• PEMASANGAN INDIHOME TRIPLE PALY (3P)

    Telp: 0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • PEMASANGAN INDIHOME MEDAN (3P)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • FIBER TO THE HOME (FTTH)

    0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • INTERNET ON FIBER (INDIHOME MEDAN)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

Tampilkan postingan dengan label TIP AND TRICK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIP AND TRICK. Tampilkan semua postingan

Belajar membaca kalimat Bahasa Inggris via Google


Tahukan anda bahwa google dapat dijadikan referensi yang bagus buat belajar membaca setiap kata, kalimat bahkan paragraph dalam Bahasa Inggris? Google dengan fasilitas Google translate dapat kita manfaatkan selain untuk menerjemahkan juga dapat kita jadikan sebagai native speaker pengganti. Setiap kata, kalimat dan paragraf dapat mengeluarkan bunyi atau suara mengenai bagaimana membacanya, cara melafalkannya langsung dari native speaker Google.

Silahkan anda ketikkan kata atau kalimat atau parargraf atau anda juga dapat mengkopi tulisan atau bacaan dalam Bahasa Inggris yang banyak dapat kita perdengarkan secara audio dengan bantuan Google. Pertama tama silahkan anda buka mesin pencari(search engine) Google. Di sebelah atas ada tulisan lainnya di sebelah kanan Kalenderdapat anda klik dan di dalamnya ada pilihan Terjemahan. Selanjutnya anda klik Terjemahan tersebut maka anda akan di hadapkan pada kotak penerjemahan. Silahkan anda pilih Bahasa Inggris.

Belajar Bahasa Inggris via Google
Belajar Membaca  Bahasa Inggris melalui Google translate


Langkah berikutnya adalah anda dapat mengetikkan kata-kata, kalimat, paragraph atau apa saja dalam Bahasa Inggris tanpa dibatasi jumlahnya. Kemudian anda pilih icon speaker yang apabila disorot akan ada tulisan simak. Sekarang anda dapat mendengarkan atau menyimak kalimat-kalimat Bahasa Inggris yang panjang sekalipun. Kalimat-kalimat tersebut dibacakan secara langsung oleh native speaker dari Google. Dijamin prononsiasi dan pelafalannya benar. Anda dapat menggunakan fasilitas dari Google ini sebagai media belajar membaca dalam Bahasa Inggris. Selain itu anda juga bisa belajar mendengarkan dari native speaker langsung dari Google. Menarik bukan? Silahkan anda mencobanya sendiri, semoga artikel yang singkat ini bermanfaat bagi anda pembaca di Inggris Anak.com, Amin.

Cara efektif untuk membekali kemampuan Bahasa Inggris dasar kepada anak-anak kita


Inggris Anak dot com is back. Belajar Bahasa Inggris untuk anak-anak sejak dini sangat membantu dan mendukung kemampuan Bahasa Inggris mereka ketika mereka menginjak ke sekolah yang lebih tinggi. Untuk memberikan bekal kemampuan dasar Bahasa Inggris kepada anak-anak, kita dapat menciptakan suatu atmosphere yang mendukung penggunaan Bahasa Inggris bagi anak-anak melalui  pembiasaan menggunakan ekspresi atau instruksi-instruksi dalam Bahasa Inggris secara sederhana.

Inggris anak.com
Logo Identitas Bahasa Inggris Anak dot com


Instruksi-instruksi yang dimaksud adalah seperti close the door, open the window, clean the floor, turn off the Television, turn on the fan, Feed the cat, sit down, stand up, open the book, read page 12 dan lain sebagainya. Dengan pembiasaan-pembiasaan ini sangat membantu anak, anak-anak dapat belajar langsung Bahasa Inggris aktif. Di setiap instruksi Bahasa Inggris aka ada tindakan atau respon anak terhadap instruksi tersebut. Inilah pengenalan Bahasa Inggris yang bagus untuk perkembangan kemampuan Bahasa Inggris kepada anak anak.

