• PEMASANGAN INDIHOME TRIPLE PALY (3P)

    Telp: 0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • PEMASANGAN INDIHOME MEDAN (3P)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • FIBER TO THE HOME (FTTH)

    0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • INTERNET ON FIBER (INDIHOME MEDAN)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Facebook can be an efective media to improve our English skill

Facebook can be a media to improve our English. There are many facilities that can be used such as chatting, status update-comment, video call and so on. By means of this we can share many things to other people both the local people and the foreign ones as well.

Facebook is sugested for English learners
Facebook is good for improving English

Facebook has been part of our online activities. This can not be separated from our lives. People sometime use facebook to kill their times than doing nothing. This activity can cheer up the boring situation. People use both of their computer, laptop, and mobile phone as well. The practical one is by using mobile phones, because we can bring it anytime and anywhere, while we are away outdoor.

Back to English, Facebook becomes the most popular social networking both for young teenagers and adult people. The teenagers, however, use more than the adult. For the English learners who have been learning or improving English skill. This social networking can be such an effective means of improving and sharpening English capability.

To develop our English, for example, we can join certain Group, like English teachers Group, Share English for Everything Okay(SEFEO), English pages such as Englishindo, Englishigh, Bahasa Inggris Anak Indonesia, Inggristopsite, and many other groups and English pages spread. We can update our status, and many people in the groups will comment then we can also reply the comments. Or maybe we can comment other status. This can encourage our English. The more we practice the better can we get then.

Another interesting one, is, we can have a chat both by means of Chatting and Video call as well. Those can be such an enjoying activity, we can chat in English with the native speaker friends we have from other countries. This can be a media for sharpening our speaking skills. It seems hard at the beginning but as times goes by, it becomes a habit and we can talk smoothly afterwards. Take aside the grammatical features when we have a chat, the important thing is that, we can try to speak up,, no matter the words and sentences are grammatically wrong, but the people we ask to talk with, understand our intention.


Finally, the writer would like to encourage the English learners to use  Facebook as one of the best media for improving English skills. Hopefully, this brief article can help all of the visitors of Inggris Anak.com. Thanks for reading. 


Download this article in PDF, Click here

LIfe is meaningless without Allah

Life always goes forward. When one was born to this world, he or she has been walking ahead until death finally comes. Life is not eternal. How many years do man live in this world? At the beginning of the birth, human beings are very weak. Noting can they do, except of the adult’s help. Babies are like canvas, pure like a blank paper. What will the babies be, depend on the writer, they are the parents of the babies. When the human babies are grown-up, they become such a proud man, they feel they can do anything, they feel they don’t need helps from others anymore.

Allah is the purpose of life
Allah the Almighty 

The grown-ups do and spend most of their time enjoying the life, the life of joy like the world never stops. They can do whatever the want to do to enjoy the world that is full of joy, glory, luxury and many things without thinking the important goal, the important purpose of life itself. The rich doesn’t care the poor. People don’t suggest to give food and kindness to others. There are so many crimes everywhere both in society and in the government environment where no one can be counted, trusted anymore. People begin to leave their religion. Shortly, life is meaningless.

The condition happens until they find their death, until they are buried, and breathe for the last time, they really don’t think about the mission of the life itself. Regret always comes afterwards. No one can live longer than hundreds. Being born, grown up then get old, back to the time where he  or she was born firstly, weak, weak, then dies.


For human beings, we are the creature of God, Allah. We really have our task in this world. A task form God. Allah has taught us by means of His messenger that gave us the news from Him. To live happily we must hold Allah’s order. Religion can guide us live happily from this world until hereafter. One who has a true religion, his or her life will be peaceful. He or she will realize the existence or himself or herself. Living in this false world is a moment, so, we must spend this life in a right way, on Allah’s track. Surely we can be safe forever. Never let ourself to be driven by such a temporal joy, fake that leads us to the worst place, the firing hell. 

Guru demokratis dambaan anak didik

Mengajar bukan sesuatu yang mudah juga bukan sesuatu yang sulit. Seorang guru merupakan suatu figure yang penting bagi suatu proses belajar mengajar. Di tangan guru inilah akan ke mana suatu pembelajaran diarahkan. Kegiatan belajar mengajar yang berjalan selama ini menurut penulis terlalu menekan anak dimana ini justru tidak memberikan atmosphere yang menyenangkan bagi anak didik. Bukannya anak didik berkembang dan menikmati setiap pengajaran oleh seorang guru justru yang didapat adalah keadaan yang tertekan.

Yayasan Darul Hikmah Sengon Subah
Kampus I MTs Darul Hikmah yang nyaman


Kenapa penulis mengatakan seperti itu? Yang jelas model guru yang terlalu mendominasi, yang terlalu menggunakan otoritasnya sebagai guru, dia merasa kuat merasa serba bisa dan setiap saat dapat membentak, menyalahkan anak didik yang melakukan kesalahan. Di dalam pengajarannya dia terlalu ketat, terlalu formal. Pengajaran yang sifatnya hanya satu arah tiada memberikan kesempatan kepada anak didiknya untuk berbicara lebih jauh, berkreasi.  Selain itu guru tersebut di dalam mengajarnya terlalu pakem hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan saja. Jadi di dalam mengajar itu seorang guru seharusnya dapat memberikan suasana yang nyaman bagi anak. Guru menjadi pengayom bagi anak. Guru bersahabat pada anak didik. Bukankah anak didik itu bukan robot bukan manusia dewasa kecil yang dengan seenaknya kita perlakukan sesukanya. Cara yang terlalu keras kepada anak justru akan mematikan kreatifitas anak. Apa yang disampaikan oleh guru justru tidak akan masuk manakala seorang guru mengajar dengan keras tanpa memperhatikan suasana kelas yang menyenangkan dan nyaman bagi anak.

Suasana demokratis dan menyenangkan perlu diterapkan oleh seorang guru yang ingin berhasil. Di dalam kelas seorang guru dapat berperan sebagai orang tua di kelas, sebagai pentranfer ilmu pengetahuan, sebagai hakim, sebagai pengayom, dan siap menjadi penampung setiap permasalahan anak didik yang dapat dipecahkan. Guru juga sebagai motivator bagi anak. Guru yang keras dan terlalu menggunakan otoritasnya di kelas hanya akan dibenci anak didiknya, setiap kedatangan dan kehadirannya tidak memberi kenyamanan pada mereka. Justru mereka tidak mengharapkannya. Apakah model guru seperti ini akan dipertahankan terus.


Guru yang demokratis akan lebih disukai anak didik dan ini juga memberikan result yang maksimal bagi prestasi anak-anak didiknya daripada figure guru yang keras dan dibenci anak didik. Guru yang demokratis bukan berarti guru yang lebay, guru yang tidak tegas. Guru yang fleksibel di dalam memberikan suasana kelas yang menyenangkan, kelas yang menjadi rumah kedua bagi anak didiknya selain di rumah. Be a good teacher for your students.

Modem Sedang Gangguan itu Sesuatu

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat siang menjelang sore kawan-kawan semua, kembali lagi saya untuk mencoba menuliskan kata demi kata dengan jemari saya yang tidak begitu lincah karena tidak bisa mengetik dengan sepuluh jari, hanya beberapa saja. Oke bukan permasalahan mengetik dengan sepuluh jari yang akan saya bahas sekarang.

Sesuai dengan judul postingan ini, pernahkah anda ngalami hal sama yang seperti saya alami saat ini? ya tepatnya pukul 14.15 (mungkin sekitar itu), sangat membosankan sekali jika jaringan sedang lelet, tidak tahu pasti mengapa bisa lelet, apakah paket prabayarnya yang sudah jatuh tempo ataukah providernya yang sedang pelit, yang jelas modem ini baru saya isi ulang.

