat artikel blog ini, saya ingin mengajak semua orang  (artis, pencipta lagu, produser musik, guru, orang tua, orang muda, anak-anak) marilah kita semua bersinergi  membangkitkan lagu anak dan menjadi teladan pecinta lagu anak, demi generasi muda yang mencintai lagu-lagu anak, demi bangkitnya musik anak, dan demi kemajuan pendidikan di Indonesia.  

Pada akhirnya, ijinkanlah saya mempersembahkan sebuah lirik dan merupakan lagu yang semoga bisa membangkitkan kesadaran kita semua untuk lebih mencintai lagu anak Salam cinta  lagu-lagu anak. (ZePe). 



(Karya: Kak Zepe)

Mari bernyanyi bersama
Lagu yang ceria
Mari semua berdendang
Dengan hati riang

Mari bernyanyi lagu-lagu yang bermakna
Sesuai pribadi bangsa

Maju bangkitlah lagu-lagu anak Indonesia
Maju bangkitlah selamatkan bangsa
Maju bangkitlah  lagu-lagu anak Indonesia
Maju bangkitlah membangun bangsa
Cerdas, kreatif, dan berhati mulia


Footnote:
_Semua foto diambil oleh Kak Zepe dan Kakak-kakak CFE (Care For Education).
_Klik di SINI buat dengerin "Maju dan Bangkitlah Lagu Anak"




Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Kekuatan Lagu Anak (Manfaat dan Keistimewaan Lagu Anak Indoneisa )

Kekuatan Lagu Anak


1. Melatih Otak Kanan dan kiri
Sebelumnya, mari kita perhatikan manfaat otak kanan dan kiri di bawah ini:
Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:

Otak kanan: KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal
Otak kiri: ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka2, Urutan2, Penilaian, Analisis, Linier

            Untuk otak kanan, hal ini sangat jelas. Bila kita berbicara tentang lagu, tentu kita juga tidak akan lepas dengan music. Agar manfaat lagu anak bagi otak kanan semakin lengkap, kita bisa meminta anak bernyanyi sambil menggambar / mewarnai, menunjukkan gambar, dan aktivitas menarik lainnya.
Manfaat lagu bagi otak kiri bisa terlihat pada saat kita meminta anak untuk mengingat lirik lagu anak, belajar berhitung dengan lagu, tanya-jawab tentang lagu anak yang dinyanyikan, dan aktivitas yang lain.

2. Melatih kemampuan mendengar
             Saat saya masih kuliah di jurusan sastra Inggris, saya mendapatkan mata kuliah “listening”. Pada mata kuliah tersebut, dosen saya sering memberikan ujian dengan cara meberikan ujian berjenis “fill in the blank” (mengisi titik-titik) sebuah lirik lagu. Pada ujian tersebut, dosen akan memutarkan sebuah lagu, kemudian dosen tersebut meminta para mahasiswa untuk mengisi bagian yang kosong dengan kata-kata yang sesuai dengan lirik lagunya. Dengan lagu yang diputarkan oleh dosen saya dan ujian yang beliau berikan, saya bisa belajar kemampuan mendengar kata-kata, baik yang sudah saya tahu ataupun kata-kata yang baru saya tahu dalam bahasa Inggris.

3.  Mengubah mood Anak
                Dengan sebuah lagu, anak yang tadinya terlihat lesu, malas, ngantuk, menjadi lebih ceria setelah saya ajak mereka bernyanyi lagu anak dengan “beat” cepat.

4. Belajar Bersosialisasi
                Hal ini terasa sekali menfaatnya saat saya mengajarkan lagu anak kepada siswa di awal tahun. Dengan lagu anak yang saya berikan, terutama lagu-lagu yang berteman perkenalan dan permainan, anak-anak menjadi lebih akrab dengan lebih cepat satu sama lain.

5. Melatih Anak Berbicara
               Manfaat ini akan lebih bisa terlihat pada saat saya mengajarkan lagu ankak kepada anak usia dini, terutama yang masih susah ngomong. Dengan lagu anak, anak-anak menjadi lebih lancer ngomong. Padahal kalau disuruh ngomong biasa mereka masih terbata-bata. Dengan lagu, kata-kata yang keluar sangat lancar.

6. Melatih Kerjasama
              Dengan lagu anak yang bertema permainan berkelompok, anak-anak bisa berlatih kerjasama. Anak-anak paling suka sebuah permainan kelompok. Salah satunya adalah dengan lagu “Buat Lingkaran”. Anda harus mencobanya.

7. Memeberikan Ketenangan Pada Anak
              Lagu anak yang berirama slow akan lebih cocok dalam hal ini. Untuk itu, saya biasa menggunakan lagu “Selamat Malam”. Yah… Meskipun dinyanyikan di siang hari, tidak masalah kok.  Yang penting kita ajak anak berimajinasi dengan mengatakan,”Anak-anak, mari kita bayangkan, kita siap-siap tidur di malam hari. Lalu datang papa kita, mengecup kening kita lalu bernyanyi sebuah lagu bagi kita semua agar boboknya nyenyak. (Lagunya ada di SINI)

8. Belajar Calistung (Membaca, Menulis, berhitung).
              Dengan lagu “Aku Bisa Baca”, kita bisa mengajak anak melafalkan huruf dalam sebuah kata, lalu menuliskannya. Atau kita bisa meminta anak untuk membaca lirik lagu tersebut di papan tulis (tentunya Setelah kita menuliskan liriknya di papan tulis).  Dan dengan lagu “Jumlah Buah”, kita bisa mengajak anak untuk bernyanyi sambil berhitung.