Belajar Bahasa Inggris bukan berarti hanya belajar mengenal kosa kata saja, hanya book-oriented saja. Iya belajar kosakata dan buku perlu akan tetapi salah besar jika anak sama sekali tidak diperkenalkan Bahasa Inggris aktif. Justru anak akan cepat menirukan dan anak akan melakukan respons secara fisik maupun lisan ketika kita memberikan suatu instruksi-instruksi dalam Bahasa Inggris. Memang awalnya anak kesulitan namun dengan membiasakannya mereka akan mengetahui dan mengerti sendiri mengenai apa yang harus mereka lakukan ketika mendengar suatu instruksi dalam Bahasa Inggris. Anak-anak memerlukan ekspose yang memungkinkan menggunakan Bahasa inggris yang dapat mereka dapatkan dengan percakapan sederhana.  Berikanlah kesempatan pada anak-anak supaya sering terlibat dan terekspos dalam penggunaan Bahasa Inggris.

The important thing in learning a language, including English is by getting accustomed to using it in eveyday’s conversation. Yang terpenting dalam mempelajari suatu bahasa termasuk Bahasa Inggris adalah kita terbiasa menggunakannya di dalam percakapan sehari-hari selain Bahasa Ibu kita. Dengan dukungan melalui kosa kata Bahasa Inggris ana-anak dan dengan instruksi-instruksi, ungkapan ekspresi dalam Bahasa Inggris dapat memberikan lingkungan yang mendukung anak untuk berkembang Bahasa Inggrisnya. Dengan cara ini anak akan mendapatkan pengalaman langsung menggunakan Bahasa Inggris secara real bukan kosakata semata. Pengalaman inilah yang merupakan modal dasar dan awal bagi anak untuk mencapai kesuksesan mempelajari Bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah. Thanks for reading. 

English is interesting and fun: English for kids, children


Learning English for kids or children is interesting. English for young learners will be fun if the teacher has a capability, master the exact methods, and can manage and organize the English class. On this ocassion, the writer of Bahasa Inggris Anak Indonesia will once again discuss about animals.

Bahasa Inggris SD
The students are enthusiastic to learn English.


One of the interesting lessons for kids is, animals, children are very interested and curious in animals. In everyday’s lives, they are used to interact with them. The animal are like: cat, dog, duck, buffalo, hen, rooster, bird, rabbit and so on. When teaching about animals, it will be very interested if children are encouraged to recognize and say the voice of certain animals. Below are some animals and their voices:

Goat : embek . . embek
Cat : meaow, meong
Hen : betok, betok
Duck : kwek kwek
Rooster : kukuruyuk
Cow : mooo
Dog : aug aug, ruff ruff
Wolf : auuuuuuuuuwh
Mouse : cit cit
Cricket : krik krik krik
Buffalo : oeek,
Chicks : cik cik, piyek, piyek
Snake : ssssst
Frog : trox...trox...crock
Pig : oink oink

The voices depend on teachers ability, he  or she can modify the voices then the students can understand them. To demonstrate the voices of certain animals the teacher can do the manually by his or her mouth or he or she can record the voices of the animals. The record can be demonstrated to the stundents. The students try to learn and recognize the voices. When learning this, teacher can fill it with the songs related to the theme, the teacher can use for example, Old Mcdonald song, Baa black sheep or others.

Starting with the demonstration, the students are asked to listen to the voices of the animals, then they imitate the voices, later they guess and recognize the name of the animals by their voices. To make the atmosphere funnier, The teacher can fill an intermezzo of the animal songs like Old Mcdonald. The teacher can develop, explore and modify  the teaching learning to meet the most enjoyable, interesting, and funniest  environment and it is hoped that the stundents can learn Enlgish well. They can accept the material with interesting ways. It is important to give such a good impression that English is an intersting subject to learn.

SKENARIO PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SD TEMA GREETING AND PARTING PART II


The next stage is the students do a dialogue in pairs.

Dialogue 1
Students     :        “Good morning, sir”
Teacher       :        “Good morning, students”
Students     :        “How are you today?”
Teacher       :        “I’m fine, and you?”
Students     :        “Fine, too.

Dialogue 2
Rio     :        “Hi, Ella, How is life?”
Ella    :        “Pretty well, thanks. What about you?”
Rio     :        “Not too bad. Where will you go Ella?”
Ella    :        “I shall go to the swimming pool. Ok, Rio I have to go now. Bye Rio..”
Rio     :        “Be careful, good bye Ella, See you later.”

Dialogue 3
Nita    :        “Good evening, Tono”
Tono  :        “Evening, Nita.”
Nita    :        “Tono, let me introduce my friend to you.
                    Tono, this is Siti. Siti, This is Tono.”
Siti     :        “How do you do? Tono. Nice to meet you.”
Tono  :        “How do you do? Siti. Nice to meet you, too.”