Sedang asyik-asyiknya browsing menjelajahi dunia maya yang begitu luas untuk mencari bahan-bahan sebagai tugas kuliah, tiba-tiba jaringannya lelet, mendadak kesal hati saya, bisa di lihat pada gambar berikut ini.

Screenshoot

Sengaja saya tampilkan merk penyedia layanan dan tidak saya potong gambarnya agar salah satu dari pihak mereka yang sedang nyasar ke blog ini dan membaca postingan ini bisa meningkatkan kualitas jaringannya agar tidak seperti ini.

Bisa kalian lihat bahwa grafik sebelumnya menunjukkan mencapai kecepatan 3420 kbps berubah menjadi 12.15 kbps, ampun deh lelet bener jadinya, padahal tugas ini hampir jatuh tempo waktu di kumpulkannya.

oya kawan, ini adalah ceritaku, bagaimana ceritamu dengan modem yang kamu pilih?


SMK NEGERI 1 BATANG TEMPAT MENGAJAR IMPIANKU

SMK 1 BATANG 
Dahulu sewaktu saya lulus dari SMK N 1 Batang saya sempat ditawari mengajar Sebagai Guru Bahasa Inggris di Sekolah tersebut. Syaratnya saya harus kuliah dulu beberapa semester kemudian dapat bergabung mengabdi mengajar, akan tetapi saat itu tidak pernah terpikirkan di benak saya untuk menjadi seorang guru. Bagi saya menjadi seorang guru itu berat. Saya malu, saya tidak berani ngomong di depan anak-anak didik. Singkat kata saya tidak pantas menjadi guru. Di samping itu juga saya tidak memiliki biaya cukup untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Sehingga pada akhirnya saya tidak merespon sama sekali tawaran tersebut dari seorang Guru Bahasa Inggris di SMK tersebut.

SMK 1 Batang
Situs Web SMK Negeri 1 Batang
http://smk1batang.sch.id


Setelah lulus dari SMK 1 Batang, saya sebernarnya memiliki rencana ingin langsung mencari pekerjaan dan membantu ekonomi keluarga saya. Selama kurun waktu lebih dari dua tahun saya kerja seadanya dan serabutan demi sesuap nasi. Sampai saya memiliki rencana untuk merantau ke Ibu kota Jakarta saat itu. Saya teringat saat itu tahun 2005, yaitu 2 tahun setelah saya lulus dari SMK, saya justru ditawari mengajar di SD, di kampong saya, SD Siberuk. Saat itu padahal saya hendak bepergian merantau ke Jakarta. Niat saya ke Jakarta batal karena setelah saya pikir-pikir kembali mungkin alangkah baiknya saya mengabdi di SD begitu pikir saya. Saya pun akhirnya menerima tawaran dari SD untuk mengajar karena memang saat itu di SD masih kekurangan guru. Saya diterima di sana, pertama kali saya menjadi Guru Kelas 5, dan Guru Bahasa Inggris.

Kebetulan selama saya mengabdi di SD saya mendapat informasi dari Kepala Sekolah SD Siberuk, mengenai adanya Kuliah ekstensi Bahasa Inggris IKIP PGRI di Pekalongan, kemudian akhirnya saya mendaftar di sana dan saya mengikuti kuliah selama 4,5 tahun di Pekalongan dan di Semarang kampus pusat IKIP PGRI. Alhamdulilah akhirnya saya lulus dari IKIP PGRI Semarang dan saat itu saya masih terus mengabdi di SD. Setelah saya mendapatkan ijazah S1 saya, saya diamanati Kepala Sekolah mengajar Bahasa Inggris di SD dan TIK. Ini berlangsung selama kurang lebih 7 tahun.

Kemudian badai menghantam dengan dasyatnya. Ada wacana Bahasa Inggris akan ditiadakan menjelang Kurikulum 2013. Saat itu saya merasa kebingungan dan bagaimana nasib saya selanjutnya. Karena sia-sia pengabdian saya mengajar di SD. Saya mengadi di SD selama 7 tahun. Dan mapel yang saya ampu di SD akan segera dihapus. Di dalam hati saya, saya berencana dan bertekad mengundurkan diri dari SD dan mencari sekolah lanjutan karena memang pendidikan S1 saya lebih tepat dan cocok di Sekolah menengah. Di Sekolah dasar Bahasa Inggris hanya muatan lokal atau juga ekstrakurikuler. Tidak sepantasnya saya mengajar di SD. Setelah melalui usaha keras, saya diterima mengajar di MTs Darul Hikmah Sengon dan kemudian di SMK Bintara Batang. Di tempat inilah kesibukan saya sekarang ini. Saya mulai mengajar di dua sekolah ini sejak semester 2 tahun ajaran 2012/2013. Rasanya berat memang saya harus meninggalkan SD Siberuk tempat saya mengajar dalam kurun waktu yang tidak sebentar.

Saya sangat menyesal sekali, karena mengapa saya dulu tidak menerima tawaran mengajar di SMK N 1 Batang, kalau saja saya saat itu mau dan kuliah mungkin saya sudah mengajar di sana. Saat ini SMK 1 Batang belum menerima guru baru karena gurunya sudah penuh. Saya sempat berpikir ingin mencoba melamar di sana namun saat saya menemui kepala Sekolah Bapak Sugito, kata beliau sudah penuh dan belum membutuhkan guru lagi. Apalagi guru Bahasa Inggris di sana sudah lebih dari cukup. Di dalam hati kecil saya, Sungguh saya ingin sekali bergabung menjadi tim pengajar di SMK 1 Batang, namun itu hanya impian, angan-angan belaka saya tidak dapat mengajar di sana. If I had accepted their offer, I would have taught there at SMK 1 Batang. I didn’t accept it, so I couldn’t teach at it.  I hope I can find another school that needs my spirit to teach English, I promise, I will do my best. I really want to join with the challenging schools.

Written and posted by Mustofa on Monday, the first of April 2013

Bahasa Inggris di SD semakin tenggelam


Bahasa Inggris di SD kini tidak diperhitungkan lagi. Pemerintah tidak memprioritaskan adanya KBM Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan dasar. Di Indonesia, Bahasa Inggris menurut pemerintah idealnya diajarkan di Sekolah lanjutan Pertama atau SMP maupun MTs. Bahasa Inggris di SD dari dahulu sampai sekarang tidak mendapat tanggapan yang positif, bahkan di Kurikulum 2013 nanti yang akan diberlakukan di masing-masing satuan pendidikan termasuk SD, Bahasa Inggris semakin tenggelam dan semakin tidak dianggap lagi. Dari Kemdikbud sendiri terdapat pernyataan keras yang mengatakan bahwa SD Negeri dilarang mengajarkan Bahasa Inggris di Sekolah Dasar dengan alasan membebani siswa SD. Juga mengganggu anak di dalam belajar Bahasa Indonesia.

Bahasa Inggris SD
Akhir dari Bahasa Inggris di SD
Sekarang ini Bahasa Inggris masih diajarkan di SD di beberapa daerah di Indonesia, dan terdapat beberapa daerah yang sudah sama sekali menghilangkan mata pelajaran ini dan praktis tidak ada lagi KBM Bahasa Inggris di sana. Anak-anak yang tadinya menerima pelajaran ini kemudian hilang sama sekali mereka tidak lagi mengenalnya. Bahkan yang membuat hati penulis teriris adalah ketika terdapat suara anak-anak yang menginginkan diajar Pelajaran ini. Mereka selama ini merasa senang dan antusias belajar Bahasa Inggris, namun kini tiada lagi sungguh kasihan mereka. Mereka tidak akan lagi mendapatkan pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah mereka.

