• PEMASANGAN INDIHOME TRIPLE PALY (3P)

    Telp: 0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • PEMASANGAN INDIHOME MEDAN (3P)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • FIBER TO THE HOME (FTTH)

    0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

  • INTERNET ON FIBER (INDIHOME MEDAN)

    TELP:0851 0246 9682 ATAU HP: 0822 7200 7787

Tampilkan postingan dengan label MY HEART SAYS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MY HEART SAYS. Tampilkan semua postingan

Removing English in Primary Schools, Kindergarten is not a solution


It’s been long long time, children learn English both at Elementary schools and kindergarten as well as Playgroup. The fact tells us that they are enthusiastic with English learning. They can sing English songs very well, they can play games and drawing.

This atmosphere will soon be removed by the new regulation from our government that English will not be recommended to be taught at those schools. The government doesn’t support us anymore as if it were in the earlier time.

English learning at primary schools
The Indonesian Goverment doesn't support English before the secondary schools


We are living in an era where there is no border between countries in the world. We are living in a sophisticated world. Where English becomes the world language used by people in all over the world. Most of materials, book, internet are written in English as a medium of communication. But why, Why our government doesn’t encourage English to be mastered.

It’s not fair if English is going to be removed, How can children get early English education? Is it OK if they start English from Secondary schools? Children will be difficult of course if they start learning at that school.

At Junior high school children don’t get English fun environment. They can’t sing, they can’t play games nor draw and color books. The atmosphere will be different of course as English at this school emphasizes on Genre-based learning. There no period where students can explore and find their time to study while learning English.  

In my opinion, English will be better if it’s taught from the earlier time. They need to know, to be introduced it by means of fun learning. This will drive them to the success of English learning in the next grade of school, at junior high schools as well as senior high schools even at University.

So, don’t take the children’s right. Isn’t Education is one of our fundamental right?. As mentioned in UUD 1945 which tells us that all of Indonesian people including children have their right  to get a good education. Removing English at the early education is not a solution. The solution itself is that English should be reorganized, both the curriculum and the teachers(Qualified teachers) their selves as well as the  environment which supports the atmosphere of fun English teaching-learning process.

I want to fly to America


One day my friend, named Mrs. Arny offered me to study a post graduate program(S2) to America. It’s a scholarship program. I can continue my study to the USA if I get the TOEFL score of 500 more. That only qualification is needed for me to realize my dream flying to America studying English.

Study English to America
I'd like to get a scholarship to study English in the USA


Mrs. Arny Promised me to call her relative in America to help me and herself get the scholarship of the post graduate program of English. The program will be free 100 percents. I don’t need to pay for the study. All I have to do is preparing for getting a good score for the TOEFL test.

Initially, I must take a TOEFL test for 350.000 rupiahs. Mrs Arny asks me to follow the TOEFL test which will be held in Semarang next month. Right now, I’ve been preparing both of money and material to be learned to have the test. Finally, I pray for me, myself and Mrs. Arny to pass the test well so we can fly to The USA to continue our post graduate program. For the reader of Inggris Anak, Pray for us, hopefully we can realize our dream. Amin.

Thursday is the busiest day

Sorry for not posting articles about English for children. Beside I post contents for English learning, I also post anything about me, myself. I would like to share to the readers of Inggris Anak dot com, Bahasa Inggris Anak Indonesia, some experiences of the writer, here we talk about certain experience, hope that the readers can reflect and take any important message from it and learn English through English texts. On this occasion, I will share my experience. it's about my busy days teaching English. I present the article in English so the reader can enrich and develop their English by means of English passage directly made by the author.

My experience teaching all day non-stop
My experience teaching all day non-stop



Thursday, in my life is the busiest day of all. why? because I have to teach from 06.50 a.m. to 04.00 pm. I must be at school at 06.50 a.m.  then I lead The Dzuha praying in the mosque, all of the students and other teachers become makmum. After finishing the praying, all of the students come into their own classes to have the first lesson. It's time for me to teach English to the 7A class, the first and the second lesson. Later I move into 8B, here I teach ICT(TIK) for the third lesson. well, I have to have a break-time at 09.15 a.m. when the time shows at 09.25 a.m. I must teach for the fourth lesson, TIK followed by Bahasa Indonesia for the fifth and the sixth lesson in the same class. it feels so tired to teach continuously without stopping. I still have to teach the rest lesson, it is English subject for the seventh and the eight lesson. The seventh is taught before the second break-time and last or the Eight one is after the break-time. Have you ever done things continuously without stopping like a machine?.

