• PEMASANGAN INDIHOME TRIPLE PALY (3P)

    Telp: 0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • PEMASANGAN INDIHOME MEDAN (3P)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • FIBER TO THE HOME (FTTH)

    0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • INTERNET ON FIBER (INDIHOME MEDAN)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

Tampilkan postingan dengan label Nasihat Untuk Orang Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat Untuk Orang Tua. Tampilkan semua postingan

Makna Kepercayaan Antara Ortu dan Anak (Alasan Orang Tua Harus Percaya Pada Anak dan Tidak terlalu Curiga)


Makna Kepercayaan Antara Ortu dan Anak
Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan bila ada keterbukaan. Akan ada keterbukaan bila ada kepercayaan. Itulah kenapa kepercayaan antara orang tua dan anak harus terjalin dan terjaga dengan baik. Namun bagaimana cara kita sebagai orang tua menaruh kepercayaan kepada anak?
1. Minta Izin atau berpamitan

Bila buah hati anda hendak pergi kemana-mana, hendaklah anda meminta buah hati anda untuk meminta izin. Permintaan izin ini tidak hanya berguna agar anda tahu kemana buah hati anda pergi, namun juga untuk menjaga hubungan komunikasi antara anda dan buah hati anda.
2. Jangan berbohong
“Pencuri tidak akan bisa menginsyafkan seorang pencuri.” Apakah anda setuju dengan ungkapan tersebut. Agar anda secara “tidak sadar” telah mengajarkan kebohongan kepada buah hati anda, sebagai orang tua yang baik, sebaiknya anda juga memberikan contoh yang baik kepada buah hati anda. Jadi bila anda merasa buah hati anda sering berbohong, cobalah untuk juga mengintrospeksi diri anda,”Masihkah aku sering berbohong?”
3. Mengenal Teman-teman Bermain
Setiap orang tua pasti akan merasa bahagia, bila buah hatinya memiliki banyak teman, terutama teman-teman yang baik. Maka setiap buah hati anda mengenal teman yang baru, mintalah buah hati anda untuk mengenalkan kepada anda. Hal ini sangat penting, supaya anda juga tahu bagaimana cara anda mengontak (bila memiliki HP) dan mengontrol kemana buah hati anda sering bermain, juga agar anda tahu bagaimana menangani permasalahan yang dihadapi buah hati anda di dalam pergaulannya bersama dengan teman-temannya.
4. Menjadi Sahabat
Jangan menciptakan jarak yang terlalu jauh dengan buah hati anda, dengan terlalu banyak mengatur dan menyalahkan apa yang dilakukan buah hati anda. Jadilah sahabat bagi buah hati anda, yang selalu membimbing di agar buah hati anda tidak melakukan kesalahan dan melakukan kesalahan yang sama. Menjadi sahabat dengan buah hati anda, juga bisa and lakukan dengan selalu menemani di saat makan malam, membimbing dalam mengerjakan PR, mengucapkan “selamat tidur” sebelum buah hati tidur, dan hal-hal lain yang menunjukkan perhatian anda kepada buah hati anda di dalam hal-hal kecil.
5. Menjadi Teladan Yang Baik
Bila anda mengatakan sesuatu, usahakanlah untuk sesuai dengan apa yang anda perbuat. Jangan buat buah hati anda kecewa dengan kesalahan yang secara sadar kita lakukan dan menyakiti buah hati kita. Misalnya, disaat anda menasihati buah hati anda agar rajin belajar dan bekerja keras, namun anda sendiri suka bermalas-malasan di rumah.
6. Teguh Pada Pendirian
Hal ini sangat berhubungan dengan wibawa anda sebagai orang tua. Bila anda telah mebuat sebuah peraturan kepada buah hati anda, usahakanlah untuk tidak mudah mengubahnya. Misalnya, harus pulang bermain sebelum Adzan Maghrib. Anda harus konsisten dengan peraturan tersebut, dan bila perlu menegur anak bila sampai pulan terlalu larut malam.
7. Marah Di Saat Yang Tepat
Bila anda harus marah kepada anak karena suatu kesalahan, anda harus tahu kenapa anda harus marah dan apa manfaat anda marah kepada anak. Jangan sampai anda marah hanya karena ingin meluapkan emosi anda sendiri dan hanya akan menyakiti hati sang anak. Dan setelah anda marah, usahakanlah untuk kembali berusaha mendekati sang anak. Sehingga segala perasaan yang tidak enak yang muncul di hati anak, bisa netral kembali. Dan anak anda pun semakin sadar bila anda begitu mencintainya.
8. Tiada Yang Tersembunyi
Yah… Seperti judul sebuah lagu, “Tiada Yang Tersembunyi” atah “Jangan Ada Dusta Diantara Kita”. Di dalam tips saya yang terakhir ini, saya hanya akan memberikan sebuah kisah nyata dan lucu yang pernah dialami oleh salah seorang teman saya. Beliau memiliki banyak saudara kandung. Hal yang membuatnya “sedikit” kecewa kepada orang tuanya adalah karena orang tuanya suka menyembunyikan lauk pauk yang berupa daging ayam dan daging sapi. Sedangkan anak-anaknya lebih sering makan tahu dan tempe. Dia selalu berpikir,”Soal makan aja banyak disembunyiin, apa lagi ya… yang disembunyiin orang tuaku dari aku?”

sumber gambar: phoenix.edu


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:

Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Bayi (Perlunya Kasih Sayang Bagi Kecerdasan Otak Anak)


Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Bayi
Ingatkah anda pada saat anda menghadapi ujian di sekolah. Suasana hati sangat mempengaruhi semangat kita belajar. Bila suasana hati kita sedang baik dan bahagia, maka kita akan lebih bersemangat dalam belajar, sehingga apa yang kita pelajari lebih mudah diserap oleh otak. Lalu apa hubungannya dengan kasih sayang dari orang tua kepada bayi dengan kecerdasan bayi.