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Review Lagu Anak “Hoi Mengapa?” Belajar ilmu Alam lewat lagu Tema: Pengenalan Hewan / Binatang, Alam


Review Lagu Anak “Hoi Mengapa?” 
Belajar ilmu Alam lewat lagu
Tema: Pengenalan Hewan / Binatang, Alam


Mengenal dunia alam, khususnya dunia binatang, akan menjadi sebuah tema yang menarik buat anak-anak. Banyak anak-anak belum pernah melihat binatang tertentu secara nyata, apalagi menyentuhnya. Banyak hal akan ditanyakan oleh anak-anak saat mereka menjumpai seekor binatang yang menurut mereka baru. Namun tidak mudah bagi mereka untuk mengingatnya, bila mereka hanya mengandalkan metode “question-answer” atau tanya jawab. Agar anak-anak bisa lebih mudah dalam mengingat segala sesuatu tentang dunia binatang, saya menciptakan sebuah lagu yang saya harap bisa membantu.



Lirik lagunya seperti ini:
Mengapa… Ho… Teman mengapa?
Ikan bisa bernafas di air?
Ku tahu, hei… Kutau mengapa.
Ikan memiliki insang.

         Nah… dari lirik lagu tersebut bisa membantu anak untuk lebih mudah dalam menghafalkan “fungsi insang” yang tidak lain adalah untuk membantu ikan bernafas di dalam air.

Sebagai guru dan orang tua, tentu kita juga harus kreatif di dalam mengajar anak. Tunjukkan kreatifitas kita dengan mengubah lirik lagu “Hoi… Mengapa?” menjadi lirik yang lain dengan nada serupa. Saya sudah menciptakan beberapa variasi kreatif lainnya, misalnya (nada dari lirik di bawah ini sama dengan lirik lagu “Hoi Mengapa”)

Mengapa hoi… teman mengapa?
Ikan punya sisik di tubuhnya
Ku tahu … Hoi… Kutau mengapa.
Agar ikan tak kedinginan.

Mengapa hoi… teman mengapa?
Bebek punya s’laput di kakinya
Ku tahu … Hoi… Kutau mengapa.
Agar bebek bisa berenang.

Mengapa hoi… teman mengapa?
Cicak suka putuskan ekornya.
(Bunglon suka berubah warna)
Ku tahu … Hoi… Kutau mengapa.
Untuk kelabuhi musuhnya.

Banyak sekali bukan variasinya? Anda tentu bisa mengubah lagunya sesukanya. Yang penting nada dan suku katanya sama atau hampir sama.  Di akhir lagu, atau pada bagian refren, saya mengajak anak-anak untuk lebih mencyukuri ciptaan Tuhan dan mengajak anak untuk mau menjaga alam ciptaan Tuhan. Semoga  anda sekalian semakin merasakan betapa bermanfaatnya lagu anak.
(Kak Zepe)

Cara mendownload lagu anak Karya kak Zepe ada di SINI... SINI..atau SINI...

Info Tambahan:
1. Dapatkan lagu Anak KArya Kak Zepe lainnya dengan Download Gratis di SINI
2. Butuh Lirik dan Lagu Anak Islam? Silakan Klik di SINI
3. Macam-Macam Tepuk Anak Yang Mencerdaskan? Silakan klik di SINI

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Review Lagu A I U E O – Metode Belajar Membaca Dengan Lagu Anak "A I U E O"


Review Lagu A I U E O 
Belajar Membaca Dengan Lagu Anak "A  I U  E O"

Banyak kalangan berpendapat, pelajaran membaca tidak boleh belajar membaca karena alasan psikologi. Namun bagi saya mengatakan “tidak boleh” kepada anak untuk belajar membaca bukanlah sebuah pilihan yang baik. Bagi saya yang terpenting bukanlah masalah boleh atau tidaknya, namun “caranya”. Banyak guru TK dan PAUD mengajarkan membaca kepada anak TK dan PAUD menggunakan cara yang monoton dan layaknya mengajar anak-anak SD. Sebagai seorang pencipta lagu, lagu anak adalah salah satu cara yang menurut saya “diperbolehkan” untuk mengajar anak membaca. Mungkin masih banyak metode lain yang bisa diajarkan kepada anak. Sebagai pencipta lagu anak dan guru anak-anak, saya menemukan sebuah model membaca secara kreatif dan menyenangkan, yaitu dengan lagu anak.

           Sudah ada beberapa lagu yang saya ciptakan sebagai sarana belajar membaca bagi anak. Yaitu “Aku Bisa Baca” dan Papa Saya Lapar”. Satu lagu lagi yang telah saya ciptakan yang bisa digunakan sebagai media “belajar baca” anak adalah lagu yang berjudul “A I U E O”.



Demikian lirik lagu tersebut:

A I U E O
Ditambah D jadi 
Da Di Du De Do
A I U E O
Ditambah P jadi
Pa Pi Pu Pe Po

A… Aku anak yang pintar
I … Itu siapa diriku
U… Usaha dengan belajar, dan
E… Esok pasti tercapai cita-citaku.
O… Oke…Oke? Oke deh…

Lagu terebut memiliki tempo yang cepat sehingga mungkin saja anak-anak bisa menari saat menyanyikan lagu tersebut dan anak-anak bisa merasa bahwa yang mereka lakukan adalah bermain. Namun manfaat yang terpenting dari lagu “A I U E O” adalah sebagai media belajar membaca anak.