It hasn't been over yet because after the school hours I must teach again for computer course from half past one through half past three in the afternoon. The school finishes at 01.00 pm. it means that I am given half an hour to take a rest, to have lunch and praying for Dzuhur. Well, it's okay than nothing. When the time shows at 01.30 p.m. I start teaching the course untill 03.30 p.m.

Can you imagine how hard it is? A man should work for nearly all day. Thursday I am like a machine, working, teaching my students from morning till afternoon. I have never had such an experience like it before. The first is hard and difficult for me but I try to adapt with the environment. I then feel enjoy teaching all day with no stop, believe or not, I learn many things from my rare experience..
Thanks for being loyal to read my experience.. hope you are not bored with it, on the contrary, you'll learn English from my English articles... :)

Sekilas tentang kehidupan Penulis Inggris Anak dot com


Kabupaten Batang Jawa Tengah adalah tempat tinggalku. Saya tinggal di sebuah kampong nan jauh dari kota atau jalan raya. Saya tinggal di Desa Siberuk, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tulis. Kurang lebih 2 kilometer dari Jalan raya Desa Kaliboyo. Desa Siberuk dapat ditempuh dengan ojek seharga Rp. 5000.- atau kurang lebih 30 menit jalan kaki.

Semasa saya kecil, saat itu saya masih sekolah di SMP yaitu SLTP 2 Tulis  yang terletak di Kandeman Tulis yang sekarang sudah menjadi wilayah di Kecamatan Kandeman. Dulu namanya masih SLTP 2 Tulis tapi sekarang sudah berganti menjadi SLTP 1 Kandeman dengan adanya pemekaran wilayah kecamatan di Kabupaten Batang sejak masa bupati Bambang Bintoro. Sejak menginjak di SMP saya terbiasa jalan kaki dari rumah untuk berangkat ke sekolah. Saya berangkat ke sekolah dengan teman-teman saya jalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh 2 km, sesampai di jalan raya Kaliboyo saya naik bis persada arah Batang. Dan saat pulang pun demikian seperti biasa jalan kaki lagi dari Kaliboyo sampai rumah. Begitulah pemandangan yang ada semasa saya sekolah dari SMP sampai SMK. Karena tidak memiliki kendaraan sendiri berjalan adalah suatu makanan tiap hari sebelum dan sesudah sekolah.

Memori wisuda IKIP PGRI Semarang tahun 2009
My Family and Me
Graduated from IKIP PGRI Semarang in the year 2009


Saya masih teringat saat itu saya setelah lulus dari SMK saya ditawari mengajar Bahasa Inggris di SMK saya sendiri(SMK N 1 Batang) namun syaratnya saya harus kuliah lebih dulu, namun saat itu karena kedua orang tua saya tidak memiliki biaya dan saya pun tidak punya keinginan untuk menjadi seorang guru maka saat itu saya tidak merespon tawaran salah satu guru Bahasa Inggris SMK, seingat saya namanya bu Murtiningsih. Memang Allah  menghendaki saya menjadi seorang guru, setelah dua tahun kemudian SD di kampong saya SD Siberuk namanya menawari saya untuk mengajar alasannya di sana masih kekurangan guru, saya pun mengiyakan diri mengajar di sana, sampai akhirnya saya nyambi kuliah di IKIP PGRI Semarang. Saat itu saya mengambil kelas akhir pekan, dan pada akhirnya sayapun Alhamdulillah dapat menyelesaikan kuliah saya pada bulan November 2009.