Bayi masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. Dengan kasih sayang yang diberikan dari orang tua kepada bayi, maka bayi akan merasakan kedamaian. Hatinya yang masih sangat sensitive akan lebih mudah menerima pelajaran dan pengalaman hidup yang baru bila bayi merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Tentunya, hal ini juga akan sangat mempengaruhi perkembangan otak atau kecerdasan anak. Lalu apa kiat-kiat kita sebagai orang tua, supaya buah hati kita terpenuhi kebutuhan kasih sayangnya dan tentu saja supaya buah hati kita bisa menjadi anak yang cerdas di kemudian hari.
1. Ciuman, pelukan, dan belaian.
Seorang psikolog mengatakan bahwa ciuman, pelukan, dan belaian adalah bentuk penghargaan terhadap anak. Dengan begitu, dia akan merasa sangat dihargai oleh orang tuanya, dan memacunya untuk melakukan hal positif. Menangis, adalah salah satu cara bayi untuk mendapatkan perhatian. Nah… Bila kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian seorang bayi telah terpenuhi, maka sang bayi pun tidak akan mudah menangis.
2. Pujian
Sebagai orang dewasa, kita sering membaca buku-buku motivasi atau menyaksikan acara-acara TV atau seminar-seminar tentang motivasi. Bayi tentu belum membutuhkan buku-buku atau nonton acara-acara yang berbau motivasi. Namun satu hal yang sama-sama dibutuhkan setiap manusia segala usia adalah motivasi. Agar bayi semakin termotivasi untuk belajar, berikanlah pujian-pujian dengan apa yang telah dia lakukan. Pujian sangat berarti agar dia bisa mengembangkan diri . Misalnya, pada awalnya bayi hanya memainkan kertas dengan cara meremas-remasnya. Kita bisa mengatakan,”Duh… Pinter banget anak mama, bisa bikn bola dari kertas.” Dengan pujian-pujian yang kita berikan dan dibarengi dengan bimbingan dari kita, lama-lama sang anak pasti bisa membuat kerajinan tangan dari kertas yang lebih baik lagi. Misalnya membuat pesawat, burung, dan lain-lain.
3. Hindari larangan
Bila sang bayi mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, misalnya membuang sampah sembarangan, hindarilah melarang anak melakukannya, Kita bisa menggantikannya dengan kata-kata yang lembut dan mendidik. Misalnya,”Sayang…. Kalau buang sampah bukan di sana. Tapi di sini. Ini namanya tempat sampah.” Bila perlu anda mengambil tempat sampah anda, dan membawanya lebih dekat kepada anak, supaya dia bisa belajar cara membuang sampah yang baik. Coba anda bayangakan, bila anda hanya mengatakan,”Jangan buang sampah sembarangan!” Lalu anda sendiri yang mengambil sampah tersebut dan membuangnya. Pelajaran apa yang didapat dari sang bayi? Tidak ada. Hanya rasa takut.
4. Ajak bicara dengan suara lembut
Meski bayi belum menguasai banyak kosa kata, jangan pernah berhenti mengajaknya berbicara. Tentu saja dengan suara yang lembut dan penuh ekspresi. Coba anda perhatikan anak-anak yang cerdas yang pernah ditampilkan di TV, mereka berbicara dengan penuh ekspresi dan intonasi yang baik. Hal ini tentu sangat berhubungan dengan pengajaran yang diberikan oleh kedua orang tua mereka dalam kehidupan sehari-hari. Suara orang tua, terutama suara seorang Mama, adalah suara favorit buah hati anda yang pasti akan ditirukan oleh buah hati anda. Maka, sebaiknya hindari kata-kata dan intonasi yang kasar, karena bukan hal yang tidak mungkin bila buah hati anda akan menirukannya.
5. Cerdas Memberikan Tanggapan
Kita tentu ingin buah hati kita menjadi anak yang cerdas. Maka kita pun harus menjadi orang tua yang cerdas. Bukan hanya cerdas dalam pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari berbagai media, namun juga cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak. Agar kita bisa menjadi orang tua yang cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak, maka kita perlu memahami buah hati kita. Agar kita bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan buah hati kita, dan kapan buah hati kita membutuhkannya, tentu membutuhkan sebuah hubungan emosional yang baik, karena bayi belum dapat berbicara dengan jelas. Dan agar hubungan emosional itu bisa terjalin dengan baik, buah hati anda sangat membutuhkan waktu anda bersamanya. Hal ini sangat penting, agar buah hati kita bisa mudah menjalin hubungan dengan orang lain (hubungan social). Karena nantinya pelajaran dan pengalaman yang didapat dari buah hati anda tidak hanya melalui orang tua, namun juga orang lain.
6. Menjadi Teladan
Seorang anak belajar dari berbagai macam indra. Salah satunya adalah melalui indra penglihatan. Maka jadilah teladan yang baik dari buah hati anda. Apa yang selama ini anda ajarkan haruslah sesuai dengan apa yang dilihatnya. Bila anda rajin merapikan tempat tidur anda, maka anda pun telah mendidik buah hati anda untuk bisa menjaga kebersihan.
7. Pentingnya berpetualang
Berpetualang dalam hal ini tentu saja bukan dengan mengajak buah hati kita pergi mendaki gunung atau mengarungi samudara. Namun anda bisa melakukannya di lingkungan terdekat anda. Hal ini sangat penting agar buah hati kita tidak hanya belajar dari satu lingkungan saja (di dalam rumah), atau tidak hanya jalan-jalan di mall. Anda bisa mengajak buah hati anda untuk jalan-jalan di pagi hari (agar buah hati anda bisa merasakan kesejukan yang alami / tidak dari AC dan mendapatkan sinar ultraviolet dari matahari yang mengandung vitamin D, mengajaknya pergai ke taman (agar bisa mengenal berbagai macam tumbuhan), mengajaknya mengikuti acara-acara keagamaan, mengajaknya berenang (tentu dengan penjagaan dari orang tua), dan masih banyak hal lagi. Hal ini sangat penting, agar buah hati anda terlatih untuk bisa menyesuaikan diri di segala suasana dan cuaca.
8. Permainan Yang Edukatif
Banyak sekali mainan yang bisa kita temukan di toko maianan. Usahakan untuk memilih mainan yang mendidik, yang bisa membuat anak belajar melalui indra penglihatan, pendengaran, dan perasa, dan pengacap(beskata-kata), agar anak bisa memiliki kecardasan majemuk melalui pembelajaran dari semua indra yang dimiliki. Dalam hal ini, memang sangat membutuhkan kreatifitas anda sebagai orang tua. Karena dengan sebuah bola berwarna merah pun, anda bisa melatih buah hati anda tentang bentuk (dengan mengucapkan, meraba, dan melihat), warna (dengan melihat, mendengar, dan mengucapkannya), dan manfaat-manfaat lainnya.
9. Membacakan Dongeng
Bacakan buku dongeng yang bergambar dan berwarna. Untuk ukuran bayi, tidak perlu cerita yang menarik dan rumit. Karena yang terpenting adalah gambar yang menarik, dan dari segi cerita, andalah yang bisa membuatnya menjadi menarik. Gambar seekor burung pun bisa menjadi sesuatu yang menarik, bila dituturkan dengan cara yang menarik (intonasi yang baik, mengajak berinteraksi, suara yang jelas, dan pengembangan cerita yang baik). Misalnya dengan bertanya,”Burung kalau terbang di mana?” Lalu anda bisa bercerita,”Di ebuah daerah yang bernama Papua, ada seekor burung yang indah, namanya burung cendrawasi. Eh… Ada juga lho burung yang pinter niruin suara orang. Namanya burung Kakak Tua. Hayoo… Burung apa tadi namanya?” Ayo orang tua, kembangkan imajinasi anda untuk mencerdaskan buah hati anda.
10. Mendengarkan musik
Hampir setiap insane di dunia ini menggemari musik. Dengan berbagai macam manfaatnya, setiap orang cenderung membutuhkan musik (saat menulis artikel ini pun saya mendengarkan musik). Begitu juga dengan buah hati anda. Mereka sangat membutuhkan musik, bukan hanya untuk meninabobokkan buah hati anda, namun secara tidak langsung, musik juga bisa membawa efek positif bagi otak kanan dan kiri bayi. Dengan mendengarkan musik proses belajar yang dilakukan buah hati anda pun, akan menjadi lebih mudah. Akan lebih baik lagi bila musiik-musik tersebut mengandung nilai moral dan pendidikan. Seperti lagu saya yang berjudul BERSABAR, SIKAT GIGI, TEMAN DI MANA-MANA, JADILAH SAHABAT, KEBUNKU, HOME SWEET HOME, dll. Jadi tidak hanya suami atau istri anda yang membutuhkan musik untuk membangun suasana yang romantis. Buah hati anda pun butuh suasana yang romantis bersama anda, orang tua, untuk mereka bisa merasakan kedamaian saat belajar (Kak ZP).


Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan
:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Anak Mengalami Rasa Takut Berlebihan (Paranoid)? Apa Terapinya? (Tips Mentatasi Anak Penakut dan Mudah Cemas Tanpa Kendali)

Anak Mengalami Rasa Takut Berlebihan? Apa Terapinya?

Ketakutan adalah hal yang wajar. Hampir semua orang memilikinya. Namun bila rasa takut yang berlebihan dan itu menimpa buah hati kita, tentu kita pun bisa ikut pusing dibuatnya. Dalam artikel ini saya akan memberikan beberapa masukan bermacam-macam terapi yang pernah dilakukan beberapa sahabat saya.

1. Bila buah hati kita takut pada suara gaduh atau suara-suara berisik, Bunda Nisya Khoiruman memnita kita untuk mengajak buah hati kita ke taman atau pegunungan yang kosong. Mintalah anak untuk berteriak-teriak dari suara yang pelan dan lebih keras dan semakin keras. Dan mintalah sang anak berterikan sepuasnya.Setelah itu beri pengertian dan motivasi pula kepada buah hati kita, agar tidak perlu takut pada kebisingan.


2. Bunda Nonik menceritakan tentang etakutan anak –anak didiknya kepada hantu pocong, yang dilakukan oleh beberapa orang dewasa yang kurang bertanggungjawab. Hal ini membuat beberapa anak sering ketakutan bila mendengar kata,”pocong”. Ibu Nonik tidak mau kehilangan akal. Dia mulai menggambarkan hantu pocong (lebih baik dalam bentuk yang lucu, seperti guling misalnya). Lalu Bunda Noni mengatakan bahwa hantu takut sama ALLAH dan orang-orang yang percaya kepada ALLAH. Bila kita dekat dengan ALLAH, maka malaikat-malaikat Tuhan akan menjaga kita. Bunda Noni melakukan hal itu berkali-kali, setiap anak mulai takut pada hantu atau ada yang menakut-nakuti. Lama-lama di dalam hati anak akan tertanam nama ALLAH saja yang patut ditakuti. Dan hasilnya, sang anak sendiri yang mengatakan,”Bunda…. Aku tidak takut dengan setan karena aku dekat dengan ALLAH.