The teacher tries to encourage the students. The first feels difficult but the smoothness comes afterwards.

Those above are emphasis on oral English. Now the teacher has to intoduce to the students to know the words, the vocabularies of greetings and partings.

The teacher here, can write the vocabularies on the blackboard and the students write them down on their note book.

To drill the students in vocabularies, The teacher can use a missing letters or jumbled letters or the Wordsearch, puzzle, matching, or any other exercises that might be used for improving students’ mastery on the vocabularis related. The description of the above vocabulary exercises are as follows:

The example of the missing letters exercise:
1.   Fill the the missing letters below!
1.   G _ _ d   Morning
2.   Good _ _ _
3.   _ e e  you
4.   H _ _ _ o
5.   _ i
6.   Etc

2.   Rearrange the following sramble letters!
1.   R-M-N-N-O-I-G-         :
2.   O-N-O-F-E-T-A-R-N    :
3.   G-T-H-I-N                  :
4.   E-B-Y  D-G-O-O                   :
5.   L-L-E-H-O                  :
6.   Etc

3.   Find the words relating to Greeting and parting in the following wordsearch!
Circle the words!

O  G  N  E  Y  B  D  O  O  G  S  J
O  S  Y  B  R  X  F  X  M  S  I  C
N  Y  G  T  P  O  Y  R  V  V  N  T
R  G  N  I  N  E  V  E  D  O  O  G
E  G  H  F  I  N  E  P  N  S  K  Q
T  M  X  K  U  O  Y  E  E  S  A  D
F  R  T  H  G  I  N  D  O  O  G  N
A  K  R  U  D  R  S  F  H  G  M  H
D  T  O  V  C  J  S  Z  O  M  I  Q
O  O  L  L  E  H  Y  S  C  B  A  D
O  G  O  O  D  M  O  R  N  I  N  G
G  Q  H  C  N  F  Y  A  K  B  K  O


 4.  Do the puzzle/crossword below!

Inggris SD
Crossword
When the students feel sleepy or tired, the teacher can fill the boring condition with a song.

Back to the listening skill, the teacher can test the students’ mastery on vocabularies by dictating. The type of the dictating is that, the teacher has the students complete or fill the blank sentences or paragraph or incomplete dialogues.
Here are the examples:

Listen to your teacher carefully and fill the blanks!

1.   Good ____________________
2.   Good ____________________
3.   Good ____________________
4.   Good ____________________
5.   Good ____________________
6.   How _____________________
7.   I am _____________________
8.   Nice to ___________________
9.   I have to _________________
10.                                                                                   See you         

Listen to your teacher carefully and fill the incomplete dialogue below!

1.   A : “Good morning, Ela.”
B : “.  .  .  .  .   .  ,   .  .  .”

2.   Roni : “.  .  .  .  .  .  .  .  , Tika
Tika : “Good evening, Roni

3.   Ratih : “.  .  .  .  .  .  .  .  , Santi
Tika : “Hi, Ratih

4.   Rio : “Good bye, Tono.”
B : “.  .  .  .  .   .  ,   .  .  .”

Listen to your teacher and complete the paragraph!

Astrid goes to school at . . . . . . (1). On the way, she meets her . . . . . . . . . . .(2). She says  . . . . . . . . . . . .  (3). And her teacher says good morning, too.          She  . . . . . . . . . (4). at school at seven o’clock.


after having those exercises, the students are faced to the reading passage. They are asked to read the text after the teacher give an example. First they read the text together but later they have to read it one by one.

Next the students with the teacher try to translate the text together. The students are asked to anwer the questions provided based on the text given. Or the teacher can provide a true or false statement.

Here is the example of the reading passage:

Rozak goes to  Bandar Swimming pool at 04.00 p.m.
He goes there by a bicycle
He meets her friend on the way going there
Then he says good afternoon.
And her friends say good afternoon, too.
Rudi goes home at 06.00 p.m.

Questions :
1.   Where does Rudi go?
2.   What time does rudi go to the swimming pool?
3.   With Whom does Rudi meet on the way?
4.   What does he say to his friends?
5.   What time does Rudi arrive home?