BahasaInggris di Sekolah dasar semakin tenggelam, sejak munculnya sebagai muatan lokal pokok di SD pada tahun 1994 kini akan segera lenyap begitu saja menjelang kurikulum 2013. Bahasa Inggris bagaimanapun juga meninggalkan banyak tanda tanya. Mau dikemanakan guru-guru Bahasa Inggris yang selama ini mengajar dalam kurun waktu yang tidak singkat. Sebagian besar dari mereka bahkan sudah banyak yang masuk pengangkatan PNS baik kategori I maupun II namun semua itu menjadi harapan kosong bagi mereka karena mereka(Guru-guru Bahasa Inggris di SD) tiada lagi mendapat tempat mengajar. Tidak ada lagi Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Kalaupun ada itu hanya bersifat ekstrakurikuler yang pada kenyataanya hanya sebagai formalitas saja dan sama sekali tidak ada kegiatan real untuk belajar Bahasa Inggris.

Habis manis sepah dibuang. Itulah peribahasa yang cocok disematkan pada Guru Bahasa Inggris SD, Setelah dengan susah payah dan mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun mengajar, mereka tidak mendapatkan apresiasi sama sekali. “Saya malu menjadi bagian dari PGRI yang samasekali tidak memberikan uluran tangan dan memperjuangkan kami guru-guru BahasaInggris SD”.

DOWNLOAD ARTIKEL INI LENGKAP KLIK DI SINI

Disiplin itu sendiri merupakan sumber masalah bukan penyelesaian (By Alfie Kohn)


Seringkali kita menghadapi permasalahan di kelas kita yang membuat kita pusing karena sikap, tingkah laku dan ulah anak-anak peserta didik kita.. Kita tidak dapat serta merta menyalahkan semuanya kepada mereka. Yang perlu dipertanyakan adalah kita sendiri sebagai guru, metode pengajaran kita, kurikulum kita, buku-buku, tugas2 yang diberikan kepada siswa dan lain sebagainya. Kita menginginkan mereka mengikuti, senang dengan cara kita mengajar, namun kenyataanya tidak demikian.

Alfie Kohn
The picture was from http://monkblogs.blogspot.com


Kelihatannya bagi guru enjoy  dalam mengajar namun belum tentu bagi anak yang menerima pengajaran kita. Guru perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

·    Mungkin ketika ada masalah, kita tidak seharusnya hanya fokus pada anak yang tidak melaksanakan apa yang kita suruh, tetapi juga apa yang sedang kita minta untuk dilaksanakan.
·   Mungkin ketika siswa sedang tidak ada tugas atau selesai melakasanakan tugas, pertanyaan selanjutnya bukan seperti:’apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Tetapi Tugas apa selanjutnya?”
· Ketika siswa tidak melakasanakan tugas sebagaimana mestinya, kita seharusnya melihat kondisi kelas kita.

Memberikaan suasana yang kondusif, suasana aman dan nyaman di dalam kegiatan belajar mengajar memerlukan waktu, kesabaran dan skill guru. Selanjutnya kegiatan KBM akan selalu mengarah pada yang namanya Progam kedisiplinan yang terdiri dari dua sisi seperti coin mata uang logam yaitu: melalui pendekatan Hukuman(Punishment/Consequences)) dan hadiah(reward). Melalui cara ini memang dalam jangka waktu dekat akan membuat anak tertib dan mengikuti pelajaran dengan baik akan tetapi dua cara ini tidak memberikan nilai positif kepada anak untuk jangka panjang.

Di dalam kelas yang menggunakan model Hukuman, sebenarnya anak kita arahkan pada pertanyaan seperti :” apa yang diinginkan guru kepada murid dan apa yang akan terjadi jika siswa melanggarnya?. Kemudian model yang kedua adalah mengguanakan model Hadiah, anak diarahakan pada pertanyaan :Apa yang guru inginkan dan apa yang akan murid peroleh jika dapat memenuhi permintaanya? Model seperti inilah yang biasanya terjadi di kelas. Cara ini tidak tidak akan memberikan keberhasilan jangka panjang bagi anak didik.

Di dalam kelas seorang guru sebaiknya memberikan pendekatan/model pembelajaran dimana kita sebagai guru dapat bekerja sama dengan anak didik, kita membantu memfasilitasi mereka di dalam proses belajar mengajar, proses pengambilan keputusan dan kehidupan anak secara demokratis. Kita berikan kesempatan kepada anak-anak untuk memilih dan menentukan pilihannya. Di sini kita sifatnya tidak menghakimi dan memerintahkan kepada anak untuk melaksanakan sesuatu.

Contoh kasus ketika anak-anak kita selesai istirahat dan kembali ke kelas. Mungkin ada beberapa yang datang terlambat. Kemudian kita memarahi mereka, dan mengucapkan kata-kata yang mencemooh mereka karena telat. Cara ini tidak akan dapat memberikan kebaikan pada anak. Cara ini lebih kepada hukuman yang meminta ketaatan anak bukanya membantu anak berfikir melalui masalah tersebut. Ini pada akhirnya justru akan menimbulkan masalah di mana adanya kebutuhan disiplin dan control yang tidak aka nada garis finishnya.

Dengan mengajak anak melalui pendekatan berpikir, anak diberikan kesempatan berpikir dan mengambil keputusan mengenai masalah tersebut. Justru dengan cara ini akan sangat efektif dan memberikan kesadaran pada anak didik kita sehingga akan menghemat waktu untuk jangka panjang, mengurangi permasalahan dan anak akan mulai berpikir menemukan cara nya untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul.

Kesimpulannya adalah, sebagai Seorang guru kita harus antusias di dalam menciptakan suasana kelas yang demokratis dan jauh dari mendominasi dan menggunakan otoritas kita di dalam KBM. Model pengajaran yang menggunakan pendekatan Punishment dan Rewardjustru akan menghambat anak untuk berkembang, sebaliknya kita jauhkan dua model tersebut di atas sehingga pada akhirnya justru kita dapat membantu anak tumbuh menjadi pembelajar dan orang yang baik di masa datang.

Download this article : Click here

Adapted and translated from:

The title : Discipline Is The Probelm - Not The Solution
Alfie Kohn

The 2013 Curriculum will lead Indonesia backward



The 2013 curriculum will be directly implemented soon on July 2013. All of schools beginning from the primary to the senior high school must obey the new regulation from the ministry of Education and culture affairs(Kemdikbud). there some changes on the subject taught in each schools. For example, in the primary school, there will be only six subjects, i.e. PKn, religion, Indonesian, Mathematics, Art and Culture(SBK), and Penjas Orkes. IPA and IPS are integrated in Indonesian(Bahasa Indonesia), Local content like Javanese, and other regional language are integrated in SBK. Then English will be an extracurricular. It means that English is not a compulsory subject for elementary/primary school.

English has been being taught in primary school since 1994, it was such a suggestion from the government to considerly introduce it to children. As it has been for more than one decades, then roughly the government eliminated it from the primary school curriculum. Of course this will lead many people to  protest. Parents mostly disagree with the Government policy relating to this matter. The biggest problem is that to where the English teachers so far who have been teaching for years in elementary school be relocated? Of course, they will have no place anyamore. Brieflyly , the 2013 curriculum will make English teachers unemployed.

The 2013 Curriculum makes English teachers unemployed
English has narrow space to develop in Indonesia because of  the 2013 Curriculum
http://zulfadli.wordpress.com


The 2013 Curriculum will give little chance for children to know English. This curriculum also limits the students, under junior high level to develop their English. To tell the truth, children are really easy to gain receive such English input which is good for themselves. There are many students who are disappointed because they can learn English in their primary school anymore. They don’t get their right to learn many things including English.