3. Kak Listi juga memiliki pengalaman yang menarik dari salah seorang sahabatnya. Ada seorang anak yang ketakutan saat mendengar suara hujan dan suara adzan. Sang bunda sudah mencoba menjelaskan bahwa hujan berasal dari suara air dan adzan datangnya dari (suara manusia) masjid. Namun itu tidak membawa perubahan yang berarti. Sang bunda menemukan jawabanya ketika sang bunda melihat seekor kecoak. Kenapa? Karena saat melihat kecoak sang bunda bereaksi dengan SUPER HEBOH. Sang BUnda juga berpikir bila saat hujan turun, sang bunda pasti langsung dengan HEBOHnya buru-buru mengangkat jemuran. Pada saat adzan berkumandang, sang bunda dengan HEBOHnya, buru-buru menyelesaikan pekerjaannya. Sang anak saat melihat hal ini, tentu memiliki pemikiran yang lain. Karena di alam bawah sadar sang anak, hal yang biasa pun bisa menjadi hal yang luar biasa dan SUPER DUPER HEBOH.

   Nah… Setelah mengetahui jawaban dari masalah ketakutan sang anak, sang bunda pun langsung mempraktekannya. Saat hujan turun, sang bunda dengan sabar mengangkat jemuran. Tidak lupa dia menyanyikan lagu HUJAN ciptaan Ibu Kasur. Saat adzan berkumandang, sang bunda mengucapkan syukur dihadapan buah hatinya, karena hari ini masih diberikan kesempatan untuk melakukan sholat atau beribadah. Dan saat melihat kecoa, sang bunda malah mencoba menangkapnya, dan meneliti tentang bagaimana binatang kecoa itu secara fisik.

Dalam kasus ini, kita bisa belajar bahwa saat sang anak mengalami rasa takut yang berlebihan, akan lebih baik bila kita tidak memvonis anak ini dan itu yang malah bisa memperparah keadaannya. Namun marilah kita mencoba melihat pada diri kita sendiri sebagai orang tua. Karena terkadang, rasa takut yang dialami sang anak, kitalah yang menciptakannya.

4. Pengalaman ini dialami oleh putra dari Uun Nurchayanti. Sang anak mengalami ketakutan mendengar suara blender. Bunda Uun mencoba menyembuhkan sang anak dengan melatih anak untuk mendengarkan suara yang serupa dan mengenal sumber bunyinya. Misalnya suara sepeda motor, suara mesin juice, dan suara-suara lain yan sejenis. Setelah anak terbiasa mendengar suara-suara tersebut, beliau mengajak anak untuk berdialog. Dialog ini bisa diungkapkan tentang macam-macam barang (yang bersuara brisik) dan manfaatnya, dengan menunjukkan secara langsung baranganya. Tentu saja, kita harus melakukan hal ini dengan ketenangan dan penuh kasih sayang.

Buah yang kita tuai, tergantung dari benih yang kita tabor. Siapa anak kita, tergantung juga dari bagaimana kita mendidiknya. Bila buah hati kita mengalami masalah ketakutan yang berlebihan, teruslah mendampingi buah hati kita, agar kita menemukan akar pemasalahannnya. Bila kita telah mengenal akar permasalahannya, maka kita pun akan lebih mudah dalam menyelesaikannya. Semua itu butuh ketelatenan dan kecerdasan kita sebagai orang tua yang dibarengi dengan perhatian yang extra.



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Anak Didik Masih Mau Terus Ditemeni Orang Tua? Gimana Mengatasinya?

Anak Didik Masih Mau Terus Ditemeni Orang Tua? Gimana Mengatasinya?

Seorang anak usia dini memang sangat lucu dan menggemaskan. Namun bila kita menghadapi siswa yang kurang mandiri, dalam hal ini masih suka ditunggui orang tuanya saat belajar di kelas, mungkin kita pun lama-lama menjadi gerah. Saya akan memberikan beberapa masukan untuk para pendidik anak usia dini, tentang bagaimana membuat anak menjadi lebih mandiri saat mereka ada di dalam kelas, sehingga pada saat kegiatan belajar mengajar (sambil bermain), mereka bisa mengerjakan segala tugas yang kita berikan dengan mandiri.

1. Peraturan Kelas

Buatlah semacam peraturan kelas yang sederhana. Salah satunya ,”Tidak boleh ditemani Mama atau Papa di dalam kelas”. Jangan lupa untuk mengatakan hal ini pada setiap pertemuan/kelas, agar sang anak termotivasi untuk bisa menjadi anak yang mandiri.

2. Orang Tua Jangan Melarikan Diri
Sebaikanya kita harus menghindari hal-hal yang bisa membuat anak merasa tidak nyaman, cemas, dan gelisah, saat berada di dalam kelas. Salah satunya, dengan meminta orang tua untuk melarikan diri secara diam-diam tanpa sepengetahuan sang anak.

3. Mengamati Perkembangan
Bila kita melihat seorang siswa yang masih mau ditemani oleh orang tuanya, sebaikanya kita jangan cemas terlebih dahulu. Jangan sampai hari pertama anak sekolah, menjadi hari yang buruk bagi anak didik. Biarkan mereka bermain dan belajar ditemani oleh orang tuanya, sambil anda terus berkenalan, dan membina hubungan baik dengan sang anak. Hal ini sangat penting, agar anak didik merasa nyaman di kelas terlebih dahulu, dan kita pun bisa menjadi sahabat bagi anak didik. Kesan yang baik di awal pertemuan, akan mempermudah langkah selanjutnya.

4. Memotivasi Di setiap pekerjaan
Memberikan motivasi kepada anak didik di setiap pekerjaan sangat penting. Hal ini sangat berhubungan dengan kenyamanan anak didik di kelas. Motivasi-motivasi bisa berikkan dengan pujian di setiap pekerjaan yang diselesaikan oleh anak didik, memajang pekerjaan di dinding atau papan sekolah, memberikan hadiah bila anak didik berhasil menyelesaikan tugasnya, dan masih banyak lagi.

5. Berikan Pujian
Berikan pujian yang “lebih” kepada anak didik yang sudah mau belajar di kelas secara mandiri, dengan mengatakan,”Bagas pinter…… Sudah nggak ditemeni sama Mamanya…. .” Hal ini juga dilakukan untuk memotivasi anak yang masih ditunggui orang tuanya, agar tertular untuk mau belajar secara mandiri.