Lagu tersebut bisa divariasi. Variasinya adalah dengan mengganti lirik “ditambah… “, kita bisa mengganti “d” dan “p” menjadi huruf konsonan lainnya, misalnya “s”, “t”, “y” dan lainnya.

Atau bisa juga diganti dengan “n-g” atau “n-y” (dengan mempercepat tempo saat mengucapkan “n” – “g”). Sehingga anak-anak bisa belajar mengucapkan dan membaca ngeh” dan “nyeh”.

Pada bagian refren, anak-anak akan kembali diajak untuk menghafalkan macam-macam huruf vocal dengan bernyanyi. Dengan refren yang saya ciptakan (misalnya: “A … Aku anak yang pintar”), saya berharap anak-anak akan semakin bisa mengaplikasikan huruf – huruf vokal di dalam sebuah kata. Tips terakhir dari saya, sebelum kita mengajarkan lagu tentang belajar membaca, seperti lagu “A I U E O”, alangkah lebih baik kita tidak mengatakan “belajar membaca”, namun katakana saja “tebak-tebakan huruf”, “bermain huruf” atau kata-kata menarik lainnya dan tentu  saja sambil bernyanyi, agar anak-anak bisa lebih semangat dalam bermain sambil belajar.  Oh iya...  Buat  dengerin lagunya bisa klik di  SINI (ZP)

Cara mendownload lagu anak Karya kak Zepe ada di SINI... SINI..atau SINI...

Info Tambahan:
1. Dapatkan lagu Anak KArya Kak Zepe lainnya dengan Download Gratis di SINI
2. Butuh Lirik dan Lagu Anak Islam? Silakan Klik di SINI
3. Macam-Macam Tepuk Anak Yang Mencerdaskan? Silakan klik di SINI

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
 Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Manfaat Lagu Anak Interaktif (Review dan Variasi Lagu Buaya / Metode Kreatif Mengajar Anak Bertema Alam dan hewan atau binatang / Lagu Tanya Jawab )


Manfaat Lagu Anak Interaktif (Review dan Variasi Lagu Buaya / Metode Kreatif  Mengajar Anak Bertema Alam dan hewan atau binatang / Lagu Tanya Jawab )


dailymotion.com
kak zepe lagu anak
dailymotion.com
kak zepe lagu anak
Saat mengajar di kelas, ada kalanya kita menemui siswa yang aktif dan pasif. Apa yang bisa kita perbuat dengan siswa yang pasif, supaya mereka bisa lebih aktif dan semangat dalam belajar? Salah satu cara agar  siswa yang pasif menjadi lebih aktif adalah dengan media lagu. Saya menyebut  lagu tersebut sebagai lagu interaktif.

Mungkin kita pernah mendengar atau memainkan sebuah lagu yang termasuk lagu yang interaktif. Lagu tersebut biasa disebut dengan judul lagu “sedang apa”. Liriknya sebagai berikut:



Sedang apa
Sedang apa

Sedang apa sekarang?

Sekarang sedang apa?
Sedang apa sekarang?
(lalu kelompok / anak yang lain akan menjawab)
Sedang makan
Sedang makan
Sedang makan sekarang
Sekarang makan apa
Makan apa
Makan apa sekarang?

Lagu di atas sering diajarkan oleh guru saya, saat saya duduk di bangku TK, dan pada saat saya duduk di bangku SD, lagu tersebut biasa dimainkan dan dinyanyikan pada saat kegiatan pramuka.

        Di dalam bahasa Inggris, sudah banyak lagu-lagu interaktif yang diciptakan. Namun di dalam bahasa Indonesia, lagu-lagu tersebut masih sangat jarang. Padahal lagu-lagu yang interaktif seperti sangat penting di dalam dunia pendidikan, khususnya proses belajar mengajar anak. Lagu tersebut bisa memberikan semangat baru bagi siswa yang sedang bosan dan lesu, dan bisa menumbuhkan keberanian bagi siswa yang pasif (pemalu, tidak banyak bicara dan bergerak). Dan dengan lagu tersebut, anak-anak bisa terangsang otaknya untuk terus bekerja, sehingga mereka bisa lebih semangat.

Lagu ciptaan saya yang bisa dikategorikan sebagai lagu anak interactive adalah lagu “Buaya”. Yang merupakan lagu tentang pengenalan hewan.Lagu  tersebut liriknya seperti ini (Agar menjadi lagu yang inteaktif sebelum menyanyikan lagu ini, akan lebih baik kalau kita membaginya menjadi 2 kelompok, atau bisa dengan tanya jawab antara kita dengan siswa yang lain, atau bisa juga meminta siswa untuk melakukan tanya jawab satu sama lain / tidak berkelompok):

Kelompok 1:  
Buaya… Buaya apa makananmu?

Kelompok  2: 
Daging,,.. daging itulah jawabku

Kelompok  1: 
Buaya… Buaya gimana jalanmu?