By removing or making English as extracurricular only, it will not be effective to learn English. English will not be studied completely, English will remain a subject that is not really taught. There will not be English learning in real atmosphere. In this globalization era, English is inevitable, everything are printed in English, science, knowledge are written in English. Computer needs English skill of the users, and so on.  It’s not fair if English is eliminated. There are many big cities, many tourism places in Indonesia need to introduce and give their children early English. For example in Bali, Yogyakarta, Jakarta, etc needs English curriculum at earlier period to equip children in English communicative skill. In conclusion, The 2013 Curriculum has made many disadvantageous in our life 

Anak-anak Indonesia tiada mendapatkan pengajaran Bahasa Inggris yang layak


Di dalam mengajar Bahasa Inggris specially untuk anak-anak memerlukan kreatifitas dari guru. Sesosok guru Bahasa Inggris yang aktif, yang humoris, energik, yang ramah, yang sayang, yang dapat melindungi, menjadi idola bagi murid-muridnya. Guru model seperti inilah yang selalu dirindukan oleh anak-anak. Guru menyajikan materi, guru mentransfer ilmu, keterampilan berbahasa Inggris kepada anak-anak melalui cara, metode tersendiri yang cepat ditangkap anak, yang memotivasi anak, encourage children.

Menyanyi, bermain game, menggambar, mewarnai, berpetualang/eksplorasi, scaffolding talk, total physical response, bercerita(story telling) dan lain sebagainya adalah beberapa cara, metode yang dapat diaplikasikan di dalam mengajar Bahasa Inggris khususnya untuk anak-anak. Masa anak-anak adalah masanya bermain. Bermain ini merupakan media bagi anak bersosialisasi, belajar, menemukan tantangan yang memberikan kesempatan bagi anak berkembang dan tumbuh.

Pendidikan Bahasa Inggris yang tidak layak
Bahasa Inggris yang miskin


Sayang, di Indonesia belum ada pembelajaran Bahasa Inggris yang seperti di atas yaitu Bahasa Inggris yang full of fun and joy, the children we teach have enthusiastic feelings. Dengan support guru professional, media yang lengkap, kurikulum yang didesain sedemikian rupa yang dapat memberikan pembelajaran dan pengajaran yang menyenangkan. Pendidikan Bahasa Inggris yang selama ini hanya diperuntukkan untuk siswa di sekolah lanjutan. Sedangkan anak-anak di masa pra sekolah dan sekolah dasar tiada mendapat treatment yang layak, pengajaran yang layak.

Banyak yang berpendapat bahwa Bahasa Inggris hanya cocok dimulai sejak SMP. Sejak umur belasan tahun. Anak-anak di Indonesia tiada mendapatkan early English education. Ya antara adult learnerdan young learner berdasarkan penelitian yang telah dilakukan memang memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan keterampilan berbahasa Inggris. Akan tetapi pembiasaan sejak dini dengan cara yang menyenangkan, yang tidak membebankan kepada anak, dapat memberikan nilai plus, Bahasa Inggris akan tertanam pada anak, pendidikan dasar, keterampilan dasar ini akan sangat bermanfaat sekali bagi anak di masa depan, Bahasa Inggris bukan lagi suatu bahasa yang sulit dipelajari, yang sulit dikuasai, karena pada prinsipnya belajar semua bahasa termasuk Bahasa Inggris pada prinsipnya adalah sama. Bahasa bukan hanya sebagai pengetahuan saja, tetapi yang lebih penting adalah aplikasi nyata di dalam komunikasi real, pembiasaan yang akan memberikan kemampuan berkelanjutan yang mengarah pada kefasihan dan kelancaran dalam berbahasa Inggris.

        Kurikulum 2013 semakin tidak memperhitungkan Bahasa Inggris untuk anak-anak di bawah SMP, ini berarti banyak orang akan semakin pula memandang betapa tidak pentingnya Bahasa Inggris. Karena selama ini memang Bahasa Inggris terkesan terpaksa, Bahasa Inggris di Sekolah dasar yang berjalan selama ini sangat miskin jauh dari English learning yang fun, yang menyenangkan. Anak dijejali Bahasa Inggris dengan cara yang tidak layak, anak tidak mendapatkan kemampuan dan keterampilan utuh. Yang ada anak bukannya happy malah tertekan. Dengan dalih tuntutan dan ikut-ikutan mengajarkan dan menerapkan kurikulum Bahasa Inggris di SD. Kita lihat saja yang mengajar ternyata banyak yang unqualified

SD harus tetap mengajarkan Bahasa Inggris


Bahasa Inggris di sekolah dasar meskipun di tahun ajaran 2013/2014 kurang diperhitungkan namun marilah kita tidak menganggap remeh dan semakin menghilangkan keberadaanya. Bahasa Inggris masih perlu dan selamanya tetap kita ajarkan kepada anak-anak kita.

Kenapa masih perlu diajarkan? Anak-anak perlu memiliki dasar baik pengetahuan maupun keterampilan dasar Bahasa Inggris guna menunjang pembelajarannya kelak di bangku SMP/Mts. Jelas berbeda apabila anak sama sekali tidak memiliki background Bahasa Inggris dengan yang memiliki dasar selama di Sekolah dasar. Di SD menurut hemat penulis justru kita harus istilahnya membiasakan percakapan dan instruksi serta pengenalan vocabulary sekitar anak. Pembiasaan akan melahirkan kemampuan dan keterampilan seperti Bahasa Inggris.

Inggris Anak
Anak-anak masih perlu mendapatkan pengenalan Bahasa Inggris


Sangat disayangkan sekali di Pekalongan hingga saat ini tiada lagi KBM Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Saat ini di sana yang ada tinggal Muatan lokal membatik. Anak-anak di Kabupaten Pekalongan tiada lagi memperoleh pengajaran Bahasa Inggris. Yang sampai detik saya masih teringat cerita teman saya ada teriakan siswa di sana begini  “Pak kenapa Bahasa Inggris ko tidak diajarkan, ayo pak kami diajar Bahasa Inggris lagi”. Siapa yang tidak teriris hatinya siapa yang tidak iba mendengar permintaan anak-anak yang polos yang antusias belajar Bahasa Inggris.

Sebenarnya di dalam hati saya, saya tidak dapat membayangkan anak-anak yang tadinya having fun menyanyi, bermain-main dalam Bahasa Inggris mereka sudah dibatasi haknya. Pengalaman saya mengajar di SD dulu betapa mereka sangat antusias menyambut pelajaran Bahasa Inggris yang penuh dengan keceriaan. Sesekali saya berpapasan dan bertemu murid-murid saya SD, mereka menayakan “Bapak kenapa tidak mengajar Bahasa Inggris lagi?” sebenarnya jika melihat antusiasme anak-anak belajar Bahasa Inggris saya merasa kasihan sekali pada mereka. Bukankah antusiasme, rasa cinta terhadap pelajaran akan memberikan kemudahan pada anak untuk mendapatkan ilmu dan keterampilan Bahasa Inggris? Sebenarnya di SD itu menurut penulis sangat strategi sekali belajar Bahasa Inggris tentunya dengan cara, metode yang tepat, yang fun yang menyenangkan, dengan dukungan guru yang professional. Sekarang saya tidak dapat berbicara banyak lagi. Bahasa Inggris setelah tahun ajaran baru semakin menurun. Harapan saya meskipun kondisi dan keadaan yang kurang kondusif namun saya berharap semoga Bahasa Inggris masih tetap diperkenalkan kepada anak-anak di Sekolah dasar..