6. Komunikasi dengan orang tua
Tetaplah menjalin komunikasi dengan orang tua, untuk menyusun strategi yang baik, agar sang anak bisa belajar secara mandiri. Tanyakan kepada orang tua tentang hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai oleh sang anak. Misalnya, bila sang anak tidak suka menari, sang guru pun jangan melakukan pemaksaan kepada sang anak untuk menari.

7. Ajak Bermain Di Luar Kelas
Ada beberapa anak, memerlukan beberapa tahap untuk membuatnya nyaman berada di lingkungan sekolah. Agar sang anak memiliki pemikiran yang indah tentang belajar di sekolah, ajaklah anak didik untuk bermain di luar kelas. Misalnya di taman atau ruang bermain.

8. “Menghukum” Orang Tua
“Munghukum” dalam hal ini tentu bukanlah menghukum di dalam arti yang harafiah. Namun hanya pura-pura. Hal ini bisa kita lakukan sebagai tindakan “ancaman” bagi anak. Dalam kasus ini, tentu jangan dilakukan dengan cara yang keras. Namun harus dilakukan dengan cara yang lembut disertai dengan candaan. Katakan kepada sang anak,”Kalau masih mau ditemeni Mama waktu belajar, maka Ibu Guru akan menghukum Mama, dengan dikunci di kamar mandi. Shinta sayang nggak sama Mama? Kalau sayang…. Tentu tidak mau kalau Mama dihukum kan?”

9. Menyanyikan lagu yang Memotiviasi Untuk Hidup Mandiri
Nyanyikan lagu ini di setiap pertemuan kelas, agar di dalam hati anak didik tertanam semangat untuk hidup mandiri. Nyanyikanlah lagu ANAK MANDIRI.

10. Meliburkan Anak Sementara
Bila memang tidak ada cara lain, liburkan anak selama beberapa hari. Biarkan orang tua membujuk anak, agar mau kembali ke sekolah. Siapa tahu juga, emosi anak belum baik sehingga sulit untuk menerima suasana dan hal yang baru. Setiap anak akan lebih mudah untuk menerima hal-hal yang baru saat keadaan hatinya baik.
Sumber: Diskusi bersama Kak Zepe (Rabu, 1 Desember 2010)

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Anak Penakut?? Gimana Mengatasinya? (Tips Menenangkan Anak Penakut dan Mudah Cemas)

Anak Penakut dan Pemalu?? 
Gimana Mengatasinya?

Rasa takut dan malu adalah perasaan yang pasti dimiliki oleh semua orang. Tapi bila rasa takut itu dialami sangat berlebihan, pasti akan menjadi suatu masalah. Dalam kasus ini, kita akan lebih sering bertanya, "Ada apa dengan anakku?? Kenapa dia penakut dan pemalu? Apa yang salah dari dia? Lalu bagaimana cara mengatasinya?"

1. Sosialisasi

Setiap orang tidak dapat hidup sendiri. Terutama anak-anak, yang masih sangat membutuhkan banyak pelajaran dan pengalaman. Dalam hal ini, sosialisasi sangat penting. Tidak hanya sosialisasi dengan orang-orang di dalam rumah, melainkan juga dengan orang-orang di luar rumah. Bisa dengan tetangga dan teman-teman sebaya. Sering-seringlah mengajak anak untuk berjalan-jalan berkeliling kampong, sembari membiasakan anak-anak bermain dan bercengkrama dengan orang lain dan teman-teman sebayanya. Hal ini menjadi dasar, sehingga tidak boleh dilupakan oleh kita semua sebagai orang tua. Selain menumbuhkan keberanian, mengajak anak untuk bersosialisasi juga bisa membangkitkan kepedulian sang anak kepada sesamanya.

2. Menyekolahkan di Sekolah yang Berkualitas
Memilih sekolah berkualitas bukanlah perkara yang mudah. Bukanlah perkara memilihkan sekolah yang mahal dan memiliki bangunan yang indah atau fasilitas pendidikan dan permainan yang baik, melainkan anda harus mengenal seluk beluk sekolah tersebut. Utamakan memilih sekolah yang juga mengutamakan pendidikan moral, disamping pendidikan akademis, sehingga sang anak tidak hanya berkembang dalam hal akademis saja, melainkan juga karakter dan kepribadian. Bila sang anak memiliki sekolah yang juga mengutamakan pendidikan moral, maka bila ada segala permasalahan dengan sang anak bisa cepat diselesaikan dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru.

3. Berikan Perhatian Yang Cukup
Perhatian sangatlah penting bagi sang anak, agar anak memiliki rasa aman dan kedamaian. Sehingga bila ada permasalahan yang menimpa sang anak, kita pun akan cepat mengetahuinya dan bisa cepat menyelesaikannya. Semakin kita perhatian kepada sang buah hati, maka akan semakin kita mengerti kedalaman hatinya. Dan semakin kita mengenal kedalaman hatinya, akan semakin cepat masalah yang terjadi untuk bisa diselesaikan dengan baik. Selain itu, di dalam hati sang anak pun tidak menumpuk rasa gelisah yang bisa menumpuk dan berubah menjadi sebuah rasa takut yang berlebihan. Perhatian di sini juga melingkupi sapaan, pujian, belaian kasih sayang, dan lain-lain. Berikan yang perhatian terbaik anda kepada sang buah hati melalui hal-hal kecil. Agar sang anak merasa dihargai, dicintai, dan dilindungi. Tapi kita juga harus ingat, bila kita juga harus mendidik buah hati kita untuk menjadi anak yang mandiri. Jangan sampai perhatian yang kita berikan sangat berlebihan sehingga membuat anak mejadi manja dan tidak mandiri karena terlalu bergantung dari kita. Untuk membaca artikel "Agar Anak Bisa Selalu Mandiri" Klik di SINI.