Kelompok 2: 
Merangkak… merangkak itulah jawabku

Kelompok 1: 
Buaya.. buaya dimana hidupmu

Kelompok 2: 
Di darat di air itulah jawabku…

Di dalam lirik dan lagu di atas, kelompok 1 bisa disebut sebagai kelompok penanya. Dan kelompok 2 bisa disebut kelompok penjawab. Saya juga menyarankan agar kita menggunakan gerakan atau ekspresi wajah saat menyanyikan lagu tersebut. Misalnya saat bernyanyi:
“Buaya… Buaya… Gimana jalanmu”. Siswa bisa kita minta mengekspresikan seekor buaya. Kita bisa memperagakan sepasang mulut buaya dengan gaya jari mencakar, lalu dua tangan ke depan, tangan satu di atas, tangan lain di bawah, sambil kedua tangan kita katup-katupkan (Seperti buaya dengan mulut menganga, lalu mulut terkatup). Bila anda bingung dan tidak mengerti cara memperagakan buaya seperti apa yang sudah saya jelaskan, anda bisa mengarang sendiri.

Lagu “Buaya” liriknya bisa diganti. Yaitu dengan mengganti “nama binatang”, dan “apa yang ditanyakan” dari binatang yang disebut (Variasi ini akan saya ulas secara terpisah). Untuk mendengarkan lagu buaya, anda bisa klik di SINI.http://lagu2anak.blogspot.com/2010/11/buaya-lagu-anak-karya-kak-zepe.html

Semoga bermanfaat.



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Mengajar Membaca dengan lagu PAPA SAYA LAPAR dan variasinya (Review Lagu-lagu Anak Karya Kak Zepe)


Metode Mengajar Membaca 
dengan lagu PAPA SAYA LAPAR (Review Lagu-lagu Anak Karya Kak Zepe)

Sebelum kita mebahas lebih dalam tentang lagu ini, mari kita perhatikan dan baca seksama liriknya sebagai berikut.
Papa saya lapar
Papa saya lapar
Papa saya lapar
Dan “a” diganti “o”….


Liriknya dan nadanya sangat sederhana dan kocak. Namun itulah yang namanya lagu-lagu anak. Dua nilai plus disamping manfaatnya dari lagu anak PAPA SAYA LAPAR ini adalah kekocakan dan kesederhanaanya. Nah, sekarang mari kita bahas lebih lanjut tentang manfaat dari lagu anak ini. Dari judul artikel ini, tentu kita sudah tahu bahwa manfaat dari lagu ini adalah sebagai metode mengajar membaca atau sebagai metode belajar membaca teruntuk anak-anak.

Nah... melalui artikel ini, saya akan memberikan variasi-variasi yang terdapat dalam lagu ini. variasi ini akan sangat berguna untuk mengembangkan materi dan agar anak tidak merasa bosan dengan lagu ini. Saya membaginya menjadi 3 variasi, variasi tersebut adalah:


Variasi 1
Melalui lirik “Dan ‘a’ diganti ‘o’”, kita bisa mengajarkan anak membaca, terutama dalam mengajarkan huruf vocal, dan hubungan huruf vocal dengan huruf konsonan. Kita bisa merubah huruf vocal lagu di atas dengan mengganti lirik “dan … menjadi … .” Titik-titik di samping bisa diisi dengan huruf vocal lainnya. Misalnya A, I, U, E, O. Variasi 1 ini sangat jelas kita dengarkan di dalam lagu.

Variasi 2
Varisasi kedua adalah dengan mengganti sebuah huruf vocal dengan dua huruf vocal di dalam lirik “dan … menjadi … .” Misalnya
Papa saya lapar
Papa saya lapar
Papa saya lapar 
Dan “a” diganti “ao”….
Paopao saoyao laopaor
Paopao saoyao laopaor
Paopao saoyao laopaor
Dan ao diganti ai.

Variasi 3
Bila anak mulai bosan dengan lirik,”Papa Saya Lapar”, anda bisa merubah dengan lirik lainya. Syarat dari variasi liriknya adalah:
1. Satu baris terdiri dari 3 kata.
2. Setiap kata memiliki 2 suku kata.
3. Huruf vocal yang berada di setiap kata (dalam 3 kata) harus sama.
4. Misal:
 Mama sayang saya
Buku Buku Lucu
Sayang mama papa

Sebagai tambahan, akan lebih bagus lagi kalau sebelum mengajarkan lagu ini, kita menuliskan liriknya di buku atau di papan tulis, supaya anak bisa terbantu juga dalam menghafalkan bentuk-bentuk huruf.

Sebagai orang dewasa tentu kita akan berpendapat lagu ini nggak keren. Namun sekali lagi, lagu anak yang satu ini bukan masalah keren atau tidaknya, namun yang terpenting adalah manfaatnya. Coba praktekkan kepada buah hati atau anak didik anda, pasti  bermanfaat untuk membantu ketrampilan membaca anak.
Untuk mendengarkan lagunya, anda bisa klik di SINI.