To enrich and test the students’ mastery on the theme learned, here are the questions that they have to complete once again:

1.   I meet my teacher in the morning, so I say . . .
2.   Anita goes home at 12.30 p.m. She meets her friends on the way. She then says  . . . . . . . . . . . to her friend
3.   Rudi goes to the field to play foot ball. He meets his friends there.             He says . . . . . .
4.   Father  meets his friend on the dinner at restaurant. He says . . . . . . . . . .
5.   I want to go to bed. My mother says  . . . . . . . . . . . to me.
6.   My friend leaves me. She says . . . . . . . . . . .
7.   Hello Andi. I then reply him . . . . . . . . . .
8.   A : Good bye shanty
B : . . . . . . . . . . . .
9.   Ucle Dani goes to Semarang by his motorcycle. His wife waves him and     says . . . . . . . . .
10.                 Shinta says hi to her friend Andi. He then reply her by saying  . . . . . . . .

After completing the above task the students are given the next one. It can be a translation task about greeting and parting.

SKENARIO PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SD TEMA GREETING AND PARTING PART I


When a teacher comes into a classroom, students directly welcome and greet him/her with a greeting expression. There’ll be a dialogue between the teacher and the students.
Here is the example of the greeting dialogue:

Students     :  “Good morning, sir.”
Teacher       :  “Good morning, students.”
Students     :  “How are you today?”
Teacher       :  “I’m fine, and you?”
Students     :  “Fine, too.”

Note : The students, here, have been taught and exposed to such kind of dialogue in the previous grade, so it’ll be ok for the students to do the greeting dialogue like that.

Such dialogue above must be done when starting a lesson, when a the teacher is entering the classroom. This is a good habit to make the students familiar with the English conversation.

The first chapter of the English learning is about “Greeting and Parting”.
The first time, before teaching The greeting and parting theme, the teacher can start singing a song related. The teacher can use, for instance the following songs to begin:

1.   Good morning

Good morning, good morning
The best to you this morning
How are you?, how are you?
I hope you’re feeling fine
And happy all the time 2x


2.   Hello how are you

Hello hello how are you?
Fine, thanks fine, thanks how are you?
Hello hello how are you?
I’m fine, thank you.

The songs above are just some examples, the teacher can apply some other songs. The song at the beginning of the lesson is intended to create an exciting, spirit atmosphere to the students. The students will be enthusiastic then.

After singing a song, the teacher can make a brainstorming before discussing about the main lesson. The brainstorming here can be a question-anwer activity around the unit will be learned afterwards. Here are some examples of the question adressed to the students in this stage at brainstorming:

1.   What should you say if you meet your teacher in the morning?
The student anwers, I will say “Good morning”

2.   It is at 12.00 o’clock. What will you say to someone you meet?
The students anwer, I shall say “Good day”
3.   Look at the time on the blackboard, what can you greet or say to your friend?
The student anwers, Good evening.

4.   What will you say to your mother if you would like to go to bed?
I say “good night” to my mom.

5.   When leaving someone, we say  . . .
Good bye...

The teacher can use those kinds of questions, or just pick one or two, or make other quesions related.

Next, the teacher continued to the main lesson.

GREETINGS AND PARTINGS
Greetings
Partings
Good morning
Good bye
Good aftrnoon
Good night
Good evening
Bye
Good day, good noon
Good luck
Hi
Take care
Hello
See you
How are you
See you later
How do you do
See you tomorrow
Nice to meet you
See you next time
Glad to see you
I have to go now

Greetings:
There are two kinds of greetings that we must know. One is formal and the other is informal greeting. The formal greeting, for instance:
-      Good morning
-      Good day
-      Good afternoon
-      Good evening
The informal ones, for example :
-      Hi,
-      Hello

Other kinds of greeting:
-      How are you?
-      How is everything?
-      How is life?
-      How have you been?
-      Etc.

Partings:
-      Good bye
-      Bye bye
-      Good luck
-      Good night
-      See you
-      See you later
-      See you tomorrow
-      See you next time
-      I have to go now
-      Take care
-      Etc.   

The students are drilled to pronounce those greetings and partings several times repeatedly.

To avoid a monotonous and bored atmosphere, the teacher can practise the students with the vocabularies excersises through a game. The game can be explained such as follows:
-      The game is, the questions which are addressed to the students.
-      The game relates to the chapter or unit being learned right now
-      The questions are based on the sum of the students subracted by one.
-      The students try to answer the question spoken by the teacher as fast as possible.
-      When the student anwers correctly, he/she will pass the game
-      When the student answers incorrectly, he/she won’t pass the game and he/she can not anwer the question anymore until the next question.
-      There’ll be one student left. The last student who can not anwer the question correctly will be punished to sing a song in front of the class. The game is interesting for students. It sounds like a competition among the students. They will try to answer the question as fast as possible to save himself/herself from punishment. Of course every student doesn’t want to stand in front of the class to sing a song. The last student who can not anwer the question means that he/she is the most stupid of all.