4. Jadilah Teladan yang Baik
Setiap hari kita bertemu dengan buah hati kita. Buah hati kita akan melihat bagaimana tingkah laku dan tutur kata kita setiap hari. Secara sadar ataupun tidak, buah hati kita pun akan menirukan apa yang telah kita lakukan dan kita katakana. Apa yang dilakukan oleh orang tua akan sangat mempengaruhi kepribadian sang anak. Dalam hal ini, kita harus bisa menjadi orang tua yang baik dan bisa memberikan teladan yang baik kepada buah hati kita. Hal ini akan sangat berguna, selain memberikan pendidikan secara tidak langsung kepada anak, hal ini juga sangat berguna agar kita juga dihargai dan disayangi oleh buah hati kita. Buah hati kita pun tidak akan memandang kita sebagai sosok yang menakutkan dan memiliki sebuah jarak, namun kita juga bisa dianggap sebagai sahabat yang siap menjaga dan melindunginya kapan saja.

Siapakah buah hati kita, tergantung bagaimana kita mendidiknya. Maka marilah kita berhenti mengatakan kepada anak,”Jangan jadi anak yang penakut!!” Tapi marilah kita memulai dari diri kita untuk membentuk kepribadian buah hati kita, dengan membimbing mereka dengan penuh kasih sayang. Mari kita bimbing mereka untuk menjadi anak yang pemberani dan memiliki mental yang kuat. Agar mereka bisa mejadi anak yang tangguh dalam menghadapi segala permasalahan mereka kelak.

Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:
Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Anak Susah Tidur, Apa Yang Akan Kita lakukan? (Cara Menidurkan Anak dan Tips Membuat Anak Tidur Pulas)



Anak Susah Tidur, Apa Yang Akan Kita lakukan?
Tidak hanya orang tua, anak-anak kadang juga mengalami kesulitan tidur. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut. Bila itu terjadi pada anak-anak balita (belum bersekolah), biasanya itu bisa terjadi karena kelelahan atau sebaliknya, terlalu lama tidur siang. Sebagai orang tua, tentu kita sangat berharap agar buah hati anda bisa tidur dengan nyenyak, sehingga tidak mengganggu segala aktivitas anda di malam hari.

Bila anda memiliki buah hati yang susah tidur, janganlah cemas. Saya ada beberap tips yang bisa menjadi bahan pelajaran kita bersama.
1. Dongeng
Dongen sangat membantu anak untuk bisa berimajinasi, apalagi bila ada yang mendongengkannya. Dalam hal ini, tentu anda sebagai orang tua yang harus melakukannya. Anak yang memiliki daya imajinasi yang tinggi, biasanya akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. Karena dengan berimajinasi, selalu akan timbul sifat ingin tahu. Dan dengan rasa ingin tahu yang tinggi dalam banyak hal, anak pun akan mendapatkan banyak pelajaran yang berharga. Dengan imajinasi ini pula, anak bisa lebih tenang dalam beristirahat. Karena imajinasinya selalu terarah, sehingga tidak berimajinasi tentang hal-hal yang kurang baik (misalnya: berimajinasi tentang hantu, dll). Akan lebih baik lagi, bila dongeng yang anda ceritakan adalah dongeng yang mengandung nilai moral. Bila anda memberikannya secara terus menerus setipa malam, maka akan semakin banyak pula nilai kebajikan yang bisa didapatkan oleh buah hati anda. Mendongengkan anak sebelum tidur juga menjadi lebih efektif, daripada bila dilakukan di siang hari.Pada malam hari anak lebih tenang dan tidak banyak bergerak, sehingga lebih mudah menerima pesan-pesan moral yang terkandung di dalam sebuah dongeng. Tidak hanya itu, dengan mendongengkan anak, anda pun telah menunjukkan kasih sayang anda kepada buah hati anda. Hal ini sangat penting, karena meskipun mungkin anda sibuk bekerja di siang hari, pada saat anda memberikan dongeng sebelum tidur inilah anda mendapatkan kesempatan menabur kasih sayang dan perhatian anda kepada buah hati anda.
2. Musik
Bila anda kehabisan bahan mendongeng, anda bisa memainkan alat music bagi buah hati anda. Misalnya, piano, keyboard, atau bahkan biola. Musik yang didengarkan oleh anak di usia dini, akan sangat membantu perkembangan otak anak. Bila anda tidak bisa memaninkan alat music, anda bisa menghiudpkan tape atau CD room untuk memutar lagu anak-anak, lagu klasik, atau lagu-lagu yang tenang lainnya. Bila tdak bisa memainkan alat music atau tidak mempunyai fasilitas untuk memutar lagu, anda bisa juga bisa bernyanyi untuk buah hati anda.
3. Mengitung domba
Menghitung domba adalah hal yang sudah lama dilakukan oleh orang tua dalam menidurkan anak. Caranya adalah dengan meminta anak membayangkan sekumpulan domba, lalu menghitung jumlah domba tersebut.
4. Mengajak Berhayal
Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan khayalan. Ajaklah buah hati anda mengobrol tentang suatu khayalan. Anda ikuti saja alur sang anak, dan mencoba melebih-lebihkan. Hal ini bisa dilakukan sebagai pengganti mendongeng. .
5. Mengerti dan memberi
Maksud dari mengerti adalah memahami apa yang menjadi kesukaan sang anak dan apa yang menjadi kebiasaan sang anak, terutama sebelum mereka tidur. Dan memberi adalah memberikan apa yang menjadi kemauan atau kebiasaan sang anak. Untuk mengerti, tentu saja membutuhkan sebuah usaha dan waktu. Maka cobalah anda memperhatikan buah hati anda setiap hari, terutama sebelum dia tidur. Kebiasaan apa yang akan dia lakukan setiap harinya? Misalnya, bila sang anak suka tidur dengan boneka, berikanlah boneka kepadanya. Bila sang anak merasa sangat nyaman tidur di ayunan, letakkanlah anak anda di ayunan saat susah tidur. Bila sang anak biasa minum susu, berikanlah susu padanya sebeum tidur.
5. Berdoa
Pada masa kanak-kanak, alangkah lebih baik diajakan berdoa bersama sebelum tidur. Supaya kebiasaan ini bisa berlanjut hingga buah hati kita tumbuh dewasa.
Nah.. Itulah tips-tips yang bisa saya berikan untuk membantu buah hati saat susah tidur. Usaha anda untuk menyenyakkan sang buah hati, akan sangat berarti buat perkembangan psikologis buah hati anda yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Sebagai penutup, meskipun buah hati anda terlihat sudah tertidur, jangan lupa untuk mengecup pipi atau keninganya dan mengucapakan “Selamat bobo sayang…….” Atau “ I love you”. Karena saya yakin, buah hati anda akan merasa lebih tenang dan damai saat memejamkan mata (meski belum tertidur).(ZP)



Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Belajar dari Anak Kecil, Mungkinkah? (Belajar Dari Perilaku Anak-Anak Untuk Mendidik Anak Dengan Baik)


Kepribadian seorang anak, sangatlah ditentukan oleh pola didik orang tua. Dalam hal ini, tanggung jawab sebagai orang tua tidaklah hanya mencukupi kebutuhan financial, melainkan juga mencukupi kebutuhan rohani di dalam keluarga, khususnya bagi sang buah hati. Mungkin kadang kita merasa bila kita telah menjadi orang tua yang baik; saat kita bisa membelikan segala keinginan sang anak, menyekolahkan di sekolah favorit, atau membelikan makanan yang enak. Sebenarnya hal yang tampak tersebut tidaklah cukup. Banyak orang tua gagal mendidik anak karena orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Biasanya,
kegagalan orang tua dalam mendidik anak terjadi karena orang tua merasa diri lebih pintar dan dewasa dari sang anak (terlalu superior). Mungkin memang hal ini ada benarnya. Namun jangan sampai kita sebagai orang tua menjadikan anak sebagai obyek. Kita menjadikan segala kepintaran dan kedewasaan kita untuk membentuk anak sesuai dengan keinginan kita. Kita terlalu menguasai anak kita, dan kurang mau memperhatikan dan mendengarkan pendapat anak kita. Banyak orang tua telah mempersiapkan sesuatu untuk masa depan anaknya. Mereka mempersiapkan sekolah pilihan buat anaknya, mereka sudah menentukan pilihan bidang studi yang diambil oleh sang anak kelak, mereka memaksa sang anak mengikuti banyak bimbingan belajar dengan harapan anaknya kelak bisa menjadi pintar, dan bisa menjadi orang yang mereka inginkan. Dalam hal ini, sebenarnya orang tua telah mempersiapkan semua itu untuk siapa? Untuk kebahagiaan sang anak, anak orang tua sendiri? Karena banyak fakta menunjukkan bahwa banyak anak menderita secara batin karena mereka terlalu dibentuk sesuai dengan keinginan orang tua. Banyak orang tua yang merasa lebih pintar dan dewasa, telah membuat anak-anak mereka menjadi tertekan dan tidak merasakan kebahagiaan.
Sebenarnya, saat sang buah hati lahir, pada saat itulah orang tua sebaiknya bisa menanamkan dalam hatinya sebuah saat untuk memulai pelajaran dan pengalaman baru. Sehingga kita sebagai orang tua, tidak merasa diri paling benar dan paling bisa mengatur segala sesuatu bagi sang anak, namun kita mau bertumbuh bersama sang anak. Bertumbuh dan belajar bersama sang anak, tentu bukanlah hal yang mudah. Kita tidak hanya cukup mendidik anak dengan segala sesuatu yang telah kita rencanakan sendiri dan hanya sesuai dengan pemikiran-pemikiran kita (yang mungkin udah tidak up-to-date), melainkan juga meluangkan waktu bagi sang buah hati.
Seorang anak kecil, mungkin terlihat kurang bisa memberikan kontribusi yang besar dalam pertumbuhan kedewasaan kita. Namun sebenarnya, dari seorang anak kecil, kita bisa banyak belajar yang berguna bagi kedewasaan kita. Dan bila kita telah menutup dri dengan merasa diri paling benar, dewasa, dan pintar, kita akan banyak sekali kehilangan pelajaran yang berharga bagi kehidupan kita, khususnya untuk menjadi orang tua yang semakin baik.
Pada saat anak masih balita, khususnya masih berusia dua hingga tiga tahun, buah hati kita mungkin sering menangis. Bila kita merasa lebih dari mereka, kita akan merasa bila menangis tanpa alasan adalah sebagai sesuatu hal yang bodoh. Dan urusan mendiamkan sang buah hati, bukanlah level kita. Itu bukan urusan kita, malainkan bidangnya si mbak. Seperti seorang tuan, yang harus mengepel lantai rumahnya. Pasti dia akan lebih memilih pembantunya untuk mengepel lantai daripada harus bersusah payah mengepel lantai sendiri. Walaupun sebenarnya dengan mengepel lantaipun, si tuan bisa mendapatkan manfaatnya, bila si tuan mau berpikir,”itung-itu olah raga, daripada di rumah hanya tidur melulu.”
Begitu juga dengan orang tua yang harus mendiamkan anaknya saat sedang menangis. Bila orang tua mau berpikir bahwa mendiamkan sang buah hati saat menangis adalah proses kecil untuk mendidik sang anak dan diri sendiri, maka sang ibu telah memulai sebuah langkah kecil yang baik dalam proses pendidikan anak untuk menjadi lebih dewasa, dan pendidikan sang ibu untuk bisa menjadi ibu yang lebih baik. Secara sadar atau tidak sadar, hal itu bisa menjadi proses terciptanya sebuah hubungan batin.
Hubungan batin antara orang tua dan anak adalah sesuatu yang penting dalam proses pendidikan anak. Saya pernah menjumpai seorang anak didik saya di sekolah, yang tidak merasakan adanya hubungan batin dengan orang tuanya, sehingga dia bertumbuh menjadi anak yang bandel untuk memuaskan kerinduannya mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Dia tidak mau mendengarkan orang tuanya, karena orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan hampir tidak pernah menyentuh dan memebrikan belaian kasih sayang kepada sang anak. Dan mungkin bila orang tuanya menasihati anak itu, anak itu akan berkata,”Siapa loh?”
Mungkin itu hanyalah salah satu kasus dimana orang tua yang merasa diri lebih pintar dan dewasa sehingga mengabaikan tanggung jawab sejati sebagai orang tua. Untuk kasus yang lain, saya akan memberikannya dalam bentuk syair. Syairnya seperti ini:
Saat kita mau meminta maaf kepada anak kita, kita telah mengajarkan kepada anak kita akan pentingnya kata maaf saat berbuat kesalahan, dan kita pun telah belajar makna kerendahan hati saat menjadi orang tua. Sikap rendah hati akan membuat anak mampu menjadi lebih terbuka tanpa merasa tertekan dan merasa segan.
Saat kita mau mengucapkan terima kasih kepada anak kita, kita telah mengajarkan kepada sang anak makna kebaikan yang harus dijunjung tinggi dan dilakukan dalam hidup sehari-hari. Dan kita pun belajar bersyukur atas kebaikan Tuhan yang diberikan lewat anak kita. Karena dengan bersyukur pula, kita bisa menerima anak kita apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Saat kita mau mengganti popok anak kita, setelah anak kita ngompol, kita telah mengajarkan kepada anak kita makna saling membantu saat orang lain ada dalam kesulitan dan ketidakberdayaan. Dan kita pun telah belajar untuk tidak membiarkan orang lain terutama anak kita ada dalam kesusahan, karena sesama dan anak kita adalah bagian dari diri kita sendiri.
Untuk selanjutnya, silakan anda temukan dalam diri buah hati anda. Masih banyak kekayaan yang ada di dalam diri mereka yang bisa kita gali dan kita dapatkan dengan mendidik dengan penuh kasih sayang dan perhatian. (Zepe)