Jangan kuatir Bahasa Inggris akan tetap diajarkan di SD


Bahasa Inggris di SD dari dulu sampai sekarang dan seterusnya akan tetap ada sebagai mata pelajaran tambahan di SD. Pemerintah tidak pernah menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Di Sekolah Dasar tidak ada kebijakan dan peraturan adanya Guru Bahasa Inggris di SD. Bahasa Inggris di Indonesia yang ada adalah dimulai dari Sekolah lanjutan seperti SMP dan MTs. Kalaupun selama ini di SD terdapat kegiatan belajar mengajar Bahasa Inggris itu adalah mulok atau semacam pelajaran tambahan/ektrakurikuler.  Mengenai adanya pengangkatan guru Bahasa Inggris di SD di beberapa daerah di Indonesia adalah suatu penyimpangan karena pemerintah tidak pernah menetapkan peraturan perekrutan guru Bahasa Inggris di SD dan di SD pun Bahasa Inggris bukan mata pelajaran wajib bagi anak-anaksekolah dasar.

Terkait dengan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 dimana mata pelajaran di SD disederhanakan hanya menjadi 6/7 Mapel sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan adanya istilah eliminasi atau penghapusan mapel Bahasa Inggris. Istilah penghapusan lebih tepatnya adalah dari ada menjadi tidak ada. Kalau Bahasa Inggris sendiri merupakan pelajaran tambahan yang tidak wajib diajarkan di SD. Tergantung sekolah masing-masing. Jika memiliki kemampuan dan memiliki sumber daya yang memadai sekolah tersebut dapat mengajarkan pelajaran tambahan Bahasa Inggris.

Yang jadi permasalahan adalah ketika sekolah terlalu memaksakan diri mengajarkan Bahasa Inggris di SD dan banyak SD-SD di tanah air selama ini ikut-ikutan menerapkan kurikulum dan pengajaran Bahasa Inggris. Bahasa Inggris selama ini statusnya adalah muatan lokal di masing-masing daerah. Antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya tidaklah sama dan kebutuhan, sumber daya, fasilitas dan prasarana juga demikian. Muatan lokal pada intinya adalah mengembangkan keunggulan lokal suatu daerah. Di kota-kota besar memang Bahasa Inggris akan lebih dibutuhkan. Dan biasanya muatan lokal diisi Bahasa Inggris. Ini akan berbeda kebutuhan dan kemampuannya di daerah yang lain. Selama ini di daerah-daerah di seluruh tanah air ikut-ikutan menerapkan kurikulum Bahasa Inggris di SD tanpa melihat kebutuhan dan keadaan daerahnya. Biasanya di SD-SD merekrut guru honorer Bahasa Inggris sebagai tenaga pengajar.

Permasalahan yang lain timbul mengenai posisi guru Bahasa Inggris di SD. Yang jelas di SD belum ada kolom untuk Bahasa Inggris dan tidak ada perekrutan guru Bahasa Inggris di SD. Sementara di SD formasinya adalah guru kelas, guru agama, dan penjasorkes. Sudah banyak guru-guru Bahasa Inggris di SD yang mengajar selama bertahun-tahun dan ada yang sudah 10 tahun mengabdi. Jelas ini menjadi masalah. Mau dikemanakan guru-guru tersebut yang sudah lama mengabdi. Yang jelas di SD belum ada peraturan perekrutan guru Bahasa Inggris. Selama itu pula guru-guru Bahasa Inggris yang mengajar di SD tidak mendapat kepastian dan kejelasan. Nasib guru Bahasa Inggris selamanya akan menjadi semacam guru panggilan atau guru honorer sampai seterusnya.

Bahasa Inggris di SD ke depan akan tetap diajarkan sebagai mata pelajaran tambahan di SD bukan mata pelajaran wajib. Bahasa Inggris kemungkinan diajarkan terintegrasi dengan pelajaran yang lainnya sebagai tambahan. Bagi guru Bahasa Inggris di SD sebaiknya mengajar di Sekolah lanjutan karena memang seharusnya dan tepatnya mengajar di Sekolah lanjutan seperti SMP/MTs ataupun SMA/MA/SMK. 

Alasan utama mengapa Bahasa Inggris tidak pernah sukses di Indonesia


Apa sih tujuan dari kita belajar Bahasa Inggris? Apa kita dikatakan berhasil apabila kita mendapatkan nilai Bahasa Inggris 90 atau 100 mungkin? Jika iya berarti kita sudah menguasai Bahasa Inggris. Di Indonesia belajar Bahasa Inggris tidak lebih dari hanya mendapatkan angka, mendapatkan nilai ujian yang memuaskan. Keberhasilan seakan-akan mutlak ditentukan oleh angka yang tertera dalam ijazah. Banyak di antara para orang tua yang merasa senang karena anak-anaknya mendapatkan predikat yang tinggi. Lihat saja nilai Bahasa Inggrisnya bagus. Namun ketika ditanya dan disuruh bercakap-cakap serta merangkai kalimat Bahasa Inggris dia bingung. Beginilah fakta yang terjadi di Negara kita. Selama bertahun-tahun belajar Bahasa Inggris dari SD sampai perguruan tinggi tetapi Bahasa Inggrisnya Cuma bisa yes dan no terus I love you….

Di Indonesia, orientasi belajar Bahasa Inggris didasarkan atas nilai. Banyak anak-anak yang dileskan di Bimbingan belajar yang terkenal tujuan utamanya adalah supaya nilainya bagus saat di sekolah apalagi menjelang ujian sekolah. Dari SD, SMP dan SMA lagi-lagi nilai, nilai dan nilai. Fenomena inilah yang terjadi di Negara kita dimana mindset kita tertuju pada nilai. Tidakkah kita menyadari betapa pentingnya belajar Bahasa Inggris yang sebenarnya. Bahwa belajar Bahasa apa saja di dunia ini pada hakikatnya adalah supaya kita dapat berkomunikasi dengan bahasa itu. Bahasa Inggris tidak jauh berbeda dengan bahasa-bahasa yang lainnya. Kenapa Bahasa Inggris kita sejak dulu sampai sekarang itu-itu saja, tidak ada peningkatan. Sia-sia saja jika kita belajar Bahasa Inggris bertahun-tahun lamanya namun setelah kita lulus dari lembaga pendidikan yang benama sekolah lantas good bye tiada memberi manfaat bagi kita untuk mengaplikasikannya di dalam kehidupan kita.

Dari dulu sampai sekarang ini kurikulum hanya sebagai formalitas saja dan di lapangan faktanya tidak memberi kemampuan Bahasa Inggris yang signifikan. Betapa hebatnya kurikulum didesain, namun kenyataannya hasilnya nol besar. Kita lihat betapa di dalam kurikulum bertujuan memberikan kompetensi Bahasa Inggris dari level terendah yaitu performative samapai level functional, informational dan epistemic namun lagi-lagi faktanya di lapangan anak-anak, lulusan dari masing-masing satuan pendidikan dari dasar sampai perguruan tinggi hanya berhasil secara teori saja. Padahal kalau kita lihat betapa nilainya bagus-bagus dan lulus dengan predikat memuaskan. Bukankah ini bertolak belakang.

Yang menjadi masalah inti mengapa kita gagal menguasai Bahasa Inggris adalah karena Bahasa Inggris hanya sifatnya sebagai teori saja. Bahasa Inggris tidak lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada follow up setelah anak-anak lulus dari sekolah. Di Indonesia tidak ada sarana yang mendukung atau lingkungan yang mendukung untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan Bahasa Inggris. Minimnya tempat-tempat yang mendukung seperti English club, English areas. Di Negara kita, Bahasa Inggris juga merupakan bahasa asing. Masyarakat, bangsa Indonesia tidak menggunakan Bahasa Inggris. Bahasa Inggris, menurut hemat penulis akan berhasil jika di Negara kita memiliki lingkungan yang mendukung untuk mengembangkan Bahasa Inggris itu. Salah satunya adalah Bahasa Inggris dijadikan Bahasa yang digunakan Negara setelah Bahasa Nasional dan Bahasa daerah masing-masing. Dengan cara ini maka di Negara kita, memberikan kesempatan kepada kita, kepada masyarakat dan bangsa untuk menggunakan Bahasa ini secara real di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini tidak mustahil Bahasa Inggris cepat atau lambat dapat berkembang dan tidak mustahil pula Bangsa Indonesia dapat menguasai dan menggunakan Bahasa Inggris.