Here are the examples of the questions submitted:
-      Roni meets Ana at 04.30. He says . . .
-      The sun rises in the east. We say . . .
-      The teacher draw a picture of a situation in the evening. There is a picture of a moon on it. He then ask the students, What greeting should we say as we see a picture on the blackboard? The students then try to anwer it.
-      When we leave someone we say . . .
-      Etc.

METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK ANAK : STORY TELLING(BERCERITA)

Bahasa Inggris di SD akan terasa menarik dan tidak membosankan jika guru selaku agent of knowledge dapat mentransfer ilmu, pengetahuan dan keterampilan Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan dapat diterima anak. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh seorang guru pengampu Bahasa Inggris di SD. Guru dapat menggunakan berbagai media dan metode yang tepat dan menyenangkan bagi anak.


Bercerita
Learning English by story telling for Indonesian children. a picture from http://www.wayantulus.com



Salah satu metode pengajaran Bahasa Inggris yang menarik bagi anak adalah melalui story telling(bercerita). Bercerita di sini guru menceritakan cerita dan kisah dalam Bahasa Inggris. kedengarannya susah memang karena anak tidak mengetahui arti dari kata-kata dan kalimat yang diucapkan oleh guru. Tetapi di sini ada sisi positifnya. Anak akan terbiasa dengan kata-kata, ungkapan dan kalimat dalam Bahasa Inggris. Untuk mengatasi hal ini guru dapat menggunakan media gambar atau video cerita. Guru dapat menggunakan gambar atau video yang akan membantu anak memahami cerita. Supaya cerita real dan merangsang emosi dan respon anak maka guru di dalam membawakan cerita melibatkan ekspresi dan emosi seakan-akan guru memerankan di cerita tersebut. Story telling juga dapat menggunakan bantuan penuh video. Guru hanya memutarkan cerita anak-anak dalam Bahasa Inggris. Setelah selesai memutarkan video cerita guru dapat mengajukan pertanyaan pada anak anak.

Berbicara mengenai bahan cerita untuk story telling guru dapat menggunakan buku-buku cerita rakyat(folk tales, fairy tales, legends, fable, etc). Buku dapat diperoleh di perpustakaan, atau dengan E-book yang diunduh di internet. selain   E-book, guru dapat mengunduh/download cerita dalam bentuk file mp3 atau video-video. Untuk menunjang pembelajaran guru juga dapat membuat media gambar yang berkaitan dengan cerita cerita yang digunakan. Beberapa situs yang dapat dijadikan sebagai referensi adalah You Tube, BookBox.com dan lain sebagainya. Silahkan baca daftar situs belajar Bahasa Inggris untuk anak-anak di situs blog ini pada posting sebelumnya.

Untuk menunjang dan memperlancar story telling memang idealnya guru menggunakan laptop dan LCD proyektor. Dengan bantuan dua alat ini akan sangat mempermudah guru dalam menyampaikan materi story telling. Story telling merupakan salah satu metode pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah dasar yang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam listening dan speaking. Anak-anak di sini tidak hanya pasif mendengarkan saja karena setelah mendengarkan cerita guru dapat mengajak anak untuk berdiskusi berkaitan dengan cerita yang duah dilihat dan didengarkan. Anak-anak akan terbiasa dilibatkan dan terekspos dalam penggunaan Bahasa. Siswa terbiasa dalam atmosfer Bahasa Inggris yang sesungguhnya. 

Ketika anak didik malas belajar Bahasa Inggris


Sebagai seorang guru pengampu Bahasa Inggris di SD, kita sebaiknya mengerti dan memahami anak-anak didik kita. Kita berlaku bijaksana kepada mereka. Anak-anak kita memiliki hak untuk mendapatkan pengajaran yang menyenangkan. Karena anak akan menerima materi dari guru dengan baik manakala mereka antusias dan merasa enjoydi kelas. Bagaimana siswa dapat menerima pelajaran dengan baik kalau guru kurang dapat memahami anak. Guru Bahasa Inggris yang bijak akan berusaha memberikan pengajaran yang menyenangkan bagi anak. Di sini seorang guru sebaiknya memahami tingkat perkembangan dan psikologis anak-anak didiknya.