picture is taken from www.spiesforparents.cpd.usu.edu
Silakan Mempublikasikan Karya-karya Saya dengan mencantumkan:Karya Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Berperan Sebagai Orang Tua, Brperilaku Sebagai Sahabat (Peran Ortu Bagi Anak, Mendidik Anak Dengan Bersahabat , Jadilah Sahabat Anak, Kedekatan Anak)



Berperan sebagai Ibu, berperilaku layaknya sahabat

Apakah anda, orang tua, punya anak yang memiliki sifat tertutup?
Apakah anda kesulitan dalam mengubah sifatnya, supaya dia bisa lebih terbuka kepada anda?

Cobalah untuk berintrospeksi diri, siapa tahu semua itu adalah salah anda.
Sifat tertutup anak kepada orang tua, sangat sering dijumpai, baik anak yang masih berusia balita, bahkan yang sudah beranjak remaja.
Tidak jarang hal itu disebabkan oleh pola didik kita yang salah, sehingga membuat buah hati kita merasa tertekan dan minder.
Ingetlho... sikap tegas, tidak berarti marah atau keras.
Sikap tegas, adalah tindakan yang harus segera dilakukan karena anak kita melakukan kesalahan.
Dalam hal ini, bukan masalah apakah kita tidak boleh melarang ini dan itu kepada buah hati kita, melainkan cara kita melakukannya.
Karena sikap tegas yang benar juga harus menggunakan hati.
Jadilah seorang sahabat bagi anak anda, agar tidak ada jurang pemisah yang terlalu jauh antara anda dan buah hati anda.
Seorang sahabat, harus mau mengerti.
Seoarang sahabat, harus bisa membuat anak bersikap lebih lebih terbuka dan mau berbagi.
Lalu bagaimanakah menempatkan diri anda, untuk bisa berperan sebagai sahabat?
Mungkin ada bermacam-macam cara dan mungkin terkadang harus keluar dari “aturan”, namun terkadang cara itulah yang terbaik.
Ada seorang kawan saya, yang bisa berperan sebagai sahabat pada anaknya. Mereka biasa ngobrol dengan suara yang keras, saling mengejek, saling menertawakan, bercanda, dan masih banyak cara yang lain yang sesuai dan cocok dengan kebiasaan, ada istiadat, dan budaya anda. Namun tentunya, cara anda tidak harus sama dengan kawan saya itu.
Mungkin anda bisa belajar mulai dari sekarang. Misalnya, anda memiliki anak yang berbadan gemuk. Dalam suasana santai, cobalah sekali-kali panggil dia dengan “Ndut!” atau sapaan lucu lainnya. Mengapa saya mengatakan dalam suasana santai? Yah... Karena keadaan jiwa dan suasana hati yang tidak baik, bisa mempengaruhi apakah buah hati anda suka dipanggil dengan panggilan itu, atau malah sakit hati?
Yang terpenting di sini adalah, jangan membuat jurang pemisah yang terlalu jauh pada buah hati anda. Jadilah sahabat yang selalu dekat dan mau peduli akan kebutuhan buah hati anda. Intinya, mengubah atau membentuk seseorang, akan lebih mudah bila kita mau menyatu dengan karakter seseorang tersebut dan mengerti kelebihan serta kekurangannya.
Selamat mencoba!

Zepe Heru Saputra S.S