Indonesia will never master English well. Why?


Indonesia will never master Englishas English is just a foreign language. English is just as a book. It is oriented to grammar only, not the real language for daily conversation. No matter how long have we learned English at school for years and years, it’s just a waste of time. Look at the graduates of senior high school, universities. How long have they studied English, the result is zero. They cannot talk English fluently nor write English grammatically correct.

Inggris Indonesia
The important thing in mastering English is its usage to communicate
http://misbakhudinmunir.wordpress.com/

The curriculum, however, has been designed to meet the optimal result but it’s really beyond the goal. We learn English from elementary school until we’re at University but can we really use English well? Once again it’s zero. What’s wrong? Why is it difficult for us to arrange and make English sentences correctly? To know the fact that the English goal at the senior high school in Indonesia is aimed to reach the informational level. This level is very high and it means that we should talk and use English well but the fact once again is away from what we have planned. Our country is really full of theory. It is very wise if the theory is completed by practices.

Practice makes perfect, English will only become a knowledge, will remain and stay as a theory if we seldom practice it. One of the solution for our loved country is that English must be as the country’s language. English can be the third language after Bahasa Indonesia and the tribes’ language. The key to success in mastering English is that, English should be used for daily conversation. Learning any language, including English is just the same. It will be easy if we really speak it. Isn’t the goal of English learning so far  for communication? So, By getting accustomed to speaking and using English in daily lives our English will be better and better and finally we can master English well. Shortly, Indonesia will be easily master English if English become the country’s language because all of Indonesian people are encouraged to use and speak  the language. Sooner or later English will be soon mastered

Bahasa Inggris SD dihapus? Yes or no!


Mengajar Bahasa Inggris di SD sangat menyenangkan. Tidak terasa sudah tujuh tahun berlalu sejak tahun 2005. Hati sudah kadung cinta terhadap anak-anak yang selama ini saya ajar. Anak-anak yang begitu polos dan lucu-lucu. Hati merasa tidak tega meninggalkan mereka yang selama ini telah menemaniku. Saat-saat yang berarti di dalam hidupku. Saya teringat ketika pertama kali saya mengajar Bahasa Inggris di SD Siberuk saat itu di mana saya tidak memiliki bekal mengajar. Karena memang itu kali pertama saya menginjakkan kaki di SD Siberuk dan pertama kali bertatap muka dengan anak-anak Sekolah dasar yang imut-imut. Betapa kakunya saya ketika itu saat mengajar mereka. Maklum saya tidak terbiasa. Tetapi dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit saya mulai mengenal mereka, saya mulai menemukan keasyikkan di dalam mengajar anak-anak SD.

Bahasa Inggris SD
Anak-anak akan merindukan pelajaran Bahasa Inggris


Bahasa Inggris di SD identik dengan nyanyi, bermain, bercanda ria. Bahasa Inggris SD sangat berbeda sekali dengan di Sekolah lanjutan seperti SMP dan SMA. Anak-anak SMP dan SMA tidak akan menemukan pembelajaran Bahasa Inggris yang begitu menyenangkan dan penuh dengan keceriaan seperti di SD. Bagi saya materi dan kurikulum di SMP/SLTP dan SLTA/SMA saat ini bisa dikatakan sulit karena sekarang ini pembelajaran Bahasa Inggris didasarkan pada genre text dimana anak-anak kalau menurut saya pribadi justru kebingungan. Bukan murid saja yang begitu tetapi juga gurunya juga demikian. Sejak diperkenalkan kurikulum 2004, pendidikan Bahasa Inggris untuk Sekolah Lanjutan seperti SLTP/MTs dan SMA/MA berbasis pada genre based approach. Anak-anak belajar Bahasa Inggris melalui jenis-jenis teks dalam Bahasa Inggris seperti: Recount, narrative, procedure, anecdote, report dan sebagainya. Bahasa Inggris di Sekolah lanjutan lebih sulit dan kompleks. Tidak seperti di Sekolah lanjutan, Bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah dasar lebih berorientasi pada pengenalan, bermain, bernyanyi, Menggambar dan lainnya. Shortly, English is fun.

Kurikulum Baru yang rencananya akan disosialisasikan dan diimplementasikan pada tahun ajaran 2012/2013 akan benar-benar mengeliminasi Bahasa Inggris di SD. Desas-desus dan wacananya Bahasa Inggris di SD akan ditiadakan. Praktis tahun ajaran depan tidak ada lagi pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah dasar. Berdasarkan keterangan dari kemdikbud di berbagai sumber surat kabar dan media elektronik menyebutkan bahwa sekolah-sekolah wajib mengikuti kurikulum baru tersebut dan tidak boleh mengajarkan Bahasa Inggris di SD terutama bagi sekolah negeri. Alasan pemerintah menghapus Bahasa Inggris di SD adalah supaya anak-anak lebih fokus pada pembelajaran Bahasa Idonesia,dan Bahasa daerah sebagai identitas bangsa. Bahasa Inggris kembali kepada zaman dahulu dimulai dari Sekolah lanjutan.

Dengan begitu, Bahasa Inggris tahun depan sudah hengkang dari Sekolah dasar. Di SD posisi saya adalah Guru Bahasa Inggris dan Guru TIK, sudah tidak ada lagi jam mengajar bagi saya sehingga mau tidak mau saya harus pindah dan mencari sekolah baru di Sekolah lanjutan. Anak-anak Sekolah dasar di tahun depan sudah tidak dapat lagi merasakan betapa mengasyikannya belajar Bahasa Inggris yang identik dengan menyanyi, bermain-main, menggambar dan sebagainya. Kadang saya merasa kasihan kepada mereka ketika saya harus benar-benar meninggalkan mereka. Sudah tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar Bahasa Inggris di sana. Tidak ada lagi nyanyian permainan, teriakan, canda ria belajar Bahasa Inggris yang fun lagi. Hak anak-anak terkurangi untuk belajar terutama belajar Bahasa Inggris. mereka harus menuggu lulus dari SD dahulu dan di SMP lah mereka akan mulai belajar Bahasa Inggris yang kompleks tiada pengenalan dasar. Yang ada di SMP sudah mempelajari jenis-jenis teks. Anak-anak akan jarang menemui aktifitas bermain, menyanyi, menggambar berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Inggris.

Dunia selalu berubah-ubah tidak tentu. Bahasa Inggris yang saat itu dimunculkan sejak tahun 1994 kini akan berakhir di tahun 2013(Tahun ajaran 2013/2014). Kurun waktu yang tidak sebentar tiba-tiba berganti total dan tidak akan ada lagi kurikulum Bahasa Inggris di Sekolah dasar. Penghapusan Bahasa Inggris di SD menyisakan tanda tanya besar dan menjadi PR bagi pemerintahIndonesia(kemdikbud), pertanyaannya adalah “Mau dikemanakan Guru-guru Bahasa Inggris di SD yang sudah mengabdi dalam kurun waktu yang lama?”. Keberadaan mereka tidak bisa dilupakan saja, selama ini merekalah yang sudah berjasa membawa anak-anak didik mengenal Bahasa Inggris. Mereka juga telah ikut berjuang mendidik dan mencerdaskan anak-anak generasi penerus bangsa. Kini mereka sedang dalam kebingungan dan kecemasan akan kemana setelah di SD tiada mendapat tempat lagi. Guru-guru Bahasa Inggris di SD memohon kepada Bapak menteri Pendidikan Bapak Muhammad Nuh kiranya memberikan kebijaksanaan pada kami.