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
 Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Menghadapi Anak Didik Baru dan Pemalu (Tips Menguatkan Mental Anak, Cara Membuat Anak Menjadi Pemberani, Memotivasi Anak Penakut, Tips Untuk Anak Usia Dini dan Taman Kanak) By Kak Zepe


Menghadapi  Anak  Didik  Baru  dan Pemalu

Setiap  tahun,  kita  pasti  akan mendapati  anak-anak didik  baru. Diantara  anak didik  tersebut,  pasti ada  yang  pemberani,  dan ada  yang pemalu. Ada anak pemalu  yang  tidak  mau  masuk  kelas  kalau  tidak  ditemeni  orang  tuanya,  dan ada  pula anak  pemalu  yang  tidak  mau  ngomong  di dalam kelas dan tidak  mau  aktif   di  dalam  kelas.  Bagaimana  menghadapi  anak  seperti  ini? Bagaimana  menumbuhkan sikap  percaya  diri  kepada  anak sehingga  mau  menjadi   anak  pemberani  seperti  teman-temannya yang  lain?



Untuk membahas   hal  ini,  saya akan memberikan contoh  salah  satu   kasus  yang pernah  dihadapi oleh   Bunda  Annisa Kurniati.   Beliau  adalah  salah  satu  dosen di Universitas Karimun, Bunda Annisa pernah   menghadapi  kasus dimana  salah  satu siswa  barunya tidak  mau  masuk  kelas  bila  tidak  ada  Mama di  sampingnya. Dalam menghadapi  kasus  ini,  Bunda Annisa  memiliki  prinsip  untuk  tidak  memperbolehkan  anak  ditemeni  orang tua  di dalam kelas,  dengan alasan agar  anak  bisa  belajar  mandiri.  Selain itu,  Bunda  Annisa  juga  tidak  ingin melukai  perasaan sang anak,  yang  akan mengakibatkan perasaan sakit  hati atau  dendam  di  dalam  diri  sang  anak.  Maka  Bunda Annisa  pun memiliki  trik  tersendiri  untuk bisa  “memisahkan” sang  Mama dengan anak  didiknya.   Trik tersebut  memang sangat  membutuhkan kesabaran dan ketekunan,  karena  prosesnya tidaklah  instan  namun cenderung  “perlahan-lahan”. Yang dilakukan Bunda Annisa adalah dengan meminta  orang tua  menemani  anak  didik masuk  ke dalam  kelas  dan  duduk  di samping sang anak pada hari  pertama.  Tujuannya adalah agar anak bisa  menyesuaikan diri  terlebih   dahulu  dengan keadaan di  kelas,  teman-teman baru,  dan tentu  saja guru-guru  baru. Pada hari  kedua, orang  tua  “jaga jarak”  dengan sang  anak.   Dari  hari  ke hari,  jarak  anak dengan orang tua semakin menjaduh. Hal ini dilakukan agar  anak bisa  lebih akrab dengan teman-temannya dan bisa lebih mandiri  dalam melakukan sesuatu, tanpa melukai perasaan sang anak. Beberapa  hari  kemudian,  orang   tua  berada  di luar  namun  berposisi  di  dekat  jendela kelas,  sehingga  anak  masih  tetap  bisa  melihat  sang Mama yang setia  menunggunya.  Dalam  proses  menjauh tersebut, sesekali  anak  pasti akan menghadap  ke belakang  dan berusaha  mencari  keberadaan sang  Mama. Dan saat anak  didik  menatap  sang  Mama,  sebaiknya  orang tua memuji  sang  anak  atau  cukup memberikan “jempol” kepada sang  anak. Oh  iya,  Bunda Annisa juga memberikan semacam puisi  kepada anak didiknya  yang masih  baru, yang isinya  adalah  doa  dan motivasi  kepada anak  untuk tidak  terlalu “bergantung “ pada  sang  Mama. Puisinya demikian,

” Bunda selalu ada menemaniku walau berada dirumah tak disampingku bunda menemani dengan do'anya dan aku aman dan nyaman bersama guru dan kawan-kawanku karena merekapun sayang padaku.” 

Nah… Setelah sang anak sudah terbiasa duduk  sendiri,  barulah  peraturan bahwa orang tua hanya  boleh  menunggu di ruang  tunggu  diberlakukan.

Terkadang  mungkin kita akan menghadapi orang tua yang  kurang  memahami pentingnya belajar di kelas  tanpa ditemani  orang tua. Orang tua tersebut biasanya  berusaha mencurahkan kasih sayang kepada anaknya, dan tidak mau anaknya bersedih saat  ditinggalkan di dalam kelas. Hal  tersebut sangat tidak disarankan di  dalam Pendidikan Anak  Usia Dini.  Karena walaubagaimana pun anak harus dilatih untuk bisa hidup  mandiri. Dan pelajaran tersebut  akan sangat  baik bila diterapkan di sekolah. Untuk  mencegah  hal tersebut,  komunikasi  antara orang tua dan guru sangat  penting.  Bila perlu, di awal pelajaran,  sekolah  mengadakan seminar  yang diperuntukkan bagi  orang tua dan guru. Seminar  tersebut  biasanya diadakan  di awal  tahun ajaran dan berisikan pengenalan sekolah.  Pada seminar  tersebut  akan di bahas  segala  sesuatu yang berhubungan dengan sekolah, salah satunya peraturan sekolah yang berisi  larangan bagi  orang tua masuk  ke dalam kelas  saat  kegiatan  belajar dan  mengajar  berlangsung. Beberapa  hal lain yang perlu  saya  tambahkan di dalam proses memisahkan anak   didik  dari  orang tua yang dikemukakan oleh Bunda Annisa  adalah:

1. Mengetahui  penyebabnya
Untuk mengetahui penyebab anak menjadi  takut dan malu, adalah dengan mengajak anak untuk  “curhat”. Penyebab  utama anak  pemalu  di dalam kelas biasanya ada dua. Yaitu karena memang  anaknya memiliki sifat  pemalu, dan bisa juga karena “tidak kerasan”. Anak menjadi tidak  kerasan biasanya  terjadi karena mereka dipaksa oleh orang tua, dan orang  tua kurang  bisa memberikan informasi kepada anak tentang  betapa menyenangkannya  suasana di kelas. Hal ini menyebabkan anak berpikiran yang “tidak-tidak”. Bila  menghadapi  anak yang  memang pemalu,  biasanya  penangannya  lebih lama,  karena hal ini lebih bersifat  membangun karakter anak, namun bila hal ini disebabkan kesalahan persepsi anak tentang  suasana kelas yang sebenarnya,  yang  perlu  kita tekankan adalah lebih  pada pengubahan persepsi  anak. Walaupun demikian, cara penangannya  hampir sama, namun jangka waktu “penyembuhannya”  tentu  akan lebih  lama dan lebih  intens anak yang  berkarakter pemalu.

2. Pujian
Pujian ini akan sangat penting untuk memotivasi anak. Dengan pujian anak akan menjadi  lebih berani mengekpresikan diri. Selain itu dengan pujian kita  telah  mengajarkan anak untuk selalu berpikiran positif.
Link-link tentang  pentingnya pujian bisa dibaca di link2 dibawah ini:
http://lagu2anak.blogspot.com/2011/01/kebiasaan-kebiasaan-buruk-ortu-yang.html
http://lagu2anak.blogspot.com/2010/12/mencegah-stress-pada-anak.html
http://lagu2anak.blogspot.com/2010/12/kasih-sayang-menunjang-kecerdasan.html
http://lagu2anak.blogspot.com/2010/12/anak-ddidk-masih-mau-terus-ditemeni.html
http://lagu2anak.blogspot.com/2011/02/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

3. Materi  Pelajaran Menarik dan Mengasah  Kemampuan Sosial
Materi pelajaran yang menarik, akan membuat  anak menjadi  betah berada di dalam kelas. Sebelum mereka sampai ke sekolah, mungkin bayangan mereka adalah mereka akan berada di tempat yang serius dan diajar  oleh guru yang “galak”. Bila kita mengajarkan mereka materi  yang menarik dan menyenangkan,  segala pemiikiran negatif  mereka tentang  suasana kelas bisa kita ubah menjadi  segala sesuatu  yang positif dan fun. Dan akan lebih baik lagi bila materi yang diajarkan adalah materi pelajaran yang berhubungan dengan persahabatan dan keakraban, agar antar anak didik bisa saling mengenal satu  sama lain.  Biasanya materi pelajaran ini bersifat  aktivitas. Di dalam aktivitas ini kita bisa “menjodohkan” mereka satu sama lainnya. Maksudnya adalah membuat  mereka akrab satu  sama lain. Misalnya, meminta anak menggambar dengan cara satu kertas berdua, menyanyi  di depan kelas berdua-dua, menari di depan kelas berdua-dua, dan masih banyak aktivitas lain  yang bisa kita pilih.

4. Nasihat tentang kemandirian
Nasihat  ini tidak perlu kita tujukan kepada seoarang anak, misalnya hanya kepada anak yang pemalu. Nasihat ini kita tujukan pada semua anak  yang  berada di dalam kelas, agar anak-anak yang  pemalu tidak merasa dihakimi. Nasihat bisa berupa puisi, seperti yang  dibuat oleh  Bunda Annisa. Atau bisa juga dengan mengatakan sesuatu  di  dalam kelas yang bersifat  menasihati anak akan pentingnya bersikap mandiri. Atau bisa juga dengan menyanyikan lagu ANAK MANDIRI. Untuk mendengarkan bisa klik di SINI (Lihat Video ANAK MANDIRI.

5. Mengajarkan orang tua  cara memotivasi  anak.
Hal ini sangat  penting dilakukan karena anak menjadi  pemalu atau terkesan takut, disebabkan oleh kurangnya  motivasi  dari  orang tua. Hal ini biasanya disebabkan karena orang tua yang terlalu  sibuk, sehingga  hanya  memasrahkan masalah pendidikan anak  kepada guru. Padahal pendidikan anak  tidak hanya  berhubungan dengan guru, namun juga jalinan komunikasi  yang  baik antara guru dan orang tua. Dan tentu saja semuanya  harus dilakukan demi kebaikan sang  anak. Hal terpenting yang harus  dilakukan guru  kepada orang tua adalah dengan mengajarkan orang  tua  cara memotivasi  anak. Misalnya dengan membuat  anak-anak  gembira sebelum berangkat sekolah (tidak membuat  anak sedih, takut, dan tertekan), memberikan banyak pujian kepada anak, dan  masih  banyak kata-kata motivasi yang  lain yang  menyesuaikan dengan karakter sang  anak. Hal  ini sangat  penting untuk menghindari masalah “rumah” yang terbawa ke sekolah. Misalnya ada anak  yang  menjadi  pemalu  di kelas, karena habis dimarahin mamanya. Tentu hal  ini akan lebih sulit diatasi tanpa adanya komunikasi  yang  baik antara orang tua dan guru.