Pengajaran Bahasa Inggris di SD menurut hemat penulis, masih dibilang memprihatinkan. Beberapa teman penulis yang juga mengajar Bahasa Inggris di SD kerap kali mengeluh dan hal ini ada kaitannya dengan anak didiknya. Seringkali anak didiknya merasa jenuh(bored) ketika diajar Bahasa Inggris di kelas. Karena respons murid yang kurang antusias maka gurunya juga ikut-ikutan menjadi kurang bersemangat.

Mengajar apa saja termasuk Bahasa Inggris memang memerlukan metode yang tepat juga menuntut kreatifitas guru. Mengajar Bahasa Inggris di SD tidaklah sama dengan mengajar di sekolah lanjutan seperti di SLTP atau di SLTA. Perlakuan dan treatment guru terhadap anak didiknya juga berbeda. Bahwa dunia anak seumuran SD adalah dunia bermain. Sambil bermain anak-anak belajar banyak hal termasuk belajar Bahasa Inggris. Mengajar Bahasa Inggris di SD identik dengan menyanyi, permainan, menggambar, mewarnai, story telling(bercerita) dan sebagainya. Perlu di ingat bahwa antusiasme dan semangat seseorang itu cepat menular ke orang-orang di sekelilingnya. Jadi seorang guru Bahasa Inggris di SD ketika memasuki kelas sebaiknya menunjukkan dan memiliki antusiasme dan semangat karena dengan antusias tadi dapat menular ke anak-anak didiknya sehingga mereka akan merasa enjoy learning. Salah satu indikator keberhasilan seorang guru mengajar Bahasa Inggris adalah ketika anak selalu menantikan pelajaran Bahasa Inggris.dan anak menyukai baik gurunya maupun pelajarannya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa mengajar Bahasa Inggris di SD bisa dikatakan gampang-gampang susah, mudah iya, sulit juga iya. Dikatakan mudah karena dari segi materi/konten sangat sederhana. Dikatakan susah karena guru sering mengalami kesulitan untuk menyajikan dan memberikan materi yang enjoy learning untuk anak didiknya. Berbicara mengenai ini tentunya erat kaitannya dengan metodology pengajaran. Maka guru diharapkan dapat memahami, mengerti, beradaptasi dan mempelajari metode pengajaran Bahasa Inggris untuk anak seumuran Sekolah dasar.

Mengajar Bahasa Inggris bagi guru yang memang tidak memiliki background pendidikan Bahasa Inggris memang lebih susah. Biasanya di sekolahnya mereka sifatnya ditugasi kepala sekolah untuk merangkap mengajar Bahasa Inggris karna adanya tuntutan dan lingkungan di mana di tiap-tiap sekolah dasar rata-rata sudah mengajarkan Bahasa Inggris. Selain alasan dari segi penguasaan materi dan methodologinya juga karena fokus mereka terbagi, di satu sisi mengajar kelas dan di sisi lainnya mengajar Bahasa Inggris.

Seperti yang sudah penulis singgung di atas bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat kita pelajari, asalkan kita ada niat maka akan ada jalan, if there is a will there is a way. Bagi guru yang bukan dari background Bahasa Inggris tidak usah minder karena kita dapat belajar dan beradaptasi baik dari konten maupun metodology. Kita dapat sharing dan bertukar pikiran dengan guru yang lain,Kita dapat belajar dari buku, internet dan lain sebagainya. Baik guru yang fak Bahasa Inggris maupun yang bukan fak Bahasa Inggris sama-sama belajar meningkatkan diri baik untuk dirinya sendiri maupun kaitannya dengan pemberian pengajaran yang enjoy learning bagi anak didiknya sehingga mereka dapat menerima materi dengan fun dan menyenangkan.

VOCABULARY VS COMMUNICATIVE BASED LEARNING


Menurut Penulis, pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia khususnya di sekolah dasar beorientasi atau bertujuan pada dua hal yaitu tujuan pencapaian vocabulary dan tujuan komunikatif. penulis selanjutnya memberi istilah Vocabulary-based learning dan communicative-based-learning.Vocabulary based leaning adalah model pembelajaran/pengajaran Bahasa Inggris yang berorientasi pada penguasaan atau lebih ditekankan pada perbendaharaan kata(Vocabulary). Sedangkan Communicative based learning adalah model pembelajaran/pengajaran Bahasa Inggris yang berorientasi/menekankan pada penguasaan Bahasa Inggris aktif untuk tujuan komunikasi.