Di SD Siberuk saya mengajar baik sebagai guru kelas, guru bidang studi Bahasa Inggris, dan saya juga pernah mengampu sebagai guru olahraga, juga tak ketinggalan TIK. Di SD sudah jalani sejak Juli 2005 sampai kemarin bulan sekitar bulan desember 2012 saya resign karena saya merasa saya harus mengajar di Sekolah lanjutan. SD bukan tempat yang cocok bagi ijazah saya. Di SD, Bahasa Inggris adalah pelajaran muatan lokal atau ekskul dan tidak begitu diwajibkan, saya pikir di SD saya tidak akan bisa berkembang. Sehingga saya akhirnya mengundurkan diri dan sekarang ini pindah mengajar di Sebuah Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Subah, namanya adalah MTs Darul Hikmah Sengon, di sinilah tempat sekarang ini saya mengajar. Selain di MTs ini, saya untuk mengisi waktu luang saya maka saya juga mengajad di sebuah SMK swasta di Kabupaten Batang, namanya SMK Bintara Batang. Dua sekolah inilah kesibukan saya sekarang ini mengajar Bahasa Inggris, TIK dan Bahasa Indonesia. Hidup terus berjalan, setiap saat selalu berubah go with the flow, saat ini ngeblog merupakan hobi saya sambil mengajar saya menggeluti dunia blogging, blog bagi saya adalah suatu hal yang menarik, Blog yang saya miliki sejak Februari 2012, Inggris Anak.com merupakan blog kenang-kenangan saya mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak saya di Sekolah dasar dan Alhamdulillah sampai sekarang meskipun saya sudah tidak mengajar di SD lagi namun saya masih care dan intense menulis untuk berbagi dan membantu anak-anak di dalam belajar Bahasa Inggris secara fun dan menyenangkan. Demikianlah catatan dan sekilas tentang pengalaman pribadi penulis. Terima kasih.

PMS KENDAL


Pondok Modern Selamat Kendal atau lebih dikenal PMS Kendal kini mengembangkan sayapnya ke daerah Kabupaten Batang. PMS Kendal saat ini sedang membangun PMS 2 tepatnya di Desa Clapar Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Lokasinya berada di depan Pabrik Sarung.

Beberapa bulan yang lalu saya sempat melamar kerja sebagai seorang guru Bahasa Inggris di PMS Kendal tepatnya di PMS 1, namun saat itu rezeki dan jalan Allah belum memihak pada saya untuk diterima di sana. Saat itu sebenarnya saya sangat berharap sekali dapat diterima mengajar di sana dan saya benar-benar tertantang untuk mengembangkan kemampuan saya di sana, namun apa dikata Allah tidak mengizinkan saya dan saya harus menerima kehendak Allah. Saya benar-benar tidak diterima di sana. Entah karena apa saya tidak bisa bergabung dan masuk ke sana.

PMS Kendal
PMS 2 berlokasi di Desa Clapar Kecamatan Subah Kabupaten  Batang
PMS 2 di sebelah barat Desa Clapar sedang dalam pembangunan
PMS 2 di sebelah barat Desa Clapar sedang dalam pembangunan

PMS 2
Papan Nama PMS 2 di Desa Clapar Kecamatan Subah-Batang


Sekarang ini saya mengajar di MTs Darul Hikmahdan SMK Bintara Batang. Di sinilah kesibukan saya sekarang ini mengajar di dua sekolah berbeda. Ketika saya berangkat mengajar ke MTs yang berada di Desa Sengon saya selalu melewati PMS 2 di dekat jalan raya yang biasa saya lewati. Setiap kali melewati di PMS 2 ini di Desa Clapar bayangan saya tertuju pada pengalaman saya saat melamar dan mendaftar di PMS 2 yang berada di Kendal. Saya juga kadang berhayal dan berandai, andai saja saya diterima di PMSmungkin saya akan mengajar dan ditempatkan di PMS 2 di Desa Clapar yang lokasinya dekat dengan rumah saya di Desa Siberuk. Namun itu semua hanya angan-angan belaka dan tidak mungkin terjadi. Pada kenyataanya saya tidak diterima di sana dan saya tidak dapat mengajar dan bergabung di PMS 2.

PMS Kendal oh PMS Kendalkenapa engkau tidak menerima saya, mengapa saya tidak diijinkan bergabung denganmu, andai kau tahu betapa saya menginginkanmu menjadi tempat yang menantang bagi saya. Saya ingin berkreasi, saya ingin berkarya, dan saya ingin berkomitmen padamu akan tetapi tidak ada jalan bagi saya karena pintu sudah tertutup buat saya. Saya percaya pada Allah bahwa Dial ah yang lebih tahu dan Maha tahu mana yang terbaik buat saya buat hambanya semoga saya dapat menerima keadaan saya mengajar ditempat yang sekarang ini di MTs dan SMK. 