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Metode Mengajar Bahasa Inggris Dengan Lagu Anak, Materi Kata Kerja "Verb - Ing" (English Is Fun By Children Song) - Kak Zepe


                
“A part of speech that denotes existence, action or occurrence, verbs are more simply explained as “doing words”. Examples: the verb to be, rise, jump, have, carry, sing, run, lift. (Susan Whelan)”



shutterstock.com


          Beberapa kata  yang  terpenting  dalam pengertian kata  “verb” atau“kata kerja” di  atas adalah  “action” atau gerakan dan  “doing  words” atau  kata-kata  yang bermakna  melakukan. "Verb" dalam bahasa  Indonesia  biasa  disebut  sebagai  kata  kerja, atau kata yang  memiliki arti  “melakukan sesuatu”.










          Dalam bahasa Inggris,  kata-kata yang biasa  muncul  sebagai kata  kerja adalah “do”  (melakukan  / mengerjakan),  “write” (menulis), “draw” (menggambar),  “sing” (bernyanyi),  “eat”  (makan),  “jump” (melompat),  dan  masih  banyak  lagi. Kata - kata tersebut  adalah kata-kata yang biasa dilakukan oleh anak-anak  dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemilihan kata  pun kita tidak boleh memilih kata-kata  yang terlalu sulit, atau  yang tidak biasa   dilakukan   atau  dikatakan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. 


          Kali ini, saya  tidak  hanya mengajarkan arti dan  contoh  “verb” namun “verb + ing” (misalnya: doing, writing, drawing, singing, dll). Kata kerja  ini biasanya terdapat  setelah  kata kerja bantu  atau “linking verb”.

Misalnya:

He  is  walking.
She  is walking.
It  is walking.
I  am walking.
We  are walking.
You are walking.
They are  walking.

Dalam  artikel  ini,  saya akan  membahas  tentang  manfaat lagu  “Chasing  A Butterfly”  dalam  mempelajari kata  kerja  “verb – ing”. 

Lirik Lagu “Chasing  A Butterly” adalah  sebagai   berikut:

I’m chasing  a butterfly.
I’m  chasing  in many ways.
I’m  running… Running…  running….  (Bisa  disertai  gerakan)
I’m  running… Running…  running…
To catch  the  butterfly

Lagu  di  atas  bisa  didengerin di  SINI (Lihat  Video  “CHASING  A BUTTERFLY”)

          Variasi  dari  lagu ini adalah dengan mengubah lirik  yang  menggunakan kata   pronoun  +  to be  (yang  sudah  berkontraksi),  yaitu   “I’m”  (berasal dari  kata  “I am”),  menjadi  “she’s”,  “he’s”,  “we’re”,  “they,re”, “we’re”,  “you’re”.  

          Variasi  yang lain adalah dengan mengubah  kata  kerjanya (verb +  ing),  dengan  kata  kerja  yang lain. Misalnya:  “walking”,  “flying”, “jumping”, “swimming”,  “climbing”, “crawling”,  dan kata-kata  kerja  sehari-hari  /  sederhana  yang  lain,  dan yang bisa  menggunakan gerakan. (Kak Zepe,  Penulis  Lagu2Anak).



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Mengajar Materi Penjumlahan Dengan Lagu Anak,JUMLAH BUAH, Untuk Anak Usia DINI dan Taman Kanak (PAUD dan TK) By Kak Zepe


         Pada waktu  saya   masih duduk di kelas  1  SD,  saya pernah  diminta oleh Ibu  guru  saya  untuk membawa  biji-bijian. Biji-bijian tersebut  digunakan sebagai  alat   peraga   pada saat  ibu  guru saya  mengajarkan materi  penjumlahan. Kami semua sangat senang karena dengan biji-bijian tersebut, saya  menjadi  lebih mudah dalam memahami materi pelajaran penjumlahan.

Pada  saat  proses  pengajaran,  ibu guru  saya berkata,”Sekarang  ambil  dua buah biji  kacang merah kalian,   dan pisahkan dari  yang lain. Setelah itu,  ambil  tiga buah biji kacang  merah  lagi,  dan satukan dengan dua buah biji  kacang merah yang baru  saja  kalian ambil.  Lali  hitunglah  berapa jumlahnya…  .” Kami  semua dengan bersemangat menghitung jumlah biji kacang merah yang baru saja kami pisahkan tersebut. Tentu  saja hampir semua siswa  menjawab dengan benar , karena  kita semua  tinggal menghitung jumlah biji satu  persatu.
Itulah sepenggal kisah  yang menginspirasi  saya  untuk menciptakan lagu penjumlahan ini. Namun kali ini saya  tidak menggunakan kacang merah, melainkan buah-buahan.  Lagu  ini berjudul  “JUMLAH BUAH”. Lagunya bisa  didengerin di SINI (Denger  lagu JUMLAH  BUAH) Lirik lagu tersebut seperti ini:

DUA BUAH  JERUK KU BELI DI  PASAR
LIMA BUAH JERUK  KU  BELI DI TOKO
KINI AKU PUNYA KINI  AKU PUNYA
TUJUH  BUAH  JERUK  KU SIMPAN DI KULKAS

Lagu ini akan sangat  membantu anak dalam memahami  penjumlahan. Bagi anak-anak yang terpenting  adalah hafal  terlebih dahulu. Dan yang terpenting di sini  adalah cara menghafalkannya,  yaitu  menghindari  PEMAKSAAN. Media  lagu akan sangat membantu  anak untuk memahami  materi  penjumlahan dengan langkah menghafalkan terlebih  dahulu melalui media lagu anak-anak.