Menurut penulis, pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris di SD yang sudah berjalan selama ini menganut model/pendekatan Vocabulary-based-learning. Guru memberikan materi dan mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak didiknya sebagian besar berorientasi pada perbendaharaan kata dalam Bahasa Inggris atau lebih mementingkan penguasaan vocabulary. Anak dikatakan telah berhasil apabila ia telah menguasai vocabulary dan dia dapat menjawab pertanyaan secara tertulis dengan benar.

Aktifitas pembelajaran lebih kepada repeat after the teacher atau guru mengucapkan murid menirukan. Memang benar anak telah belajar dua aspek sekaligus yaitu aspek listening dan speaking akan tetapi ini lebih dimaksudkan kaitannya dengan penguasaan vocabulary. Selanjutnya Guru menuliskan vocabulary tadi kepada anak-anak didiknya. Untuk melatih anak mengenal dan hafa tulisan /kosakata tersebut guru memberikan latihan soal berkaitan dengan penguasaan vocabulary(ditinjau dari tulisan). Contoh latihan soal vocabulary seperti : Menyusun huruf-huruf acak menjadi kata/vocab yang sedang dipelajari, menemukan kata dalam kotak yang berisi huruf acak, menjodohkan/matching, melengkapi huruf yang hilang(missing letters), rewrite atau menulis ulang dan sebagainya. Aktifitas-aktifitas tersebut lebih kepada kemampuan menulis (writing) yang mengarah pada penguasaan vocabulary.

Adapun aktifitas lain yaitu reading. Biasanya guru memberikan contoh atau membacakan suatu teks bacaan sederhana dalam Bahasa Inggris. selanjutnya murid menirukan dan membaca teks bacaan tersebut. Aktifitas reading ini juga di dalamnya lebih mengarah pada translation yang tidak jauh berbeda dengan aktifitas yang mengarah kepada vocabury. Kegiatan reading ini pada akhirnya diakhiri dengan questions atau pertanyaan berdasarkan pada teks bacaan atau dalam bentuk true or false statement.

Model pengajaran seperti di ataslah yang selama ini mewarnai pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris di tanah air yang sudah berjalan turun temurun terutama di tingkat sekolah dasar. Pembelajaran lebih ditekankan pada penguasaan dan pengenalan vocabulary. Biasanya output yang dihasilkan lebih kepada pengetahuan(kognitif). Vocab-based-learning ini kurang dapat menguasai Bahasa Inggris untuk tujuan komunikatif. Para siswa kurang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Ranah afektif dan psikomotorik sangat sedikit di dalam model pembelajaran yang menganut pada vocabulary-based-learning. Padahal kalau kita mengacu pada tujuan pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar adalah untuk tujuan Bahasa Inggris sebagai kemampuan performatif artinya setelah mempelajari Bahasa Inggris pada tingkat ini siswa dapat memiliki kompetensi bekomunikasi dalam Bahasa Inggris secara sederhana dalam konteks sekolah dan lingkungan sekitar.

Berbeda dengan model pembelajaran yang bebasis pada communicative-based learning. Dengan model pembelajaran ini para siswa didorong aktif berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Bahasa berfungsi sebagai penyerta tindakan(Language Accompanying Action). seperti yang telah dirumuskan dan dianjurkan oleh kurikulum. Ini menuntut guru untuk aktif dalam menggunakan Bahasa Inggris. seorang guru yang mengajar Bahasa Inggris berusaha mendorong dan menyemangati siswa di dalam pembelajaran di kelas. The beginning is hard, it’s difficult to get started but it will smoothly run then, awalnya memang perlu adaptasi dan susah akan tetapi selanjutnya pembelajaran Bahasa Inggris akan menjadi hidup. Dalam pembelajarannya, guru selain menggunakan bahasa ibu(bahasa Indonesia)juga lebih sering menggunakan Bahasa Inggris. setiap aktifitas di kelas Bahasa Inggris lebih digunakan karena Bahasa  pada prinsipnya memang untuk diterapkan dalam percakapan real di dalam kehidupan sehari-hari/di kelas. Model pembelajaran seperti ini bisa dikatakan juga dengan scaffolding talk yaitu guru membiasakan anak dengan ucapan dan ungkapan dalam Bahasa Inggris sehingga anak secara tidak langsung diajak real dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.