Catatan kecil untuk Guru Bahasa Inggris di SD


Bahasa Inggris SD tidak pernah dihapus. Dari awal Bahasa Inggris di SD hanya sebagai Mulok Sekolah atau sifatnya hanya sebagai pelajaran tambahan. Pemerintah tidak pernah menetapkan peraturan dan memberi tempat untuk mata pelajaran ini sebagai mata pelajaran wajib di SD.

Guru Bahasa Inggris
Guru Bahasa Inggris di SD.
Foto dari : http://sapulidinews.com/opini/berita.php?id=1805


Terkait dengan kurikulum 2013 yang akan segera dimulai pada tahun ajaran baru. Bahasa Inggris akan tetap ada sebagai mata pelajaran tambahan namun sifatnya hanya ekstrakurikuler sekolah. Jika selama ini yang ada di lapangan di SD-SD terdapat mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mulok entah itu mulok sekolah atau kabupaten, maka di tahun ajaran yang akan datang Bahasa Inggris kemungkinan tidak masuk lagi sebagai mulok yang masuk dalam struktur kurikulum di Sekolah Dasar. Akan tetapi hanya sebatas ekstrakurikuler.

Sehubungan dengan hal di atas, menurut saya pribadi alangkah baiknya jika guru-guru berlatar belakang Pendidikan Bahasa Inggris yang sudah terlanjur mengabdi di SD untuk menentukan sikapnya apakah masih ingin tetap di SD atau keluar mencari sekolah lain(Sekolah lanjutan) yang baru. Jika ingin tetap di SD maka konsekuensinya harus kuliah lagi jurusan PGSD. Kemudian jika keluar maka sebaiknya mencari Sekolah lanjutan yang memang untuk S1 Pendidikan Bahasa Inggris idealnya mengajar di sekolah lanjutan seperti di MTs, SMP, SMA, MA atau SMK. Jika masih tetap di SD dengan latar belakang guru Bahasa Inggris maka bisa dipastikan sifatnya hanya sebagai guru les atau guru panggilan saja. Karena di SD posisi dia hanya sebagai guru ekstrakurikuler saja yang tidak masuk dalam jam mengajar.

Prediksi saya setelah tahun ajaran baru nanti di tahun 203/2014 persaingan semakin ketat untuk mendapatkan sekolah-sekolah lanjutan khususnya bagi Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Guru-guru Bahasa Inggris yang tadinya di SD kemungkinan besar akan hijrah mengajar di sekolah lanjutan. Belum ditambah dengan lulusan sarjana Bahasa Inggris yang masih fresh juga menjadi pesaing. Mendapatkan sekolah lanjutan akan terasa sulit. Ini adalah imbas dan ledakan dari kurikulum 2013 yang sangat menyudutkan dan menonjobkan guru-guru Bahasa Inggris di SD. 

Pondok Modern Selamat Kendal menolak saya

PMS Kendal
Pondok Modern Selamat (PMS) Kendalkini tinggal sejarah. Awalnya saya sangat berharap dapat diterima di Pondok Modern Selamat setelah saya mengundurkan diri(resign) dari SD. Namun apa yang saya cita-citakan tidak kesampaian. Harapan pupus sudah karena saya benar-benar tidak diterima kerja dan mengajar di tempat yang bagus itu. Entah karena apa saya tidak tahu kenapa saya tidak mendapat tempat di sana.

Saya merasa sangat gembira sekali ketika saya ditelpon dari pihak pondok Modern Selamat. Dari pondok mengundang saya untuk mengikuti tes interview dan tes tertulis pada keesokan harinya. Saya akhirnya datang ke Kendal untuk mengikuti tes tersebut dengan seribu harapan, cita-cita. Saya benar-benar merasa antusias berangkat ke pondok. Sebuah pondok modern yang memiliki reputasi dan prestasi bagus baik di tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional.