Maraknya Aksi Copas Tanpa Menautkan Link Sumber

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat siang kawan-kawan semua, apa kabar kalian sekarang ini ??? kali ini saya sempatkan untuk bisa postingan karena rasa kangen yang berat pada blog ini dan juga kawan-kawan blogger sekalian :), lama tidak buka blog ternyata banyak sekali perubahan tetapi kali ini saya akan membahas Maraknya Aksi Copas Tanpa Menautkan Link Sumber, yah sesuai dengan judul postongan yang akan kita bahas kali ini, saya sangat menyesali sekali perbuatan yang di lakukan para blogger tersebut, saya tidak masalah jika mereka copas tetapi menautkan link blog asal sebagai sumbernya.

Saya penasaran dengan hal ini saya mencoba untuk mengetikkan keyword postingan yang menjadi popular post di blog saya yaitu Cara Hack Wifi Via CMD di Windows kemudian apa yang saya temukan ??? mari kita lihat gambar di bawah ini.

 

  


 


Nah kawan-kawan semua bagaimana pendapat kalian dengan hal tersebut ?? kalian bisa mengeceknya jika kalian kurang yakin, sungguh tidak kreatif orang yang kerjanya hanya COPAS tanpa menyertakan link sumbernya, beginikah etika dalam nge-blog, yah suatu tindakan sudah saya lakukan yaitu melaporkannya ke Google DMCA, jika kalian mengalami hal yang sama dengan saya kalian juga bisa melaporkannya ke Google DMCA, silahkan baca disini tutorialnya.

Oke kawan-kawan cukup sampai disini perjumpaan kita di siang hari ini, semoga hal ini tidak terulang lagi dan tidak kalian alami. Salam Bang Dayat.



Bahasa Inggris SD


Bahasa Inggris SD merupakan pendidikan dasar dan bekal bagi anak-anak Sekolah Dasar sebelum memasuki pendidikan lebih lanjut di SLTP/MTs. Bahasa Inggris SD perlu diajarkan dan dikenalkan kepada anak-anak di tingkat ini. Bahasa Inggris di SD sifatnya adalah pengenalan dan memberikan kemampuan dasar Bahasa Inggris yang mencakup aspek keterampilan listening, speaking, reading dan writing yang dikemas secara menarik dan menyenangkan.  

Inggris SD
Bahasa Inggris SD Siberuk 


Tidak adanya Bahasa Inggris di SD jelas akan memberikan dampak tidak adanya background pendidikan Bahasa Inggris anak ketika mereka memasuki SMP/MTs. Kurikulum baru di tahun 2013/2014 besar kemungkinan tidak memprioritaskan Bahasa Inggris. hanya ada 6 atau 7 mata pelajaran di SD. Bahasa Inggris di SD nantinya kemungkinan hanya dijadikan ekstrakurikuler saja. Praktis Bahasa Inggris hanya tinggal nama dan formalitas saja. Anak-anak tidak akan lagi dan jarang menerima pengajaran Bahasa Inggris.

Jika kita menengok Bahasa Inggris di tingkat Sekolah lanjutan seperti SLTP maupun MTs di sana ranahnya tidak lagi pengenalan dasar akan tetapi sudah berbasis genre-learning. Bagaimana nantinya mereka dapat mengikuti pendidikan seperti itu yang cukup sulit untuk anak-anak yang beru pertama kali belajar Bahasa Inggris. di SLTP/MTs tingkat literasi yang dicapai bukan performatif lagi tetapi sudah tingkat fungsioanal. Bagaimana anak dapat memahami dan mencapai level tersebut jika mereka blank dan tidak ada kemampuan di level performatif.

Belajar Bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lainnya lebih strategis jika diperkenalkan kepada anak sejak dini karena di masa golden age ini anak siap menerima input keterampilan dan kemampuan apa saja yang diajarkan oleh orang dewasa teramasuk salah satunya adalah kemampuan Berbahasa Inggris. Bagaimana nanti anak akan lincah Bahasa Inggrisnya jika baru dimulai dari Sekolah lanjutan, jelas mereka akan merasa kaku dan perlu adaptasi. Anak akan lebih sulit menerima input keterampilan Bahasa daripada anak-anak di Sekolah Dasar.

Alangkah bijaknya jika Bahasa Inggris sebaiknya tidak ditiadakan di lingkungan SD, Bahasa Inggris tetap ada dan menjadi prioritas sejajar dengan mata pelajaran lain. Kenapa Bahasa Inggris di SD yang sudah berjalan kesannya gagal dan memberatkan? Tidak lain adalah karena hanya dijadikan mulok sekolah, tiada kurikulum pasti dan jelas, dan Bahasa Inggris tidak diajarkan oleh tenaga professional alias diajar oleh the incompetent teachers sehingga yang bisa kita katakan adalah kegagalan. Masa golden age adalah masa yang penting dimana anak menerima input luar biasa baik dari orang-orang dewasa, lingkungan dan komponen lainnya. Kita hidup di zaman era globalisasi dimana Bahasa Inggris memegang peranan yang sangat vital. Kemampuan Bahasa Inggris mutlak kita kuasai. Bangsa Indonesia harus bisa bersaing secara global dan salah satunya adalah membenahi pendidikan Bahasa Inggris. Kita tidak mendewa-dewakan globalisasi sebagai alasan Penguasaan Bahasa Inggris. disini kita berbicara mengenai kemampuan Bahasa Inggris yang memang akan lebih baik jika diperkenalakan kepada anak sejak dini dengan penanganan dan treatment yang tepat artinya pemerintah memang memberikan kurikulum yang matang dan adanya tenaga pengajar yang berkompeten. Bahasa Inggris tidak memberatkan bagi anak, Bahasa Inggris akan fun dan menyenangkan bagi anak dan anak siap menerima kemampuan Bahasa Inggris yang akan sangat berguna bagi dirinya di masa mendatang yang penuh dengan tantangan dan persaingan global. Pengajaran Bahasa Inggris sebaiknya tetap ada dengan mata pelajaran yang lainnya. Kita tahu Bahasa kita, Bahasa nasional kita Bahasa Indonesia. Bahasa utama kita. Bahasa Indonesia tetap kita utamakan akan tetapi alangkah naifnya jika kita menyepelekan Bahasa Inggris. Bahasa Inggris juga perlu kita kuasai. Sangat tidak masuk akal jika dengan adanya kurikulum Bahasa Inggris dapat mengganggu anak didik dalam belajar Bahasa Indonesia. Dan tidak masuk akal lagi jika Bahasa Inggris dihapus dan ditiadakan di Sekolah Dasar. Tidakkah pemerintah bersikap lebih bijaksana. Bahasa Indonesia menurut pribadi penulis utama dan perlu mendapat porsi alokasi waktu yang lebih besar namun juga kita tidak memandang sebelah mata Bahasa Inggris. di SD menurut penulis sendiri Bahasa Inggris sangat penting sekali dan sebaiknya tetap ada meskipun porsi atau alokasi waktu lebih sedikit dari pada Bahasa Indonesia. Dan yang menjadi catatan penulis adalah bahwa Bahasa Inggris memerlukan konsep kurikulum pasti dan tenaga pengajar yang mumpuni tidak asal-asalah seperti yang sudah berjalan selama ini. 

Dihapusnya Bahasa Inggris di SD memberikan angin segar bagi kursus dan bimbingan belajar (bimbel) Bahasa Inggris.