Lirik  lagu di atas hanyalah contoh. Bila anda ingin menggunakan media lagu ini,  anda bisa memulainya dengan angka yang lebih kecil. Misalnya:

SATU BUAH  JERUK KU BELI DI  PASAR
DUA BUAH JERUK  KU  BELI DI TOKO
KINI AKU PUNYA KINI  AKU PUNYA
TIGA  BUAH  JERUK  KU SIMPAN DI KULKAS

Agar anak-anak paham,  biasanya  anak-anak perlu  hafal  terlebih  dahulu. Dan dengan media  lagu, mereka bisa menghafalkan  dengan cara menyanyikan lagu  ini  secara berulang-ulang, kapanpun dan dimanapun. Setelah  anak-anak  memahami kenapa satu  buah  jeruk  ditambah  dua buah jeruk jumlahnya adalah tiga buah  jeruk,  anda bisa mengubah  angkanya menjadi  angka yang  lebih  besar,  bahkan sampai  angka puluhan. Saran saya  yang lain,  saat  menggunakan lagu  ini  dengan jumlah  angka  yang kurang dari  10 akan lebih baik bila  kita juga mengajak anak-anak  menggunakan jari  mereka.  Dan bila anda sudah  menguasai  ilmu jarimatika, tentu akan menjadi lebih mudah lagi. Karena angka puluhan pun kita bisa menggunakan jari  kita. Menggunakan jari  dalam memahami materi penjumlahan adalah hal yang menyenangkan dan memudahkan bagi anak-anak, apalagi sambil bernyanyi.



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Lagu Anak dan Permainan Anak (Bernyanyi, bermain, dan Berhitung dengan lagu anak Karya Kak Zepe)


 Lagu  Anak  dan Permainan  Anak

Lagu anak-anak , tentunya lagu anak yang edukatif,  memang kaya akan manfaat. Kali ini  saya, Kak Zepe,  akan membahas  mengenai  betapa asyiknya lagu  anak yang dimodifikasi dengan permainan anak. Saya bisa merasakan kabahagiaan anak-anak saat   mereka menyanyikan lagu anak-anak, bila digabungkan denga permainan anak-anak,  tentu saja hal ini akan menjadi suatu  hal yang sangat… sangaaaaat…  menyenangkan.

Salah satu  lagu saya yang bisa digunakan sebagai media permaiana  anak-anak adalah  lagu BUATLAH LINGKARAN. Sebelum saya  mengupas lebih dalam, mari kita dengarkan lagunya di SINI, dan mari kita perhatikan liriknya:



Bila kita  cermati, lagu permaian,  BUAT LINGKARAN ini juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran, yaitu  pengenalan nama angka.

Untuk bermain dengan lagu ini, caranya sangat  mudah. Kita tinggal mengajak anak-anak didik  kita  untuk berada di lapangan (tidak perlu  lapangan yang luas). Kemudia kita ajak mereka membentuk sebuah lingkaran besar. Setelah itu kita mulai mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu ini. Sembari anak-anak menyanyikan lagu ini, kita mengajak anak-anak untuk menirukan perintah  yang  ada di dalam lagu ini.  Pada saat  kita  mulai bernyanyi,”Mari berjalan di  dalam lingkaran…” , Kita ajak anak-anak untuk berjalan di dalam lingkaran. Pada saat   liriknya sampai pada,”Jalan ke belakang, kembali  ke depan…”  Kita minta anak-anak untuk berjalan ke belakang (ke arah  yang  berlawanan),  lalu kembali  ke arah semula. Lalu setelah anak-anak menyanyikan,”Jalan ke kiri, lalu  ke kanan”,  Kita   ajak  anak-anak berjalan masuk, lalu  keluar  lingkaran.  Nah… Bagian yang paling seru adalah  pada saat  anak-anak menyanyikan baris  yang terakhir, “Buatlah  lingkaran dengan lima teman”. Kita ajak  anak-anak  untuk  secara  serentak mencari  lima teman dan membentuk  lingkaran-lingkaran kecil,  yang beranggotakan lima orang  anak.

Lalu dengan sedikit mengubah lirik  lagu  anak, “buatlah lingkaran dengan lima teman....”, menjadi “buatlah lingkaran dengan enam (tujuh, sepuluh, dua puluh) teman. Anak-anak lama kelamaan tidak hanya bisa belajar nama-nama angka dari lagu tersebut, melainkan juga menghitung. Kenapa? Karena setiap mereka harus membuat  sebuah kelompok  sesuai  dengan perintah dalam lagu tersebut, anak-anak juga bisa belajar  menghitung  teman  yang  ada  di dalam kelompoknya.

Buat anak-anak yang tidak menemukan teman untuk membuat  lingkaran   dengan  jumlah anak sesuai  dengan perintah dalam  lagu tersebut, atau ada kelompok  yang  salah  menghitung  jumlah teman yang  ada di dalam kelompoknya (tidak sesuai  dengan perintah   di dalam  lagu yang  mereka nyanyikan),  maka mereka akan diberi  hukuman, misalnya bernyanyi, menari, atau hukuman-hukuman lucu  lainnya. Selamat Mencoba yaaa…. Salam cinta lagu2anak… (Kak  Zepe)


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan: Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com