Pondok Modern Selamat Kendal Jawa Tengah
PMS Kendal tempat impian mengajar
http://smppondokmodernselamatkendal.blogspot.com/
http://sma-ponpes-modernselamat.blogspot.com/


Datang ke Pondok Selamat dengan antusiasme yang tinggi dan berharap untuk diterima di sana. Hati saya benar-benar berdebar-debar membawa misi untuk diterima dan bergabung di PMS Kendal. Namun alangkah kecewanya saya dan saya seperti jatuh dari sebuah pohon yang sangat tinggi begitu terasa lemas dan tidak seantusias seperti H-1 atau saat saya dalam perjalanan. Benar-benar drop. Semangat saya menjadi kendur lantaran di sana saya dihadapkan dengan persaingan yang ketat dimana saya harus bersaing dengan pelamar-pelamar yang lain. Ya beginilah kehidupan, hidup itu penuh dengan persaingan. Yang membuat saya bukan masalah tes tertulisnya, tes wawancaranya akan tetapi saya benar-benar lemas lantaran di sana saya kalah saing dalam hal fisik. Betapa mereka memiliki fisik yang tinggi dan bagus, tidak seperti saya. Di Pondok selamat saya sangat tidak bersemangat ketika saya harus diukur tinggi badan saya. Betapa saya kalah jauh dengan pesaing saya yang tinggi-tinggi dan ganteng-ganteng serta cantik. Apa saya akan keterima, jika melihat mereka yang sudah bagus rupawan, tinggi dan pintar. Tentu pondok akan memprioritaskan mereka yang memiliki kelebihan plus dbandingkan dengan saya begitu pikir saya dalam hati.

Setelah dites secara fisik, tes wawancara dan tertulis pihak pondok menjelaskan pada para peserta seleksi tes guru untuk menunggu dua hari lagi pengumuman siapa yang keterima sebagai tenaga pengajar di Pondok Modern Selamat. Dua hari menuju harapan diterima mengajar di pondok. 2 hari dalam masa penantian yang mendebarkan. Bagi yang ditelpon pihak pondok dalam dua hari maka dia berarti diterima dan sebaliknya jika tidak maka dia tidak diterima. Saya benar-benar lemas tak bertenaga karena gara-gara kesan pertama saya di Pondok Modern Kendal saat itu dites tinggi badan. Saya minder dan pesimis bisa diterima mengajar di sini. Orang melihat dari penampilan(appearance) sedangkan diri saya serba dalam kekurangan. Bagaimana saya dapat diterima mengajar di sana. Dua hari akhirnya tiba. Saya menunggu telpon dari pondok…seharian jantung saya berdebar-debar hingga akhirnya saya mengetahui bahwa apa yang saya khawatirkan dan takutkan akhirnya benar-benar terjadi. Harapan saya pupus sudah karena setpelah dua hari itu saya tidak mendapat telpon dari pihak pondok.

Gagal lagi dan gagal lagi dalam sejarah hidupku kesuksesan saya terhambat gara-gara kekurangan fisik saya,tinggi badan saya, penampilan saya yang kurang menarik. Ada perasaan kehilangan, perasaan sedih di hati saya karena saya tidak dapat membantu kedua orang tua saya. Andai saja saya diterima di Pondok Modern Selamat mungkin misi saya yaitu ingin mengembangkan Bahasa Inggris saya di lingkungan yang mendukung dan yang kedua saya dapat membantu kedua orang tua saya secara ekonomil. Siapa yang tidak tergiur dengan gaji awal Rp. 2.500.000,-/bulan. Gaji itu bagi saya sangat banyak karena selama ini saya honor di sekolah tidak lebih baik dari buruh pabrik.

Yang saya sesalkan adalah kenapa saya tidak bisa diterima di sana padahal seandainya saya diterima di sana visi misi saya adalah ingin memberikan yang terbaik buat pondok, saya ingin menunjukkan bahwa di Indonesia ini ada sekolah unggulan dan punya prestasi dan output yang bagus. Saya ingin menjadi bagian dari system, bagian dari orang yang memberikan kontribusi bagi pondok. Pondok Modern Selamat . Saya tidak abis pikir dan saya sampai sekarang masih bertanya Tanya mengapa saya tidak diterima. Baik akan saya buktikan kalau saya akan lebih baik dan maju tanpa Pondok Modern Selamat Kendal. Bukan berarti saya sombong tetapi saya merasa tertantang sekali dengan ini. Saya akan benar-benar berjuang sekeras saya di tempat saya mengajar sekarang ini. Meskipun dalam keterbatasan saya ingin terus berjuang, berkarya, memberikan yang terbaik. Saya ingin membuktikan kepada pihak pondok yang telah menolak saya.