Perubahan kurikulum di Sekolah dasar terutama tidak adanya pelajaran Bahasa Inggris di satu sisi akan menyebabkan gagapnya anak didik dalam persiapan menyongsong pelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah lanjutan (SLTP/MTs). Bahasa Inggris di Sekolah lanjutan statusnya bukan mulok akan tetapi pelajaran pokok, pelajaran wajib dan masuk dalam pelajaran yang menentukan kelulusan. Secara substansi, mata pelajaran ini berbeda dengan di SD. di Sekolah lanjutan Pembelajaran Bahasa Inggris berbasis genre atau melalui pendekatan jenis-jenis teks. Anak belajar Bahasa Inggris, empat aspek Bahasa Inggris di dalam suatu teks, seperti: recount, narrative, cescriptive, procedure dan lainnya. Seperti ketika kita belajar suatu tenses Bahasa Inggris, nantinya sudah ada dalam pembelajaran suatu teks genre. Misalkan kita ambil teks recount, di dalam teks ini tujuannya adalah menceritakan suatu pengalaman seseorang di masa lampau atau lewat maka tenses yang dipelajari di dalam jenis teks ini adalah past tense.

Kursus Bahasa Inggris merupakan solusi alternatif  untuk persiapan anak  SD
untuk  menerima pelajaran  Bahasa Inggris di SLTP/MTs.
The picture is from : http://www.waralabaku.com


Mulai tahun ajaran depan tahun 2013/2014 praktis tidak akan ada lagi Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Kalaupun ada itu sifatnya adalah sebagai ekstrakurikuler sekolah. Pengajaran Bahasa Inggris tidak akan seefektif seperti biasanya dan sangat kecil alokasi waktunya di luar jam pelajaran. Besar kemungkinan tidak diajarkan ke anak didik. Anak didik tidak akan lagi dapat belajar Bahasa Inggris. ini menyebabkan mereka tidak ada persiapan di dalam menyongsong Bahasa Inggris di sekolah lanjutan yang lebih kompleks.

Salah satu alternatif yang dapat dijadikan solusi adalah anak-anak dapat belajar dan mempersiapkan diri di SLTP dengan mengikuti bimbingan belajar Bahasa Inggris di kursus-kursus dan bimbingan belajar Bahasa Inggris di luar sekolah atau pendidikan formal. Anak-anak akan kesulitan menghadapi Bahasa Inggris di sekolah lanjutan jika sama sekali tidak dibekali dengan pengenalan dasar Bahasa Inggris sebelumnya. Bahasa Inggris di SLTP jelas memerlukan pendidikan dasar lebih dahulu sebelum benar-benar menerima pelajaran di tingkat ini dan sementara solusinya adalah dengan mengikuti kursus Bahasa di lembaga-lembaga bimbingan belajar non formal. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah ketika yang dapat mengikuti atau les di bimbel adalah anak-anak yang notabene adalah anak dari orang yang secara ekonomi mampu. Lantas bagaimanakah nasib dengan mereka yang berlatar belakang keluarga tidak mampu? Apakah mereka juga bisa mengikuti les di Bimbel? Padahal di bimbel itu tidak gratis alias berbayar. Bimbingan belajar sebagian besar adalah milik mereka bagi anak-anak yang dari keluarga mampu. Ini jelas akan menyebabkan anak-anak tidak mampu tiada mendapat pendidikan dasar Bahasa Inggris kemudian di Sekolah lanjutan kelak juga akan tertinggal jika dibandingkan dengan mereka yang sebelumnya telah mengikuti dan mempersiapkannya di Bimbingan dan kursus Bahasa Inggris dasar. There will be a large gap between the rich’s children and the poor’s. Yang kaya makin kaya yang miskin makin menderita . . . is it fair? No, It is not

Borobudur Diklaim Milik Islam


Sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai peneliti muda dari Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, menyatakan akan menggugat hak atas kepemilikan Borobudur. Lembaga ini bernama Dzikrul lil Aalamiin (DLA)

Mereka menyatakan memiliki bukti kuat bahwa Candi Borobudur adalah bangunan yang didirikan tentara jin dan setan Nabi Sulaiman, dan memiliki hubungan dengan Ratu Boko, dimana Ratu Boko diklaim sebagai Ratu Balqis dan istananya dipindah menjadi bagian teratas Borobudur.
Sementara patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Buddha, dikatakan sebagai patung model bidadara surga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model.

Ketika ditelusuri lebih jauh, diakui bahwa penelitian tersebut hanya menggunakan satu metode, yaitu Matematika Islam, sebuah cabang ilmu baru yang diciptakan sendiri oleh KH. Fahmi Basya. Mengenai kebenarannya, susah dikatakan karena baru satu orang yang menjadi ahlinya.


Adapun metode lainnya adalah dengan menghubung-hubungkan kata. Sleman dipercaya berasal dari kata Sulaiman. Jawa dari kata Jews (Yahudi). Dan menurut Fahmi, satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur'an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo.


Sedangkan bukti arkeologis yang diajukan adalah lempengan emas yang ditemukandi dekat situs Kraton Boko, yang menurut mereka berarti "Bismillahirrahmaanirrahiim" (Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang). Tetapi tidak dikatakan bentuk tulisan

dan bahasa apa yang tertulis, dan bagaimana bunyinya. Sebaliknya, menurut papan petunjuk di Kraton Boko, lempengan emas itu bertuliskan pujian pada dewa Siwa. Menurut seorang sumber, dikatakan relief yang berada di Borobudur juga menceritakan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, walaupun ayat pendukungnya belum ketemu.

Walaupun bukti-bukti masih kurang dan riset intensif masih dilakukan, publikasi dan promosi mengenai hal ini sudah dilakukan dengan gencar melalui banyak media. Selain itu, promosi juga dilakukan dengan ekspedisi ke Candi Borobudur dan situs Ratu Boko.


Dalam sebuah kesempatan, KH Fahmi Basya mengatakan, bahwa setelah mengajukan bukti-bukti, pihaknya akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi untuk mengklaim Borobudur sebagai milik umat Islam. Sementara semua buku sejarah dan literatur yang berhubungan dengan Borobudur diubah dan dikoreksi. Keyakinan beliau akan teorinya itu dibuktikan dengan memwisuda patung terkenal "The Unfinished Buddha" yang konon dulunya berada di Stupa Utama Borobudur, sebagai "Unfinished Solomon".


Bagaimana komentar Bapak Agus Aris Munandar, Dosen dan Arkeolog, dari Departemen Arkeologi FIB UI, yang menjadi narasumber talkshow "Misteri Candi Borobudur" dimana KH Fahmi Basya juga menjadi pembicara? Beliau tidak mengatakan benar atau salah, tetapi memberikan pandangan lain dari sisi sejarah dan arkeologis, yang menurut seorang moderator secara tidak langsung membantah teori Bapak Fahmi.


DLA sendiri terkesan terburu-buru dalam mengolah bukti dan data untuk diajukan ke MK. Informasi yang didapat mengatakan bahwa mereka sedang berlomba dengan satu kelompok di Forum Kaskus yang terus mencari kelemahan teori "Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman". Mungkin DLA ingin mengambil langkah awal sebelum kelompok Kaskus tersebut mengeluarkan ebook berisi rangkuman kelemahan-kelemahan teori, yang dijanjikan akan selesai dalam waktu dekat.



Penasaran dengan penelitian - penelitiannya. Ini link - link video tentang penelitian KH Fahmi Basya dan DLA :


Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 1

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 2

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 3

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 4

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 5

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 6

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 7

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 8

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 9

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 10

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 11

Borobudur & Nabi Sulaiman AS Part 12


Bagaimanakah akhir dari cerita ini? Kita ikuti saja kelanjutannya bersama - sama... 

Sumber :: http://gr33nw0rld-naturaly.blogspot.com/2010/09/borobudur-diklaim-milik-islam.html